Kesehatan Mulut dan Gigi

Obat Cataflam untuk Sakit Gigi yang Membandel

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Apr 22, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Obat Cataflam untuk Sakit Gigi yang Membandel

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Obat antinyeri dari golongan NSAID seperti Cataflam dapat membantu meredakan rasa nyeri akibat sakit gigi.
  • Obat Cataflam mengandung kalium diklofenak yang diketahui memiliki sifat analgesik dan cukup ampuh meredakan rasa sakit.
  • Dosis Cataflam untuk dewasa adalah 100-150 mg dibagi dalam 2-3 bagian per harinya, atau satu butir tablet salut gula Cataflam 2-3 kali sehari 50 mg.
  • Dosis Cataflam untuk anak usia lebih dari 6 tahun adalah 2 mg/kg berat badan dibagi dalam 2-3 dosis per hari.
  • Perlu diingat bahwa Cataflam bukan untuk mengatasi penyebab utama sakit gigi, tapi hanya meredakan rasa sakit untuk sementara waktu.
  • Waspadai risiko efek samping Cataflam seperti mual, nyeri ulu hati, perut kembung, dan diare. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter.

Sakit gigi adalah rasa nyeri menusuk yang muncul di sekitar gigi. Kondisi ini umumnya menandakan ada yang tidak beres dengan gigi atau gusi. Rasa sakitnya bisa bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga nyeri parah tak tertahankan. Untungnya, beragam obat sakit gigi kini dapat dengan mudah diperoleh. Salah satunya adalah obat Cataflam yang dikenal ampuh mengatasi sakit gigi yang membandel.

Mengapa bisa muncul sakit gigi?

Beragam kondisi dapat memicu munculnya sakit gigi, tapi yang paling umum adalah gigi berlubang. Lubang di gigi meskipun kecil harus dirawat dengan baik. Membiarkan gigi berlubang akan memicu munculnya infeksi yang kemudian menyebabkan abses di gusi sekitar gigi berlubang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Beberapa penyebab lain munculnya sakit gigi adalah gigi sensitif, tumbuh gigi bungsu, atau penyakit gusi. Ketiga penyebab ini umumnya tidak menyebabkan nyeri yang terlalu parah dan jika ditangani dengan benar akan mudah reda.

Sakit gigi juga bisa dipicu oleh penyakit lain yang tidak berhubungan dengan gigi, seperti infeksi sinus, penyakit jantung, kanker paru-paru dan neuralgia. Rongga sinus letaknya berdekatan dengan akar-akar gigi bagian atas. Saat terjadi infeksi pada area ini, akar gigi atas juga bisa terdampak dan memicu munculnya sakit gigi.

Seberapa ampuh obat Cataflam untuk sakit gigi?

Rasa nyeri yang begitu menyiksa dapat diredakan dengan minum obat antinyeri dari golongan NSAID, salah satunya Cataflam. Obat ini mengandung kalium diklofenak yang diketahui sebagai salah satu obat pereda nyeri (analgesik) dan cukup ampuh meredakan rasa sakit.

Obat Cataflam bekerja sekitar 10-30 menit untuk meredakan nyeri parah akibat sakit gigi. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi sakit gigi akut yang terasa mengganggu.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa Cataflam bukan untuk mengatasi penyebab utama sakit gigi, melainkan hanya meredakan rasa sakit dan peradangan untuk sementara waktu. Paling tidak, obat ini akan meredam sementara rasa sakitnya sebelum Anda periksa ke dokter gigi.

Jika sakit gigi menunjukkan ciri-ciri seperti pembengkakan di gusi, rasa sakit saat menggigit, dan rasa tidak enak di mulut yang semakin parah dan sangat menyakitkan, terutama jika sudah mengalami pembengkakan di rahang dan demam, maka segera temui dokter gigi.

Iklan dari HonestDocs
Pencabutan Gigi Di Tooth's Kingdom Dental Care

Pencabutan gigi adalah tindakan di mana sebuah gigi atau beberapa gigi diangkat oleh ahli bedah mulut dan wajah-rahang (maksilofasial) menggunakan peralatan kedokteran gigi lengkap. Ini adalah teknik sederhana yang dikenal sebagai bedah mulut, biasanya membutuhkan bius lokal atau umum, dan obat penenang

Istock 181864178 %281%29

Dosis dan aturan minum obat Cataflam

Obat Cataflam untuk sakit gigi ini tersedia dalam sediaan tablet salut gula, bubuk, dan obat tetes (drop). Obat ini tergolong obat keras, terlihat dari kode merah dengan huruf K pada kemasannya. Jadi, penggunaannya harus hati-hati dan memerlukan resep dari dokter.

Secara umum, dokter biasanya akan meresepkan Cataflam dalam bentuk tablet salut gula atau bubuk pada pasien dewasa. Sedangkan untuk anak-anak usia 6 tahun ke atas akan diberikan Cataflam berbentuk drop.

Dosis Cataflam untuk dewasa adalah 100-150 mg dibagi dalam 2-3 bagian per harinya, atau satu butir tablet salut gula Cataflam 2-3 kali sehari 50 mg. Sementata dosis Cataflam untuk anak usia lebih dari 6 tahun adalah 2 mg/kg berat badan dibagi dalam 2-3 dosis per hari.

Baca Juga: Obat Sakit Gigi untuk Anak, Efektif dan Aman

Ingat! Dosis obat Cataflam yang tepat adalah dosis yang diresepkan oleh dokter, karena dosisnya pasti sudah disesuaikan dengan kondisi Anda. Hindari mengonsumsi obat keras secara sembarangan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. 

Kontraindikasi obat cataflam

Obat sakit gigi ini ternyata tidak ditujukan untuk semua orang. Pasalnya, ada beberapa jenis penyakit yang dapat berinteraksi dengan Cataflam sehingga menimbulkan efek sampign yang berbahaya, bahkan dapat memperparah penyakit yang sudah ada. Hindari menggunakan Cataflam jika Anda mengalami kondisi berikut: 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bagi Anda yagn mempunyai sakit jantung, hipertensi, atau retensi cairan, berhati-hatilah saat menggunakan obat Cataflam. Konsultasikan lebih lanjut untuk menghindari risiko efek samping obat dapat memperburuk kondisi ini.

Obat untuk sakit gigi ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Sebaiknya tanyakan pada doktermengenai obat sakit gigi yang aman untuk ibu hamil.

Baca Juga: Obat Sakit Gigi untuk Ibu Hamil, Efektif dan Aman

Waspadai efek samping Cataflam

Sebagai obat pereda nyeri dari jenis NSAID, Cataflam tentunya memiliki efek samping sebagaimana obat sakit gigi lainnya. Efek samping Cataflam bisa berupa:

Efek samping obat NSAID yang paling umum memang akan terjadi di saluran pencernaan. Namun, efek lainnya seperti seperti pusing, vertigo, ruam kulit juga mungkin terjadi.

Efek samping yang membahayakan mungkin terjadi pada pasien dengan gangguan saluran pencernaan, terutama tukak. Pada kondisi itu, sangat mungkin terjadi pendarahan saluran cerna yang ditandai adanya bercak darah di feses. Segera konsultasikan dengan dokter Anda jika ini terjadi.

Tips tambahan untuk mengatasi sakit gigi membandel

Sakit gigi bisa sangat menjengkelkan. Bahkan setelah diberikan obat pereda nyeri seperti Cataflam, rasa sakitnya masih mungkin muncul.

Beberapa tips berikut bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan sakit gigi membandel dengan segera, namun tentu saja efeknya lebih ringan dari pada obat Cataflam:

1. Kumur larutan garam hangat

Berkumur dengan air garam bisa menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi sakit gigi. Air garam dapat sedikit meredakan rasa nyeri dan pembengkakan di gusi.

Namun, larutan ini hanya untuk dikumur-kumur, bukan untuk ditelan.

2. Kompres hangat

Tempelkan kompres hangat pada rahang di bagian gigi yang sakit. Sensasi panas dari alat kompres ini akan membantu mengurangi rasa sakit yang muncul.

Jika tidak punya alat kompres, Anda bisa menggunakan beras yang dibungkus kain bersih dan sudah panaskan beras tadi di microwave. Tempelkan bungkusan beras selagi hangat.

3. Akupresur

Memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di bagian tubuh dipercaya dapat membantu meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi rasa sakit. Mintalah bantuan ahli akupresur untuk membantu meringankan sakit gigi yang Anda derita.

4. Cuka apel

Cuka apel terkenal dengan kemampuan anti inflamasinya. Selain itu, sifat asamnya juga dapat membantu membunuh bakteri yang menginfeksi gigi. 

Gunakan kapas yang sudah dibasahi dengan cuka apel, lalu tempelkan pada gigi yang sakit untuk mengurangi pemebengkakan dan nyeri.

35 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MayoClinic Staff. (2018). Toothache: First Aid. (https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628)
Arcury TA, et al. (2009). Oral health self-care behaviors of rural older adults. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2784128/)
Agbor MA, et al. (2015). Ethnomedicinal plants used by traditional healers to treat oral health problems in Cameroon. DOI: (http://dx.doi.org/10.1155/2015/649832)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app