Gigi Berlubang - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.086.106 orang

Lubang gigi atau yang disebut juga pembusukan gigi merupakan kondisi lubang yang terbentuk di gigi dan secara bertahap dapat membesar ketika tidak segera diobati. Penyebab gigi berlubang diakibatkan oleh penumpukan bakteri pada mulut, kebiasaan mengonsumsi makanan manis, serta tidak menjaga kebersihan mulut.

Gigi berlubang merupakan masalah kesehatan yang paling sering muncul di dunia, dan dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Oleh karena itu, pemeriksaan gigi secara teratur harus dilakukan agar dapat mendeteksi kerusakan gigi lebih awal.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Jika gigi berlubang tidak segera diobati, lubang ini dapat membesar dan menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan dan infeksi.

Apakah Penyebab Gigi Berlubang?

Penyebab Gigi Berlubang

Gigi berlubang biasanya disebabkan oleh plak mulut. Plak mulut sendiri merupakan kombinasi dari:

  • bakteri
  • air liur
  • asam , yang secara perlahan akan mengikis lapisan gigi dan membentuk lubang pada gigi.
  • partikel sisa makanan

Setiap orang memiliki bakteri di mulut. Setelah makan atau minum makanan manis, bakteri di mulut akan mengubah gula menjadi asam dan membentuk terjadinya plak

Inilah sebabnya mengapa menyikat gigi secara teratur sangat penting. Setelah plak menempel pada gigi, asam dalam plak secara perlahan mengikis enamel gigi. Enamel adalah lapisan pelindung keras pada gigi yang melindungi gigi dari kerusakan. Saat enamel gigi melemah, risiko kerusakan gigi pun akan meningkat.

Setiap orang berisiko mengalami gigi berlubang, tetapi beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • terlalu banyak mengkonsumsi makanan bergula atau asam
  • kebersihan mulut yang buruk
  • tidak menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • mulut kering
  • gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia
  • penyakit acid reflux, yang menyebabkan asam lambung melemahkan enamel pada gigi
  • bertambahnya usia

Gejala Gigi Berlubang

Gejala gigi berlubang tergantung pada tingkat keparahan dan pembusukan gigi. Berikut adalah gejala-gejala yang sering timbul pada gigi berlubang:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • sensitivitas gigi
  • sakit gigi (terutama saat menggigit atau tertekan)
  • lubang yang terlihat pada gigi
  • rasa nyeri saat mengkonsumsi makanan dingin atau panas
  • pewarnaan hitam atau putih pada gigi

Pencegahan Gigi Berlubang

Gigi berlubang adalah masalah gigi yang umum, tetapi Anda dapat mengurangi risikonya dengan melakukan hal berikut:

  • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Membersihkan gigi dengan dental gloss (benang gigi) setidaknya sekali sehari
  • Kurangi mengkonsumsi makanan manis dan asam, seperti permen, permen, jus, soda, dan karbohidrat olahan.
  • Batasi waktu ngemil di antara waktu makan.
  • Konsultasikan diri kepada dokter apabila penyebab gigi berlubang didasari oleh kondisi medis seperti penyakit refluks asam lambung.

Makanan-makanan berikut dapat membantu melawan kerusakan gigi:

  • buah dan sayuran yang kaya serat
  • makanan kaya kalsium
  • xylitol permen karet tanpa gula
  • teh hitam atau hijau tanpa pemanis
  • air fluoride

Jangan lupa untuk mengunjungi dokter gigi Anda setidaknya dua kali per tahun untuk membersihkan gigi secara teratur. Dengan melakukan kebiasaan ini, maka dapat membantu mencegah masalah gigi di masa depan.

Pengobatan Gigi Berlubang

Beritahukan dokter Anda tentang gejala yand dialami seperti rasa sensitivitas atau rasa sakit pada gigi. Dokter dapat mengidentifikasi kerusakan gigi setelah melakukan pemeriksaan mulut. Pemeriksaan penunjang menggunakan X-ray juga akan dilakukan untuk mencari pembusukan pada gigi.

Pilihan perawatan gigi berlubang akan tergantung pada tingkat keparahan. Ada beberapa cara untuk mengobati gigi berlubang, termasuk:

  • Tooth filling (tambal gigi) - Menggunakan alat dan menghilangkan plak busuk dari gigi. Kemudian, dokter akan mengisi gigi dengan zat, seperti perak, emas, atau komposit resin.
  • Crowns (kurung gigi) - Untuk kondisi yang lebih parah, dokter dapat memasangkan mahkota gigi palsu di atas gigi yang rusak. Bahan yang digunakan untuk mahkota gigi palsu dapat terbuat dari emas, porselen, atau komposit resin.
  • Root canal (perawatan saluran akar gigi) - Ketika kerusakan gigi menyebabkan kematian saraf, dokter akan melakukan perawatan saluran akar untuk menyelamatkan gigi. Prosedur ini akan menghilangkan jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan area gigi yang membusuk. Setelah itu, dokter akan memeriksa infeksi dan menerapkan obat ke akar sesuai kebutuhan. Pemasangan mahkota palsu juga dapat dilakukan sebagai tahapan akhir.
  • Cabut gigi - Jika kerusakan sudah sangat parah dan tidak bisa diobati dengan penanganan lainnya.

Gigi berlubang dapat menjadi penyebab rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan:

  • Jaga kebersihan mulut. Terus menyikat dan membersihkan semua bagian mulut, termasuk area sensitif apa pun
  • Minum obat pereda nyeri, misalnya ibuprofen
  • Jauhi makanan yang sangat panas atau dingin

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Gusi gigi saya sering bengkak , gimama cara sembuhin total nya ..?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit