Daftar Obat Alergi Gatal pada Kulit yang Ampuh

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 28, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 9 menit
Daftar Obat Alergi Gatal pada Kulit yang Ampuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Alergi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti debu, kotoran, bulu hewan peliharaan, serbuk bunga, alergi makanan, atau alergen lainnya
  • Ketika terpapar pemicu alergi (alergen), maka tubuh akan melepaskan zat histamin yang dapat memicu reaksi peradangan di tubuh
  • Beberapa gejala alergi dapat berupa rasa gatal di kulit, hidung tersumbat, ruam pada kulit, bersin-bersin, serta bengkak di bagian tubuh tertentu
  • Untuk membantu mengatasi gejala alergi yang timbul, dibutuhkan obat alergi tertentu yang dijual bebas ataupun dengan resep dokter
  • Klik untuk membeli obat alergi terlengkap dengan kualitas terbaik hanya di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Kebanyakan orang sering menganggap alergi sebagai hal biasa. Meski terdengar sepele, tetapi alergi tetap membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak mengganggu aktivitas maupun menimbulkan rasa tidak nyaman di kulit. 

Penyebab alergi sendiri bisa terjadi karena beberapa hal seperti debu, kotoran, bulu hewan peliharaan, serbuk bunga, faktor makanan, genetik, dan lainnya. Lantas, apa saja obat gatal alergi yang aman digunakan untuk mengatasinya?

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Apa itu alergi?

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespon zat asing yang dianggapnya "penyerang". Zat asing yang merangsang sistem imun tubuh tersebut dikenal sebagai alergen. Ketika tubuh terpapar pemicu alergi, saat itulah tubuh akan bereaksi dengan melepaskan zat histamin yang dapat menimbulkan reaksi peradangan, seperti kemerahan, gatal, ruam kulit, ataupun gejala lainnya.

Baca juga: Penyebab Alergi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Beberapa obat alergi umumnya digunakan untuk meredakan gejala alergi, tetapi biasanya tidak dapat menghilangkan alergi itu sendiri. Apabila pencetusnya atau penyebab dasarnya tidak diketahui, maka tentu akan sulit untuk mengatasi alergi sehingga alergi akan terus kambuh dan berulang. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan tes kulit untuk menentukan alergen mana yang membuat tubuh mengalami gejala alergi. Jika jenis alergennya telah diketahui, maka Anda tentu dapat menghindarinya dan besar kemungkinan untuk 'sembuh' dari alergi.

Daftar obat alergi yang tersedia di apotek

Ketika terjadi alergi, biasanya dokter akan meresepkan kombinasi obat alergi untuk meredakan gejalanya. Meski demikian, tak jarang gejala alergi juga bisa menghilang hanya dengan 1 obat saja.

Jika alergi tergolong ringan, Anda bisa membeli obat alergi yang dijual bebas di apotek. Namun pada kasus alergi berat, sebaiknya tidak mengonsumsi obat alergi secara sembarangan. Gejala alergi berat bisa meliputi pusing, sesak napas, hingga pembengkakan pada wajah, bibir, dan kelopak mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Berikut ini beberapa jenis obat alergi yang ampuh meringankan gejalanya, antara lain:

1. Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk mengobati gejala alergi yang umumnya terbagi dalam 2 golongan obat, yaitu sedatif (penenang) dan non sedatif (non penenang). Obat antihistamin sedatif bekerja dengan cara mempengaruhi otak, sehingga dapat memberikan efek kantuk. Efek samping lainnya adalah pusing, konstipasi, masalah lambung, penglihatan buram, mulut kering, dan sulit buang air kecil. 

Sedangkan antihistamin non sedatif tidak begitu menyebabkan kantuk, meskipun pada beberapa pengguna yang mengantuk setelah minum obat alergi jenis ini. Efek samping lainnya juga dapat menyebabkan mulut kering hingga masalah lambung.

Semua jenis obat antihistamin di atas memiliki cara kerja yang sama, yaitu dengan memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh untuk mencegah atau mengurangi tanda dan gejala reaksi alergi, seperti pembengkakan, gatal-gatal dan peningkatan sekresi bronkus dan lainnya. Obat antihistamin ini umumnya tersedia dalam bentuk oral (tablet, kapsul, sirup) atau obat topikal (krim, lotion), semprotan hidung, dan obat tetes mata untuk konjungtivitis akibat alergi.

Baca Juga: Obat Gatal Kulit Paling Ampuh di Apotek

Berikut beberapa contoh obat alergi golongan antihistamin:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Obat alergi di apotek yang bisa dibeli tanpa resep dokter

Antihistamin sedatif (ada efek mengantuk):

  • Brompheniramine (Dimetane)
  • Chlorpheniramine (CTM)
  • Diphenhydramine (Benadryl)

Antihistamin non sedatif (tidak bikin ngantuk):

  • Cetirizine (Zyrtec, Zyrtec-D)
  • Clemastine (Tavist)
  • Fexofenadine (Allegra, Allegra D)
  • Loratadine (Claritin, Claritin D, Alavert)

Obat tetes mata alergi:

  • Antazoline/Naphazoline (Vasocon A)
  • Ketotifen fumarat (Zaditor, Alaway, Zyrtec, Claritin Eye dan Refresh Eye)
  • Naphazoline/Pheniramine (Naphcon-A, Opcon-A, Visine A)

Obat alergi antihistamin yang perlu resep dokter:

Antihistamin oral:

  • Acrivastine (Semprex-D)
  • Carbinoxamine (Palgic)
  • Cyproheptadin (Periactin)
  • Desloratadine (Clarinex)
  • Hydroxyzine (Vistaril)
  • Levoceterizine (Xyzal)

Obat tetes mata alergi:

  • Azelastine (Optivar)
  • Emadastine (Emadine)
  • Epinastin (Elestat)
  • Olopatadine (Patanol, Pataday, Pazeo)

Semprotan hidung untuk rhinitis alergi:

  • Azelastine (Astelin, Astepro).
  • Azelastin dan flutikason (Dymista).
  • Olopatadine (Patanase)

Obat antihistamin dapat berinteraksi dengan obat lain yang menyebabkan kantuk (obat tidur, obat penghilang kecanduan narkotika, obat penenang, relaksan otot, obat antidepresan, dan kejang), obat dengan aktivitas antikolinergik (amitriptilin dan antidepresan trisiklik lainnya, antipsikotik seperti chlorpromazine), dan obat tertentu untuk mencegah muntah (prochlorperazine dan promethazine).

2. Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan tiruan dari hormon manusia yang normalnya diproduksi oleh kelenjar adrenal. Obat kortikosteroid bekerja dengan cara mengurangi peradangan yang menjadi penyebab alergi terutama dalam mengatasi rasa gatal pada kulit.

Obat kortikosteroid dapat diperoleh dalam dalam bentuk semprotan hidung, krim topikal dan salep, tablet, injeksi, dan tetes mata. Hati-hati dalam menggunakan obat kortikosteroid karena umumnya termasuk obat keras yang dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. 

Berikut beberapa contoh obat kortikosteroid:

Obat alergi kortikosteroid yang dapat dibeli tanpa resep dokter:

Semprotan hidung:

  • Triamcinolone acetonide (Nasacort)
  • Flutikason propionat (Flonase)
  • Budesonide (Rhinocort)

Obat kortikosteroid yang perlu resep dokter:

Kortikosteroid oral:

Semprotan hidung:

  • Beclometason dipropionat (QNasl)
  • Budesonide (Rhinocort)
  • Ciclesonide (Omnaris, Zetonna)
  • Flunisolide
  • Fluticasone furoate (Veramyst)
  • Flutikason propionat (Flonase)

Obat kortikosteroid dalam bentuk semprotan hidung memiliki beberapa efek samping seperti iritasi hidung, mimisan, iritasi tenggorokan, sakit kepala, mual, muntah, batuk, dan infeksi jamur di tenggorokan jika digunakan dalam jangka panjang. 

\Dalam bentuk oles (topikal), obat kortikosteroid dapat menyebabkan kulit menipis, panas seperti terbakar, gatal, kemerahan, hingga perubahan pada warna kulit. Bahkan pada beberapa kasus gatal pada kulit seperti kulit gatal akibat jamur dan panu, penggunaan obat kortikosteroid tidak boleh digunakan karena dapat membuat gatal menjadi semakin parah.

Obat kortikosteroid dapat berinteraksi dengan obat lain yang mempengaruhi keefektivitas obat kortikosteroid, seperti ketoconazole (Nizoral, Xolegel, Extina, Ketoconazole Cream) dan ritonavir (Kaletra kapsul, Kaletra Tablet, Norvir).

3. Penstabil sel mast

Obat alergi penstabil sel mast merupakan obat jangka panjang yang bekerja dengan cara mencegah masuknya kalsium ke dalam sel mast. Selama reaksi alergi, sel mast melepaskan histamin dan zat lainnya sehingga dengan mengonsumsi obat alergi ini secara teratur dapat membantu mencegah reaksi yang ditimbulkan alergi.

Walau begitu, obat penstabil sel mast memiliki efek samping yang dapat menyebabkan sensasi menyengat atau nyeri sesaat di dalam hidung.

Berikut beberapa contoh obat penstabil sel mast:

Obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter:

  • Obat tetes mata: Cromolyn (Opticrom)
  • Semprotan hidung: Natrium Cromolyn (Nasalcrom)

Obat alergi penstabil sel mast yang harus dengan resep dokter:

Inhaler: Sodium Cromolyn (Intal)

Obat tetes mata:

  • Lodoxamine (Alomide)
  • Nedocromil (Alocril)
  • Pemirolast (Alamast)

4. Penghambat leukotrien

Zat lain yang dilepaskan selama reaksi alergi adalah leukotrien, yaitu zat yang dapat memperburuk kondisi alergi dan asma. Beberapa obat alergi jenis ini bekerja dengan cara menargetkan reseptor leukotrien untuk mengurangi gejala alergi.

Contoh obat penghambat leukotrien adalah Montelukast (Singulair) yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat alergi jenis penghambat leukotrien memiliki beberapa efek samping, yaitu rasa lemas atau lelah yang tak biasa, masalah lambung, sakit telinga, pusing, batuk, sakit kepala, hingga susah tidur.

Obat penghambat leukotrien dapat berinteraksi dengan obat lain yang merangsang metabolisme hati, seperti fenitoin (Dilantin), fenobarbital, dan karbamazepin (Tegretol), serta antibiotik Rifampisin jika digunakan secara bersamaan.

5. Antikolinergik

Seseorang yang mengalami rhinitis alergi biasanya memiliki gejala hidung berair atau berlendir. Dengan menggunakan semprotan hidung antikolinergik, cairan atau lendir di hidung akan berkurang meskipun tidak sepenuhnya sehingga dapat membantu mengatasi hidung tersumbat.

Contoh obat antikolinergik yaitu Ipratropium Bromida (Atrovent) yang bisa didapatkan dengan resep dokter. Antikolinergik dalam bentuk semprotan memiliki beberapa efek samping yang dapat menyebabkan hidung berdarah, hidung tersumbat, mulut kering dan iritasi tenggorokan, rasa tidak enak di mulut, pusing, dan mual.

6. Dekongestan

Untuk mengatasi hidung tersumbat akibat alergi dapat menggunakan obat dekongestan. Obat dekongestan bekerja dengan cara menyempitkan pembuluh darah yang membatasi jumlah sekresi yang berasal dari lapisan dalam hidung sehingga masalah hidung tersumbat dapat teratasi. Namun sayangnya obat dekongestan tidak dapat meringankan gejala alergi lain seperti rasa gatal di kulit maupun bersin-bersin.

Baca juga: Dekongestan, Obat untuk Atasi Hidung Tersumbat

Obat alergi yang ampuh seperti dekongestan biasanya tersedia dalam bentuk semprotan, pil, dan tetes hidung. Contoh obat dekongestan yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter yaitu Oxymetazoline (Afrin). Dekongestan dalam bentuk semprotan atau tetes hidung dapat menimbulkan gejala efek samping seperti luka bakar, sensasi sengatan, hidung kering, hidung meler, dan bersin. 

Sedangkan dekongestan oral dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, gugup, detak jantung meningkat, tekanan darah meningkat, kehilangan nafsu makan, dan gangguan tidur. Dekongestan oral dapat berinteraksi dengan obat antidepresan, obat alergi lain, hingga obat-obatan yang digunakan untuk mengobati migrain dan tekanan darah tinggi.

7. Immunomodulator

Immunomodulator adalah senyawa tertentu yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh, baik secara spesifik maupun non spesifik. Obat alergi kulit jenis ini dapat digunakan untuk mengobati alergi pada kulit. Immunomodulator slebih sering digunakan jika obat alergi lain tidak bekerja dengan efektif atau tidak dapat ditolerir oleh tubuh.

Berikut beberapa contoh obat alergi imunomodulator:

Harus dengan resep dokter:

Imunomodulator topikal:

  • Tacrolimus (Salep Protopic)
  • Pimecrolimus (Krim Elidel)

Imunomodulator topikal untuk alergi kulit dapat menyebabkan rasa sakit, terbakar, iritasi, dan gatal di area yang dioleskan. Terkadang juga menyebabkan gejala sakit kepala dan flu.

Obat ini juga dapat berinteraksi dengan beberapa antibiotik, antijamur, penghambat saluran kalsium, dan simetidin (Tagamet).

8. Suntik epinefrin

Epinefrin merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh tubuh secara alami ketika mengalami stres. Injeksi (suntikan) epinefrin membantu tubuh untuk meredakan reaksi alergi yang serius dengan cara menyempitkan pembuluh darah dan melebarkan saluran pernapasan.

Obat alergi ini digunakan dalam kondisi darurat untuk mengobati reaksi alergi yang sangat serius atau mengancam jiwa, biasa disebut sebagai anafilaksis. Ketika terjadi reaksi alergi yang serius, epinefrin akan bertindak cepat untuk meningkatkan saluran pernapasan dan tekanan darah, meredakan gatal-gatal, merangsang fungsi jantung, serta mengurangi pembengkakan di wajah, bibir, dan tenggorokan.

Tips sebelum menggunakan obat alergi

Ada beberapa tips bermanfaat yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam menggunakan obat alergi, seperti:

1. Pilihlah obat alergi yang mampu mengurangi gejala tanpa mengganggu aktivitas harian 

Pilihlah obat alergi yang ampuh mengatasi gejala alergi tanpa menyebabkan efek samping yang berat atau mengganggu aktivitas harian. Contohnya obat alergi antihistamin non sedatif yang tidak menimbulkan efek mengantuk. Selain itu, penting juga untuk menemukan obat alergi yang bisa digunakan dengan aman dalam jangka panjang karena pada beberapa kasus, alergi dapat berlangsung lama (bahkan mungkin setahun).

2. Gunakan suntik alergi atau imunoterapi

Pengobatan dengan cara suntik atau imunoterapi bisa dilakukan jika beberapa obat alergi oral atau topikal di atas masih belum dapat mengatasi gejala alergi yang timbul. Imunoterapi bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk menghentikan reaksi berlebihan terhadap alergen tertentu. Pada dasarnya pengobatan dengan cara ini menghadirkan substansi alergen pada sistem imun dalam jumlah kecil namun secara terus-menerus supaya tubuh dapat beradaptasi.

3. Obat alergi tidak disarankan untuk digunakan pada anak di bawah 2 tahun jika tanpa anjuran dokter

Gejala alergi ringan pada anak dapat diatasi tanpa obat-obatan, seperti penggunaan semprotan larutan garam untuk mengatasi hidung yang tersumbat. Jika alergi dalam bentuk ruam kulit, maka penggunaan krim emolien dirasa sudah cukup membantu. Sementara untuk gejala alergi yang lebih parah (ruam yang meluas, bengek, hingga mata berair) orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Alergi memiliki beberapa gejala yang mudah dikenali, seperti gatal pada bagian tubuh, timbulnya ruam merah pada kulit, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan dan lainnya. Namun, alergi juga dapat memiliki efek jangka panjang terhadap kondisi kesehatan, seperti timbulnya asma atau penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui obat alergi dan pencegahannya sedini mungkin, termasuk mengenali apa itu alergi, penyebab, gejala, serta risikonya. Jika telah merasakan beberapa gejala alergi secara terus menerus, segera konsultasikan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zyrtec allergy - cetirizine hydrochloride tablet, film coated. (2016). (https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=b165db38-b302-4220-8627-77cb07bb078c)
Krinsky DL, et al. (2015). Handbook of nonprescription drugs: An interactive approach to self-care (18th ed.), 172-195. Washington, DC: American Pharmacists Association. DOI: (https://doi.org/10.21019/9781582122250)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app