Nyeri Mulut - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 8 menit
Telah dibaca 472.771 orang

Luka rongga mulut adalah kondisi medis yang sering terjadi pada banyak orang pada suatu saat dalam hidup mereka. Luka rongga mulut ini dapat muncul pada jaringan lunak mulut Anda, termasuk bibir, pipi bagian dalam, gusi, lidah, dan lantai dan atap mulut Anda. Luka rongga mulut bahkan dapat muncul di kerongkongan, saluran yang menuju ke perut Anda.

Luka rongga mulut termasuk sariawan yang merupakan iritasi ringan dan hanya berlangsung satu atau dua minggu. Dalam beberapa kasus, bagaimanapun, luka rongga mulut dapat merupakan gejala kanker mulut atau infeksi akibat virus, seperti herpes simplex.

Kondisi yang menyebabkan luka rongga mulut, dengan gambar

Kondisi yang berbeda dapat menyebabkan luka pada rongga mulut. Berikut adalah daftar 13 kemungkinan penyebab.

Cold Sore

  • Adalah lesi kulit yang terlihat seperti melepuh dan berwarna merah, lesi ini menimbulkan nyeri, berisi cairan dan biasanya muncul di dekat mulut dan bibir
  • Daerah yang terkena sering mengalami sensasi tertusuk-tusuk atau terbakar sebelum muncul luka
  • Wabah yang menyebabkan lesi ini juga dapat disertai dengan gejala ringan seperti flu seperti demam ringan, nyeri pada bagian tubuh, dan pembengkakan kelenjar getah bening

Anemia

  • Gejala terjadi ketika sel darah merah Anda berkurang, rusak, atau terganggu sehingga Anda memiliki masalah dalam mengangkut oksigen yang cukup ke seluruh tubuh Anda
  • Gejala termasuk pucat, kulit dingin, gusi pucat, pusing, kelelahan, tekanan darah meningkat atau menurun, dan jantung berdebar dengan kencang.
  • Anemia memiliki banyak penyebab dan dapat terjadi dengan cepat (seperti setelah cedera atau operasi) atau dalam jangka waktu yang lama

Gingivomatitis

  • Gingivomatitis adalah infeksi yang sering terjadi pada mulut dan gusi, sering ditemukan pada anak-anak
  • Gingivomatitis menyebabkan luka yang nyeri bila disentuh pada gusi atau bagian dalam pipi; seperti sariawan, Gingivomatitis tampak keabu-abuan atau kuning di bagian luar dan merah di bagian tengah
  • Gingivomatitis juga menyebabkan gejala ringan seperti flu
  • Gingivomatitis juga dapat menyebabkan keluarnya air liur dan rasa sakit saat makan, terutama pada anak kecil

Mononukleosis infeksiosa

  • Mononukleosis infeksiosa biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV)
  • Mononukleosis infeksiosa terutama terjadi pada siswa SMA dan mahasiswa
  • Gejalanya meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, keringat malam, dan nyeri di sekujur tubuh
  • Gejala dapat berlangsung hingga 2 bulan

Sariawan

  • Sariawan juga disebut stomatitis aphtous atau bisul aphthous
  • Sariawan adalah luka (ulkus) kecil, yang menyakitkan, berbentuk oval di bagian dalam mulut yang berwarna merah, putih, atau kuning.
  • Mereka biasanya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu
  • Sariawan yang berulang mungkin merupakan tanda penyakit lain, seperti penyakit Crohn, penyakit seliaka, defisiensi vitamin, atau HIV.

Kekurangan folat

  • Folat adalah vitamin B penting yang digunakan untuk membuat dan memperbaiki DNA dan sangat penting untuk pengembangan neural tube / tabung saraf yang tepat semasa embrio
  • Anemia, atau sel darah merah yang rendah, adalah kondisi yang paling sering terjadi akibat kekurangan folat
  • Gejalanya meliputi kelemahan, kulit pucat, kelelahan, luka rongga mulut, pembengkakan lidah, rambut beruban, dan keterlambatan pertumbuhan.

Oral Thrush

  • Oral Thrush adalah infeksi jamur yang berkembang pada bagian dalam mulut dan lidah Anda
  • Oral Thrush paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi kondisi ini mungkin merupakan tanda sistem kekebalan yang melemah pada orang dewasa
  • Plak berwarna putih-kremmuncul di lidah, pipi bagian dalam, gusi, atau amandel yang dapat dihilangkan
  • Gejala-gejalanya termasuk rasa sakit di lokasi munculnya plak, kehilangan selera makan, dan kesulitan menelan
  • Kulit kering dan pecah-pecah di sudut mulut adalah gejala lain yang mungkin terjadi

Penyakit tangan, kaki, dan mulut

  • Biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun
  • Menimbulkan rasa nyeri, muncul luka melepuh berwarna merah pada mulut, lidah dan gusi
  • Penyakit tangan kaki dan mulut memiliki pola berbentuk bintik merah dengan permukaan yang datar atau terangkat yang terletak di telapak tangan dan telapak kaki
  • Bintik-bintik juga dapat muncul pada bokong atau area genital

Leukoplakia

  • Leukoplakia menyebabkan munculnya bercak-bercak putih dan tebal pada lidah dan lapisan mulut Anda yang memiliki permukaan yang terangkat, keras, dan "berbulu"
  • Leukoplakia biasa terlihat pada perokok
  • Leukoplakia biasanya tidak berbahaya dan sering hilang dengan sendirinya, tetapi pada kasus yang lebih serius dapat dikaitkan dengan kanker mulut
  • Perawatan gigi secara teratur dapat membantu mencegah kekambuhan

Lichen planus oral

  • Lichen planus oral merupakan gangguan peradangan kronis yang dapat terjadi pada gusi, bibir, pipi, dan lidah
  • Lichen planus oral memiliki karakteristik berwarna putih, berenda, tampak seperti bercak-bercak pada jaringan di mulut menyerupai sarang laba-laba atau bercak-bercak lunak yang bengkak yang berwarna merah cerah dan mungkin tampak seperti borok
  • Luka yang terbuka bisa berdarah dan menyebabkan rasa sakit saat makan atau menyikat gigi

Penyakit celiac

  • Penyakit seliaka adalah respons sistem imun abnormal terhadap gluten yang merusak lapisan usus halus
  • Kerusakan pada rambut-rambut (vili) usus halus menyebabkan penyerapan yang buruk terhadap nutrisi makanan penting seperti vitamin B, vitamin D, zat besi, dan kalsium
  • Gejalanya memiliki tingkat keparahan yang berbeda dan mungkin memiliki gejala yang berbeda antara orang dewasa dan anak-anak
  • Gejala umum yang sering dialami orang dewasa termasuk diare, penurunan berat badan, sakit perut, anemia, nyeri sendi, kembung, gas, tinja berlemak, ruam kulit, dan luka pada rongga mulut.
  • Gejala umum pada anak-anak termasuk penurunan berat badan, keterlambatan pertumbuhan, pubertas yang tertunda, diare kronis atau sembelit, sakit perut, dan gigi kuning / berubah warna

Kanker mulut

  • Kanker ini mempengaruhi salah satu bagian mulut atau rongga mulut yang berfungsi, seperti bibir, pipi, gigi, gusi, dua pertiga bagian depan lidah, atap, dan dasar mulut.
  • Bisul, bercak putih, atau bercak merah bisa muncul di dalam mulut atau pada bibir yang tidak kunjung sembuh
  • Penurunan berat badan, pendarahan gusi, sakit telinga, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher adalah gejala lain yang bisa ditimbulkan oleh kanker mulut

Pemphigus vulgaris

  • Pemfigus vulgaris adalah penyakit autoimun yang langka
  • Pemfigus vulgaris mempengaruhi kulit dan selaput lendir mulut, tenggorokan, hidung, mata, alat kelamin, anus, dan paru-paru
  • Luka melepuh pada kulit yang terasa gatal, mudah pecah dan berdarah
  • Luka melepuh di mulut dan tenggorokan dapat menyebabkan rasa sakit saat menelan dan makan

Apa saja gejala luka pada rongga mulut?

Dalam kebanyakan kasus, luka rongga mulut menyebabkan kemerahan dan rasa sakit, terutama saat makan dan minum. Luka rongga mulut juga dapat menyebabkan sensasi terbakar atau kesemutan di sekitar luka. Tergantung pada ukuran, keparahan, dan lokasi luka di mulut Anda, luka rongga mulut dapat membuat Anda kesulitan untuk makan, minum, menelan, berbicara, atau bernafas. Luka juga dapat berkembang menjadi luka melepuh.

Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • luka yang berdiameter lebih dari setengah inci
  • sering munculnya luka pada rongga mulut
  • ruam
  • nyeri sendi
  • demam
  • diare

Apa yang menyebabkan luka pada mulut?

Beberapa hal dapat menyebabkan luka pada mulut, mulai dari penyebab kecil sehari-hari hingga penyakit serius. Biasanya, luka pada rongga mulut dapat terjadi ketika Anda:

  • menggigit lidah, pipi, atau bibir Anda
  • mulut terbakar
  • mengalami iritasi akibat benda tajam, seperti kawat gigi, retainer, atau gigi palsu
  • sikat gigi Anda terlalu keras, atau menggunakan sikat gigi yang sangat kuat
  • mengunyah tembakau
  • terinfeksi virus herpes simpleks

Penyedia layanan kesehatan tidak tahu apa yang menyebabkan luka rongga mulut . Namun, luka ini tidak menular. Anda mungkin lebih rentan mengalami luka pada rongga mulut karena:

  • sistem kekebalan tubuh yang melemah karena penyakit atau stres
  • perubahan hormon
  • kekurangan vitamin, terutama folat dan B12
  • masalah usus, seperti penyakit Crohn atau sindrom iritasi usus besar (IBS)

Kadang-kadang, luka rongga mulut adalah hasil dari - atau reaksi terhadap - hal berikut:

  • obat bebas atau resep
  • gingivostomatitis
  • mononukleosis infeksius
  • luka rongga mulut oral
  • penyakit tangan, kaki, dan mulut
  • radiasi atau kemoterapi
  • gangguan autoimun
  • gangguan perdarahan
  • kanker
  • Penyakit celiac
  • infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • sistem kekebalan yang melemah karena AIDS atau transplantasi organ baru-baru ini

Apakah luka pada mulut perlu didiagnosis?

Anda biasanya dapat mengetahui kapan Anda mengalami luka pada mulut tanpa memerlukan diagnosis dari penyedia layanan kesehatan. Namun, Anda harus mengunjungi penyedia layanan kesehatan Anda jika:

  • memiliki bercak putih di luka Anda; ini mungkin merupakan tanda leukoplakia dan lichen planus oral
  • memiliki, atau curiga Anda mungkin menderita herpes simpleks atau infeksi lain
  • memiliki luka yang tidak hilang atau bertambah buruk setelah beberapa minggu
  • mulai menggunakan pengobatan baru
  • memulai pengobatan kanker
  • baru-baru ini menjalani operasi transplantasi

Saat Anda pergi ke dokter, penyedia layanan kesehatan Anda akan memeriksa mulut, lidah, dan bibir Anda. Jika mereka mencurigai Anda menderita kanker, mereka mungkin melakukan biopsi dan menjalankan beberapa tes.

Bagaimana perawatan luka pada rongga mulut?

luka rongga mulut yang kecil biasanya akan hilang secara alami dalam 10 hingga 14 hari, tetapi luka rongga mulut bisa bertahan hingga enam minggu. Beberapa penanganan sederhana di rumah mungkin dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan. Anda mungkin ingin:

  • menghindari makanan yang panas, pedas, asin, asam, dan tinggi gula
  • menghindari tembakau dan alkohol
  • berkumur dengan air garam
  • makan es, atau makan makanan dingin lainnya
  • minum obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen ( Tylenol )
  • menghindari meremas atau mencungkil luka atau lecet
  • mengoleskan sedikit larutan soda kue dan air
  • mengoleskan perlahan larutan yang merupakan 1 bagian hidrogen peroksida dan 1 bagian air
  • menanyakan kepada apoteker Anda tentang obat-obatan, pasta, atau obat kumur lainnya yang mungkin dapat membantu.

Jika Anda pergi ke dokter untuk menangani luka rongga mulut, dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit, obat antiinflamasi, atau gel steroid. Jika luka pada mulut Anda disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyediakan obat untuk mengobati infeksi tersebut.

Dalam kasus kanker mulut, biopsi akan dilakukan terlebih dahulu. Setelah itu, Anda mungkin perlu pembedahan atau kemoterapi.

Bisakah luka rongga mulut dicegah?

Tidak ada cara mutlak untuk mencegah terjadinya luka rongga mulut. Namun, Anda dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengurangi kemungkinan hal ini terjadi. Beberapa langkah yang mungkin dapat Anda lakukan meliputi :

  • menghindari makanan dan minuman yang sangat panas
  • mengunyah perlahan
  • menggunakan sikat gigi yang lembut dan praktik kebersihan gigi secara teratur
  • menemui dokter gigi Anda jika ada perangkat keras atau gigi palsu yang dapat menyebabkan iritasi pada mulut Anda
  • mengurangi stres
  • makan makanan yang seimbang
  • mengurangi atau menghilangkan makanan yang dapat mengiritasi, seperti makanan pedas
  • minum suplemen vitamin, terutama vitamin B
  • minum banyak air
  • jangan merokok atau menggunakan tembakau
  • hindari atau batasi konsumsi alkohol
  • lindungi bibir Anda saat berjemur, atau gunakan lip balm SPF 15

Adakah efek jangka panjang dari luka rongga mulut?

Dalam kebanyakan kasus, luka rongga mulut tidak memiliki efek jangka panjang.

Jika Anda memiliki herpes simpleks, luka mungkin muncul kembali. Dalam beberapa kasus, cold sores yang parah dapat meninggalkan jaringan parut. Luka pada rongga mulut lebih sering terjadi jika Anda:

  • sedang stres
  • sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • menerima terlalu banyak paparan sinar matahari
  • Memiliki luka di kulit sekitar mulut Anda

Dalam kasus kanker, efek samping jangka panjang dan kemungkinan sembuh Anda tergantung pada jenis, keparahan, dan pengobatan kanker Anda.

Ditinjau secara medis oleh Christine Frank, DDS pada 14 Juni 2017 -Ditulis oleh Julie Roddick

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit