Neurocognitive Disorder - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 28, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Gangguan neurokognitif adalah sekelompok kondisi yang sering menyebabkan gangguan fungsi mental. Gangguan neurokognitif juga disebut Sindrom otak organik. 

Gangguan neurokognitif sering ditemukan pada lansia, tetapi gangguan neurokognitif juga dapat terjadi pada orang yang lebih muda. Gangguan fungsi mental dapat meliputi:

  • masalah dengan memori
  • perubahan perilaku
  • kesulitan memahami bahasa
  • kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari

Apa penyebab terjadinya gangguan neurokognitif

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer atau demensia. Penyakit neurodegeneratif menyebabkan otak dan saraf memburuk dari waktu ke waktu, mengakibatkan hilangnya fungsi saraf secara bertahap. 

Gangguan neurokognitif juga dapat muncul sebagai akibat trauma otak atau penyalahgunaan zat. Penyedia layanan kesehatan biasanya dapat menentukan penyebab gangguan neurokognitif berdasarkan gejala yang dilaporkan dan hasil tes diagnostik. Penyebab dan keparahan gangguan neurokognitif dapat membantu penyedia layanan kesehatan menentukan pengobatan terbaik.

Penyebab paling umum dari gangguan neurokognitif adalah penyakit neurodegeneratif. Penyakit neurodegeneratif yang dapat menyebabkan perkembangan gangguan neurokognitif meliputi:

Namun, pada orang di bawah usia 60 tahun, kelainan neurokognitif lebih mungkin terjadi akibat cedera atau infeksi. Kondisi non degeneratif yang dapat menyebabkan gangguan neurokognitif meliputi:

  • gegar otak
  • cedera otak traumatis yang menyebabkan pendarahan di otak atau ruang di sekitar otak
  • Stroke akibat penyumbatan darah
  • meningitis
  • radang otak
  • keracunan pada seluruh sistem aliran darah (sepsis)
  • penyalahgunaan narkoba atau alkohol
  • kekurangan vitamin

Prospek jangka panjang untuk orang dengan gangguan neurokognitif tergantung pada penyebabnya. Ketika penyakit neurodegeneratif menyebabkan gangguan neurokognitif, kondisinya biasanya akan memburuk dari waktu ke waktu. Dalam kasus lain, penurunan fungsi mental mungkin hanya bersifat sementara, sehingga beberapa orang dapat pulih sepenuhnya.

Gejala-gejala gangguan neurokognitif?

Gejala-gejala gangguan neurokognitif dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Ketika kondisi ini terjadi sebagai akibat penyakit neurodegeneratif, orang mungkin mengalami:

Gejala lain yang mungkin terjadi pada orang dengan gangguan neurokognitif meliputi:

Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan neurokognitif?

Gangguan neurokognitif disebabkan oleh banyak penyebab. Untuk mencegah terjadinya gangguan neurokognitif, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Gangguan neurokognitif yang disebabkan oleh penyakit neurodegeneratif tidak bisa dicegah, karena penyakit tersebut memburuk seiring bertambahnya usia. 

Sedangkan gangguan neuro kognitif yang disebabkan oleh beberapa hal seperti penggunaan alkohol, stroke ,trauma dan kekurangan mikronutrien tertentu dapat dicegah berdasarkan penyebabnya masing-masing.

Diagnosis gangguan neurokognitif

Gangguan neurokognitif tidak disebabkan oleh gangguan mental. Namun, banyak gejala gangguan neurokognitif mirip dengan gangguan mental tertentu, termasuk skizofrenia, depresi, dan psikosis. 

Untuk memastikan diagnosis yang akurat, penyedia layanan kesehatan akan melakukan berbagai tes diagnostik yang dapat membedakan gejala gangguan neurokognitif dengan gangguan mental. Pemeriksaan yang dapat dilakukan termasuk:

  • cranial CT scan: Tes ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran terperinci tengkorak, otak, sinus, dan rongga mata. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memeriksa jaringan lunak di otak.
  • pemindaian MRI kepala: Tes pencitraan ini menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar otak secara terperinci. Gambar-gambar ini dapat menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak.
  • pemindaian positron emission tomography (PET): Pemindaian PET menggunakan pewarnaan (kontras) khusus yang mengandung pelacak radioaktif. Pelacak ini disuntikkan ke dalam vena dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan dapat menunjukan bagian area yang rusak.
  • electroencephalogram (EEG): EEG mengukur aktivitas listrik di otak. Tes ini dapat membantu mendeteksi masalah yang terkait dengan aktivitas otak.

Pengobatan gangguan neurokognitif

Perawatan untuk mengatasi gangguan neurokognitif bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Kondisi tertentu mungkin hanya memerlukan istirahat dan obat-obatan. 

Namun dalam kasus yang lain, penyakit neurodegeneratif mungkin memerlukan berbagai jenis terapi. Perawatan untuk gangguan neurokognitif dapat meliputi:

  • tirah baring untuk memberikan waktu cedera untuk sembuh.
  • obat pereda nyeri, seperti indometasin, untuk meredakan sakit kepala
  • antibiotik untuk membersihkan sisa infeksi pada otak, seperti meningitis
  • operasi untuk memperbaiki kerusakan otak yang parah
  • terapi okupasi untuk membantu mengembangkan kembali keterampilan sehari-hari
  • terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan fleksibilitas


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Timothy J. Legg PhD, PMHNP-BC, Neurocognitive disorder (https://www.healthline.com/health/organic-brain-syndrome), 28 January 2016.
Timothy J. Legg, Ph.D., CRNP, Neurocognitive disorder (https://www.medicalnewstoday.com/articles/314850.php), 22 September 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app