Neurocognitive disorder - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 237.855 orang

Gangguan neurokognitif adalah sekelompok kondisi yang sering menyebabkan gangguan fungsi mental. Gangguan neurokognitif juga disebut Sindrom otak organik. 

Gangguan neurokognitif sering ditemukan pada lansia, tetapi gangguan neurokognitif juga dapat terjadi pada orang yang lebih muda. Gangguan fungsi mental dapat meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • masalah dengan memori
  • perubahan perilaku
  • kesulitan memahami bahasa
  • kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari

Apa penyebab terjadinya gangguan neurokognitif

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer atau demensia. Penyakit neurodegeneratif menyebabkan otak dan saraf memburuk dari waktu ke waktu, mengakibatkan hilangnya fungsi saraf secara bertahap. 

Gangguan neurokognitif juga dapat muncul sebagai akibat trauma otak atau penyalahgunaan zat. Penyedia layanan kesehatan biasanya dapat menentukan penyebab gangguan neurokognitif berdasarkan gejala yang dilaporkan dan hasil tes diagnostik. Penyebab dan keparahan gangguan neurokognitif dapat membantu penyedia layanan kesehatan menentukan pengobatan terbaik.

Penyebab paling umum dari gangguan neurokognitif adalah penyakit neurodegeneratif. Penyakit neurodegeneratif yang dapat menyebabkan perkembangan gangguan neurokognitif meliputi:

  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Huntington
  • demensia
  • penyakit prion
  • multiple sclerosis

Namun, pada orang di bawah usia 60 tahun, kelainan neurokognitif lebih mungkin terjadi akibat cedera atau infeksi. Kondisi non degeneratif yang dapat menyebabkan gangguan neurokognitif meliputi:

  • gegar otak
  • cedera otak traumatis yang menyebabkan pendarahan di otak atau ruang di sekitar otak
  • Stroke akibat penyumbatan darah
  • meningitis
  • radang otak
  • keracunan pada seluruh sistem aliran darah (sepsis)
  • penyalahgunaan narkoba atau alkohol
  • kekurangan vitamin

Prospek jangka panjang untuk orang dengan gangguan neurokognitif tergantung pada penyebabnya. Ketika penyakit neurodegeneratif menyebabkan gangguan neurokognitif, kondisinya biasanya akan memburuk dari waktu ke waktu. Dalam kasus lain, penurunan fungsi mental mungkin hanya bersifat sementara, sehingga beberapa orang dapat pulih sepenuhnya.

Gejala-gejala gangguan neurokognitif?

Gejala-gejala gangguan neurokognitif dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Ketika kondisi ini terjadi sebagai akibat penyakit neurodegeneratif, orang mungkin mengalami:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Hilang ingatan
  • kebingungan
  • kegelisahan

Gejala lain yang mungkin terjadi pada orang dengan gangguan neurokognitif meliputi:

  • sakit kepala, terutama pada mereka yang mengalami gegar otak atau cedera otak traumatis
  • ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau fokus
  • kehilangan ingatan jangka pendek
  • kesulitan melakukan tugas rutin, seperti mengemudi
  • sulit berjalan dan menyeimbangkan
  • Gangguan penglihatan

Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan neurokognitif?

Gangguan neurokognitif disebabkan oleh banyak penyebab. Untuk mencegah terjadinya gangguan neurokognitif, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Gangguan neurokognitif yang disebabkan oleh penyakit neurodegeneratif tidak bisa dicegah, karena penyakit tersebut memburuk seiring bertambahnya usia. 

Sedangkan gangguan neuro kognitif yang disebabkan oleh beberapa hal seperti penggunaan alkohol, stroke ,trauma dan kekurangan mikronutrien tertentu dapat dicegah berdasarkan penyebabnya masing-masing.

Diagnosis gangguan neurokognitif

Gangguan neurokognitif tidak disebabkan oleh gangguan mental. Namun, banyak gejala gangguan neurokognitif mirip dengan gangguan mental tertentu, termasuk skizofrenia, depresi, dan psikosis. 

Untuk memastikan diagnosis yang akurat, penyedia layanan kesehatan akan melakukan berbagai tes diagnostik yang dapat membedakan gejala gangguan neurokognitif dengan gangguan mental. Pemeriksaan yang dapat dilakukan termasuk:

  • cranial CT scan: Tes ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran terperinci tengkorak, otak, sinus, dan rongga mata. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memeriksa jaringan lunak di otak.
  • pemindaian MRI kepala: Tes pencitraan ini menggunakan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar otak secara terperinci. Gambar-gambar ini dapat menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak.
  • pemindaian positron emission tomography (PET): Pemindaian PET menggunakan pewarnaan (kontras) khusus yang mengandung pelacak radioaktif. Pelacak ini disuntikkan ke dalam vena dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan dapat menunjukan bagian area yang rusak.
  • electroencephalogram (EEG): EEG mengukur aktivitas listrik di otak. Tes ini dapat membantu mendeteksi masalah yang terkait dengan aktivitas otak.

Pengobatan gangguan neurokognitif

Perawatan untuk mengatasi gangguan neurokognitif bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Kondisi tertentu mungkin hanya memerlukan istirahat dan obat-obatan. 

Namun dalam kasus yang lain, penyakit neurodegeneratif mungkin memerlukan berbagai jenis terapi. Perawatan untuk gangguan neurokognitif dapat meliputi:

  • tirah baring untuk memberikan waktu cedera untuk sembuh.
  • obat pereda nyeri, seperti indometasin, untuk meredakan sakit kepala
  • antibiotik untuk membersihkan sisa infeksi pada otak, seperti meningitis
  • operasi untuk memperbaiki kerusakan otak yang parah
  • terapi okupasi untuk membantu mengembangkan kembali keterampilan sehari-hari
  • terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan fleksibilitas

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit