Mulut Anda Terasa Panas, Sindrom Ini Mungkin Penyebabnya

Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Pernahkah Anda mengalami lidah dan mulut yang menjadi terasa sangat panas juga sakit saat Anda mengonsumsi makanan dan minuman yang amat panas ? 

Selain karena konsumsi makanan atau minuman panas, hal ini rupanya juga bisa terjadi ketika Anda mengonsumsi makanan pedas. 

Namun, biasanya terasa panas tersebut hanya beberapa saat saja. Apabila rasa panas di dalam mulut dan lidah Anda terjadi selama berhari-hari atau berbulan-bulan, sedangkan Anda sudah tidak mengonsumsi makanan dan minuman panas atau pedas, bisa jadi karena gangguan kesehatan tertentu. 

Gangguan tersebut dikenal sebagai burning mouth syndrome/sindrom mulut panas. Kemudian, apakah yang menjadi faktor penyebab sindrom tersebut ? Untuk lebih memahaminya, mari simak penjelasannya berikut ini.

Kenali burning mouth syndrome/sindrom mulut panas

Sindrom ini merupakan istilah medis yang menjelaskan kondisi seseorang yang  merasa mulutnya seperti terbakar/kesemutan tanpa adanya penyebab yang jelas.

Biasanya, sindrom ini akan menyebabkan lidah terasa seperti tersiram air panas. Sensasi tersebut juga bisa terasa di bagian mulut lain, misalnya gusi, bibir, pipi bagian dalam dan langit-langit mulut.

Sindrom ini sebenarnya termasuk gangguan kesehatan yang jarang terjadi, karena hanya 2% dari seluruh orang di dunia yang pernah mengidapnya. 

Sindrom ini dapat terjadi dalam jangka waktu lama, namun pada sebagian orang lainnya dapat mengalaminya dengan tiba-tiba yang kemudian berkembang secara bertahap.

Burning mouth syndrome ini masih sulit didiagnosis serta diatasi, karena penyebab pastinya masih belum diketahui dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Penyebab mulut panas dan terbakar karena burning mouth syndrome

Kondisi ini penyebabnya dibagi menjadi 2, yaitu penyebab primer dan sekunder.

1. Penyebab Primer

Penyebab primer adalah kondisi dimana Anda ketika mengalami mulut terasa panas dan terbakar kemudian Anda coba periksakan ke dokter. 

Namun, ternyata dokter tidak menemukan gangguan kesehatan apapun di mulut Anda. Kondisi ini disebut dengan sindrom mulut panas primer/idiopatik.

Menurut beberapa studi, kondisi ini diduga akibat adanya gangguan di saraf perasa serta sensorik sistem saraf pusat.

2. Penyebab Sekunder

Kemudian, jika mulut yang terasa panas diakibatkan oleh gangguan kesehatan tertentu, kondisi ini disebut dengan sindrom mulut panas sekunder. Misalnya seperti :

  • Mulut kering/xerostomia, yang mungkin disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, gangguan dan fungsi kelenjar ludah/efek samping pengobatan kanker;
  • Gangguan mulut lainnya : sariawan, lichen planus/bercak putih tebal pada mulut dan lidah, lidah geografis/peradangan lidah yang menimbulkan lesi berbentuk seperti pulau-pulau dalam peta;
  • Kekurangan nutrisi, misalnya zat besi, seng, asam folat/vitamin B9, thiamin/vitamin B1, riboflavin/vitamin B2, piridoksin/vitamin B6, serta kobalamin/vitamin B12;
  • Memakai gigi palsu ( tidak cocok dan menimbulkan gangguan di otot serta jaringan mulut);
  • Alergi akibat makanan, bahan tambahan makanan/zat pewarna dalam makanan;
  • Naiknya asam lambung/GERD, naiknya makanan dari lambung ke kerongkongan;
  • Konsumsi obat tertentu, khususnya obat hipertensi;
  • Kebiasaan buruk, misalnya menggigit ujung lidah/menggertakkan gigi (bruxism);
  • Gangguan endokrin (diabetes/hipotiroidisme);
  • Iritasi mulut berlebihan akibat membersihkan lidah yang berlebihan, memakai pasta gigi yang abrasif, terlalu sering menggunakan obat kumur, terlalu banyak konsumsi minuman asam; 
  • Faktor psikologis : kecemasan, depresi/stres; dan
  • Berubahnya hormon, yang bisa berhibungan dengan menopause/penyakit tiroid.

Beberapa gejala sindrom mulut panas

Seperti yang diungkapkan oleh Mayo Clinic, tanda-tanda/gejala sindrom mulut panas memang tak mudah untuk diamati lewat kondisi fisik lidah dan mulut. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala yang patut Anda waspadai, seperti :

  • Sensasi tersiram air panas pada lidah, serta mungkin keseluruhan bagian mulut Anda;
  • Mulut kering dan mudah haus;
  • Mulut pahit; dan
  • Lidah kebas/mati rasa.

Gejala tersebut mungkin akan berbeda-beda jangka waktu dirasakannya oleh tiap orang. Beberapa mungkin akan merasakannya setiap hari, semenjak bangun tidur, akan tetapi ada juga yang hanya merasakannya di waktu-waktu tertentu.

Meskipun demikian, burning mouth syndrom atau sindrom mulut panas ini biasanya mampu bertahan hingga berbulan-bulan/bertahun-tahun. 

Maka dari itu, sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter apabila mengalami beberapa gejala di atas guna ditangani lebih lanjut.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Coping with chronic pain. American Psychological Association. http://www.apa.org/helpcenter/chronic-pain.aspx.
Moghadam-Kia S, et al. A diagnostic and therapeutic approach to primary burning mouth syndrome. Clinics in Dermatology. 2017;35:453.
Klasser GD, et al. Burning mouth syndrome. Oral and Maxillofacial Surgery Clinics of North America. 2016;28:381.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app