Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Lichen Planus: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Jun 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 780.393 orang

Sistem kekebalan atau sistem imun merupakan sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri,  protozoa, dan parasit.

Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Autoimun adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya yang membuat respon kekebalan melawan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun.

Pada artikel ini secara khusus akan membahas salah satu penyakit yang diduga disebabkan oleh faktor autoimun, yaitu lichen planus. 

Berikut penjelasan mengenai penyakit tersebut. Selamat membaca.

Apa sih penyakit lichen planus itu dan apa penyebabnya?

Lichen planus merupakan penyakit pada kulit dan mukosa. Penyakit ini adalah penyakit kronis, autoimun, dan disertai radang. Awal munculnya lichen planus pada kulit ditandai dengan adanya papula kecil termasuk bulbous, atropi dan erosi. Sedangkan pada daerah mukosa, seperti mulut atau vagina, penyakit ini ditandai dengan bercak putih yang kadang terasa nyeri.

Terjadinya penyakit ini biasanya akut, mengenai permukaan pergelangan tangan, lengan, dan kaki. Angka lichen planus lebih kurang 1% dari seluruh kejadian infeksi kulit dan terjadinya penyakit ini pada daerah mulut yaitu sekitar 50-70%.

Sampai saat ini penyebab terjadinya penyakit lichen planus tidak diketahui secara pasti, meskipun bukti menunjukkan bahwa lichen planus adalah kelainan imunologik, kemungkinan suatu penyakit autoimun, di mana limfosit T merusak lapisan sel basal dari epitel yang terkena.

Apa saja tanda dan gejala terjadinya lichen planus?

Tanda dan gejala pada penyakit lichen planus tergantung pada lokasi munculnya lesi. Gejala umum lichen planus pada kulit adalah munculnya ruam kulit kecil berwarna merah keunguan dan menonjol, yang jumlah dan ukurannya bisa beragam. Ruam bisa muncul di bagian tubuh mana pun, namun lebih sering muncul di lengan bagian dalam, tungkai bagian dalam, atau punggung.

Pada beberapa individual, penyakit lichen planus dapat terjadi pada mulut, area genital, rambut, dan kuku. Lapisan yang tebal dapat muncul terutama pada tulang kering. Lepuhan jarang terjadi tetapi pada beberapa individual benjolan dapat muncul di area trauma.

Sekitar dua puluh persen lichen planus pada kulit menimbulkan gejala minimal dan tidak membutuhkan perawatan. Tetapi pada banyak kasus terjadi gatal-gatal yang konstan dan intens.

Sedangkan lichen planus pada mulut akan tampak sebagai garis putih, papule putih, tanda-tanda putih, kemerahan, erosi, maupun lepuhan yang tampak mendominasi mukosa bukal, lidah, dan gusi, walaupun juga muncul di tempat-tempat lain. 

Penyakit ini timbul pada 1-2 persen populasi umum orang dewasa dan merupakan penyakit mukosa oral non-infeksius yang paling banyak terjadi berdasarkan klinik patologi oral dan oral medicine. Lichen planus pada mulut timbul lebih banyak pada wanita dibanding pada laki-laki.

Diagnosis Lichen Planus

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter biasanya akan mengamati lesi ruam di kulit. Bila diperlukan, dokter dapat menganjurkan prosedur biopsi untuk memastikan hasil diagnosis

Selain itu, beberapa pemeriksaan lainnya seperti tes darah dan tes alergi dapat dilakukan. Tes darah ini bertujuan untuk melihat apakah pasien memiliki faktor pemicu yang dapat menimbulkan lichen planus, seperti hepatitis C.

Bagaimana cara mengobati penderita dengan lichen planus?

Umunya pada kasus lichen planus ringan, pasien bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun pada kasus lichen planus parah, pasien akan diberikan pengobatan untuk menangani kondisinya, seperti:

  • Kortikosteroid (salep, suntikan, tablet)
  • Antihistamin
  • Imunosupresan
  • Fototerapi

Penggunaan kortikosteroid topikal harus dipantau dengan cermat untuk melihat perubahan menjadi keganasan pada tipe erosi. Waspadai infeksi kandida yang sering memperparah dan menghambat proses penyembuhan. Prognosis untuk lichen planus cukup baik, karena kebanyakan kasus akan pulih dalam 18 bulan. Tetapi beberapa kasus biasanya bisa kambuh kembali.

Bagi pasien dengan lichen planus di mulut, disarankan untuk sering memeriksakan kebersihan gigi dan mulut ke dokter gigi. Pasien bisa meminta dokter untuk membersihkan karang gigi dan mengganti tambalan gigi yang rusak untuk menghilangkan masalah tidak nyaman di mulut

Hindari konsumsi makanan atau minuman pedas dan asam, juga yang terlalu panas atau terlalu dingin. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol untuk mengurangi sakit pada mulut, serta gunakan sikat gigi yang lembut dan gosok gigi secara teratur. Penting untuk mengunjungi dokter gigi setiap 6 atau 12 bulan untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Semoga bermanfaat. 


Referensi

American Academy of Dermatology Association. (2018). Lichen Planus

Ellis, ME. Healthline (2016). Lichen Planus.

Gorouhi, F, et al. (2014). Cutaneous and Mucosal Lichen Planus: A Comprehensive Review of Clinical Subtypes, Risk Factors, Diagnosis, and Prognosis. Scientific World Journal (italic). 2014. pp. 742826.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit