Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Lichen Planus: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 17, 2019 Tinjau pada NOV 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.276.781 orang

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh merupakan sistem pertahanan tubuh sebagai upaya perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri,  protozoa, dan parasit.

Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas dan untuk melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Autoimun adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri yang membuat respon kekebalan melawan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun dan salah satu penyakit yang diduga disebabkan oleh faktor autoimun, yaitu lichen planus. 

Apakah penyakit Lichen Planus itu?

Lichen planus adalah penyakit pada kulit dan mukosa dan merupakan penyakit kronis, autoimun, dan disertai radang. Awal munculnya lichen planus pada kulit ditandai dengan adanya papula kecil termasuk bulbous, atropi dan erosi. Sedangkan pada daerah mukosa, seperti mulut atau vagina, penyakit ini ditandai dengan bercak putih yang kadang terasa nyeri.

Terjadinya penyakit ini biasanya akut, mengenai permukaan pergelangan tangan, lengan, dan kaki. Angka lichen planus lebih kurang 1% dari seluruh kejadian infeksi kulit dan terjadinya penyakit ini pada daerah mulut yaitu sekitar 50-70%.

Mengenai Lichen Planus

Penyebab Lichen Planus

Sampai saat ini penyebab terjadinya penyakit lichen planus tidak diketahui secara pasti, meskipun bukti menunjukkan bahwa lichen planus adalah kelainan imunologik, suatu penyakit autoimun di mana limfosit T merusak lapisan sel basal dari epitel yang terkena.

Kondisi ini paling sering dialami oleh orang lanjut usia terutama wanita yang memiliki risiko lebih besar dibandingkan pria. Faktor lain adalah riwayat keluarga dengan kondisi menderita lichen planus ataupun akibat paparan bahan kimia yang menjadi alergen seperti antibiotik, arsenik, dan senyawa iodida.

Gejala Lichen Planus

Tanda dan gejala penyakit lichen planus tergantung pada lokasi munculnya lesi. Gejala umum lichen planus pada kulit adalah munculnya ruam kulit kecil berwarna merah keunguan dan menonjol yang jumlah dan ukurannya bisa beragam. Ruam bisa muncul di bagian tubuh mana pun, namun lebih sering muncul di lengan bagian dalam, tungkai bagian dalam, atau punggung.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pada beberapa kasus, penyakit lichen planus dapat terjadi pada mulut, area genital, rambut, dan kuku. Lapisan yang tebal dapat muncul terutama pada tulang kering. Lepuhan jarang terjadi, tetapi pada beberapa kasus, benjolan dapat muncul di area trauma.

Sekitar 20 persen kasus lichen planus pada kulit menimbulkan gejala minimal dan tidak membutuhkan perawatan. Tetapi pada banyak kasus terjadi gatal-gatal yang konstan dan intens.

Sedangkan lichen planus pada mulut akan tampak sebagai garis putih, papule putih, tanda-tanda putih, kemerahan, erosi, maupun lepuhan yang tampak mendominasi mukosa bukal, lidah, dan gusi, walaupun juga muncul di tempat lain.

Penyakit lichen planus hanya mungkin terjadi pada 1-2% orang dewasa sehingga sangat jarang terjadi. Penyakit lichen planus merupakan penyakit mukosa oral non-infeksius yang paling banyak terjadi berdasarkan klinik patologi oral dan oral medicine. Lichen planus pada mulut timbul lebih banyak pada wanita dibanding pada laki-laki.

Diagnosis Lichen Planus

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter biasanya akan mengamati lesi ruam di kulit. Bila diperlukan, dokter dapat menganjurkan prosedur biopsi untuk memastikan hasil diagnosis

Selain itu, beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis lichen planus lainnya dapat berupa tes darah dan tes alergi. Tes darah bertujuan untuk melihat apakah pasien memiliki faktor pemicu yang dapat menimbulkan lichen planus, seperti hepatitis C atau tidak.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pengobatan Lichen Planus

Umunya pada kasus lichen planus ringan, pasien bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun pada kasus lichen planus parah, pasien akan diberikan pengobatan untuk menangani kondisinya, seperti:

  • Kortikosteroid (salep, suntikan, tablet)
  • Antihistamin
  • Imunosupresan
  • Fototerapi

Penggunaan kortikosteroid topikal harus dipantau dengan cermat untuk melihat perubahan menjadi keganasan pada tipe erosi. Waspadai infeksi kandida yang sering memperparah dan menghambat proses penyembuhan. Prognosis untuk lichen planus cukup baik karena kebanyakan kasus akan pulih dalam 18 bulan. Tetapi pada beberapa kasus biasanya penyakit lichen planus bisa kambuh kembali.

Bagi pasien dengan lichen planus di mulut disarankan untuk sering memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi. Pasien bisa meminta dokter untuk membersihkan karang gigi dan mengganti tambalan gigi yang rusak untuk menghilangkan masalah tidak nyaman di mulut.

Pencegahan Lichen Planus

Lichen planus merupakan kondisi yang disebabkan oleh kelainan autoimun, sehingga sulit untuk menemukan cara mencegahnya. Tetapi untuk meminimalisir gejala, Anda perlu menjaga kesehatan mulut dan gigi serta memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, beberapa hal berikut juga perlu diperhatikan:

  • Hindari konsumsi makanan atau minuman pedas dan asam, juga yang terlalu panas atau terlalu dingin
  • Hentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol untuk mengurangi sakit pada mulut
  • Gunakan sikat gigi yang lembut dan gosok gigi secara teratur
  • Memeriksakan diri ke dokter gigi setiap 6 atau 12 bulan sekali untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut

Referensi

American Academy of Dermatology Association. (2018). Lichen Planus

Ellis, ME. Healthline (2016). Lichen Planus.

Gorouhi, F, et al. (2014). Cutaneous and Mucosal Lichen Planus: A Comprehensive Review of Clinical Subtypes, Risk Factors, Diagnosis, and Prognosis. Scientific World Journal (italic). 2014. pp. 742826.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini