Kehamilan

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan Yang Harus Bunda Tahu

Update terakhir: Mar 9, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 488.538 orang

Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan Yang Harus Bunda Tahu

Di berbagai negara, termasuk Indonesia tak luput dari beragam bentuk mitos yang berkaitan erat dengan kehamilan. Beberapa diantaranya bahkan bersifat turun-temurun dan dipercayai hingga kini. Agar tak tersesat pada pemahaman yang salah, ketahui berbagai macam mitos dan fakta seputar kehamilan berikut ini.

Inilah berbagai macam mitos dan fakta seputar kehamilan yang wajib diketahui

1. Makan Nanas Menyebabkan Keguguran

Nanas menjadi salah satu makanan yang acap kali dilabeli buruk bagi ibu hamil lantaran dipercaya dapat menyebabkan keguguran. Memang, di dalam buah nanas terkandung enzim bromelain yang diketahui dapat memecah protein dalam tubuh dan menyebabkan perdarahan abnormal.

Namun imbas buruk itu hanya akan terjadi apabila ibu hamil mengonsumsi nanas dalam jumlah yang sangat besar, sekitar 7-10 nanas segar dalam satu waktu. Dalam jumlah terbatas, mengonsumsi nanas selama kehamilan justru dapat mendatangkan kebaikan, baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.

Pasalnya, di dalam nanas terkandung banyak vitamin C, folat, zat besi, magnesium, mangan, tembaga, vitamin B-6 dan beberapa nutrisi lainnya yang begitu dibutuhkan tubuh. Jadi tak mengapa bila ingin mengonsumsi nanas saat hamil. Kuncinya konsumsilah dalam jumlah terbatas, 1-2 dua potong ukuran sedang dirasa cukup.

2. Ibu Hamil Dilarang Olahraga

Mitos lainnya yang kerap beredar di masyarakat adalah adanya larangan untuk berolahraga selama kehamilan karena dianggap dapat membahayakan ibu juga bayi dalam kandungan. Nyatanya, olahraga saat hamil justru sangat dianjurkan, mengingat ada beragam manfaat didalamnya.

Misal seperti mencegah berat badan berlebih, membantu meningkatkan kemungkinan melahirkan secara normal, mempermudah sekaligus mempersingkat proses persalinan dan lainnya.

Namun tentu olahraga yang dilakukan pada saat kehamilan tidaklah dapat disamakan pada saat belum berbadan dua. Pilihlah olahraga yang ringan, minim risiko dan tidak menuntut begitu banyak gerakan, seperti jalan santai, pilates, berenang dan lain sebagainya. Selengkapnya baca: 6 Jenis Olahraga untuk Ibu Hamil yang Sangat Dianjurkan

3. Memelihara Kucing Menyebabkan Toksoplasmasis

Selama ini kucing kerap dianggap ancaman bagi ibu hamil lantaran diyakini sebagai penyebab utama terjadinya penyakit toksoplasmosis. Pernyataan ini tak sepenuhnya benar, namun tak pula 100% salah.

Pada dasarnya, ibu hamil hanya dapat terinfeksi dengan parasit T. gondii bila terpapar langsung oleh kotoran kucing yang sering makan daging mentah atau hewan liar. Jadi, bila benar-benar merasa dapat menjaga kebersihan diri sendiri dan kucing yang dimiliki tak masalah untuk terus berdekatan dengan kucing kesayangan.

Yang terbaik adalah dengan meminta bantuan suami atau anggota keluarga lainnya untuk dapat membersihkan litter box si kucing. Jikalau benar-benar harus melakukannya sendiri, maka gunakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkannya. Setelah itu, cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih.

Sebenarnya ada beberapa hal lain yang dapat menjadi media penularan parasit T. gondii namun kerap disepelekan. Beberapa diantaranya seperti kegemaran konsumsi makanan mentah atau setengah matang seperti steak, sushi hingga lalapan mentah yang tidak di cuci bersih.

4. Makan Makanan Pedas saat Hamil Berakibat Fatal

Ada sebagian anggapan yang mengatakan bahwa mengonsumsi makanan pedas saat hamil dapat menginduksi persalinan bahkan keguguran. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Satu-satunya risiko terbesar yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, seperti maag atau rasa mulas.

Jadi ibu hamil yang menggemari cita rasa pedas tak perlu khawatir. Konsumsi makanan pedas selama kehamilan tetap diperbolehkan asal tidak berlebihan. Namun bila sebelumnya memiliki riwayat gangguan pencernaan atau sering mengalami mual-mual, maka akan lebih baik untuk menghindarinya.

5. Berhubungan Badan Membahayakan Janin

Hingga saat ini, masih banyak pasangan suami istri yang mempercayai bahwa hubungan badan selama kehamilan dapat membahayakan janin dalam kandungan. Hal ini tak benar adanya. Pasalnya, janin di dalam kandungan terlindungi oleh kantung ketuban, otot rahim yang kuat dan lapisan lendir tebal di mulut rahim yang menjamin keamanannya.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menciptakan posisi yang tepat agar sama-sama merasa nyaman. Beberapa diantaranya seperti posisi side-by-side, woman on top atau on the chair, yakni dengan membiarkan istri duduk di pangkuan suami. Lakukan dengan hati-hati, jangan melakukan guncangan yang terlalu kuat.

Untuk ibu hamil dengan kondisi kehamilan yang berbahaya atau berisiko, misal seperti mengalami plasenta previa, insufisiensi serviks atau kelelahan yang abnormal disarankan untuk dapat menahan hasrat bercintanya terlebih dahulu selama kehamilan guna meminimalisir timbulnya masalah yang tidak diinginkan.

6. Kulit Nampak Bersinar Selama Kehamilan

Beberapa orang mempercayai bahwa selama kehamilan, kulit akan nampak jauh lebih berseri seperti terdapat cahaya alami yang nyata. Mitos satu ini bisa dibilang memiliki beberapa kebenaran. Karena selama kehamilan, terjadi peningkatan darah di dalam tubuh dan lonjakan hormon yang dapat memengaruhi tampilan kulit menjadi lebih sehat dan cerah.

Sayangnya, hal ini tak berlaku untuk semua wanita. Banyak diantaranya justru harus berhadapan dengan sejumlah masalah kulit seperti menumpuknya jerawat dan kulit kering nan kusam. Namun tak perlu terlampau resah, karena sebagian besar masalah seperti ini umumnya akan memudar dengan sendirinya pasca persalinan.

7. Jenis Kelamin Bayi dapat Ditentukan Berdasarkan Bentuk Perut

Tak sedikit orang yang masih mempercayai ihwal jenis kelamin yang dapat diketahui melalui bentuk perut juga detak jantung janin. Jika perut ibu hamil nampak lancip dan condong ke depan maka ia tengah mengandung bayi laki-laki. Sedangkan, bila bentuk perut terlihat bulat dan melebar ke samping maka jenis kelamin yang dikandungnya adalah perempuan.

Begitupun dengan detak jantung janin. Jika terasa cepat, pertanda dari seorang gadis, sementara jika denyut jantung janinnya lambat menunjukkan seorang anak laki-laki. Faktanya, bentuk perut ibu hamil itu sepenuhnya tergantung pada beberapa faktor fisiologis, termasuk otot perut, kekuatan otot perut, jumlah kelahiran, posisi tubuh dan struktur rahim.

Adapun detak jantung janin dapat bervariasi sepanjang kehamilan tergantung pada kesehatan dan usia janin didalamnya. Jadi, baik bentuk perut maupun detak jantung janin, keduanya tidaklah dapat dijadikan alat prediksi dalam menentukan jenis kelamin bayi di dalam kandungan.

Satu-satunya cara terakurat yang dapat dilakukan adalah melalui ultrasonografi (USG) yang tersedia dalam berbagai macam tipe, yakni USG 2D, 3D dan 4D. Bayi berjenis kelamin laki-laki akan nampak adanya skrotum atau kantung kemaluan, sedangkan yang perempuan akan terlihat tanda berupa 3 garis menggambarkan labia.

Sebenarnya masih terdapat beberapa mitos seputar kehamilan lainnya yang banyak beredar dan dipercayai oleh sebagai orang. Misalnya seperti ibu hamil yang melihat gerhana bulan akan melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing, ibu hamil yang harus makan untuk dua orang dan ibu hamil yang tidak boleh mandi karena kotoran pada air diyakini dapat meresap dan mengontaminasi janin.

Namun sekali lagi, itu semua hanya sebatas mitos yang perlu digali lebih dalam lagi kebenarannya. Bijaklah dalam menyikapi segala macam berita atau informasi yang masih simpang siur, terutama yang menyangkut masalah kesehatan. Verifikasikan dengan mencari sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit