Kehamilan

Pre Eklampsia

Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Mar 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Pre Eklampsia

ARTIKEL ASLI

 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Pre eklampsia

Pre eklampsia biasa juga dikenal dengan nama toksemia (lebih tepatnya toksemia gravidarum) Adapun kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah dan meningkatnya kandungan protein pada urin. Wanita yang mengalami pre eklampsia biasanya mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Pre eklampsia biasa terjadi di usia kehamilan 20 minggu atau di masa trimester kedua.

 

Eklampsia

Eklampsia adalah kondisi lanjutan dari pre eklampsia (komplikasi dari preeklamsia berat). Fase eklampsia terjadi bila pada awal serangan tidak ditindak lanjuti sehingga kondisi tekanan darah tinggi tersebut menjadi semakin parah. Dalam kondisi yang semakin serius, biasanya menyebabkan koma bahkan kematian bagi sang ibu maupun bayi, baik saat melahirkan, sebelum atau justru setelah melahirkan.

 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Penyebab pre eklampsia maupun eklampsia belum diketahui, sejauh ini gizi buruk dan sumbatan aliran darah yang tidak mampu memfasilitasi kebutuhan bayi dan sang ibu menjadi penyebab yang diperkirakan.

 

Pre eklampsia bisa menyerang siapa saja, namun paling sering terjadi pada calon ibu yang mengandung  di usia dini atau sebaliknya di usia lebih dari 40 tahun. Selain itu ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena eklampsia, antara lain:

·         Mempunyai riwayat hipertensi bahkan sebelum mengandung

·         Memiliki sejarah keturunan eklampsia pada anggota keluarga perempuan lainnya 

·         Calon ibu mengalami obesitas

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

·         Mengandung bayi kembar

·         Mempunyai riwayat diabetes, ginjal, lupus, rheumatoid arthritis

 

Disamping terjadinya pembengkakan pada tangan dan kaki, biasanya timbul gejala-gejala lainnya, seperti:

·         Sakit perut

·         Kenaikan berat badan secara drastis yang disebabkan oleh meningkatkannya kandungan cairan dalam tubuh

·         Sakit kepala yang parah

·         Gangguan refleks

·         Terkadang justru berkurangnya debit air seni (dihapus saja)

·         Mudah mual dan muntah-muntah

Tidak semua pembengkakan bisa dijadikan indikasi pre eklampsia maupun eklampsia. Pembengkakan kerap terjadi kala kehamilan, namun jika bengkak tidak hilang walaupun telah beristirahat, ada baiknya memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Kondisi eklampsia yang dibiarkan dapat mempengaruhi aliran darah ke plasenta sehingga menyebabkan bayi kekurangan asupan nutrisi. Hal ini dapat berujung kelahiran prematur, epilepsi hingga terhambatnya tumbuh kembang anak di masa mendatang. Cara yang paling banyak disarankan adalah mempercepat proses kelahiran. Langkah ini bukan tanpa resiko, kondisi bayi yang terlahir prematur pun harus diperhatikan. Selain mempercepat proses kehamilan (yang benar proses kelahiran), beberapa langkah awal seperti:

·         Injeksi magnesium pada pembuluh vena bisa meminimalkan resiko kejang sebab eclampsia

·         Hydralazine atau obat-obatan anti hipertensi lainnya bisa dipakai untuk mengurangi tekanan darah (Obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah seperti Hydralazine, Labetalol, Nifedipine)

·         Pemantauan asupan cairan.

Pemeriksaan kandungan secara rutin sangat dianjurkan, karena dapat membantu untuk memantau sekaligus memberikan tindakan preventif demi sang ibu dan buah hati jika diperlukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EDITING

 

Preeklamsia ialah komplikasi kehamilan akibat vasospasme dan malfungsi endotel vascular yang luas setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat muncul 4-6 minggu pasca melahirkan). Secara klinis didefinisikan oleh hipertensi dan proteinuria, dengan atau tanpa edema patologis.

 

Diagnosa preeklamsia :

  • Hipertensi onset baru didefinisikan sebagai tekanan darah yang menetap >= 140/90 mmHg pada ibu yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal
  • Proteinuria signifikan onset baru didefinisikan sebagai >300 mg/24jam atau >= 1+ pada urin yang diambil dengan bersih ketika tidak ditemukan infeksi saluran kemih
  • Edema onset baru yaitu pembengkakan wajah dan tangan
  • Pada ibu dengan preeklamsia ringan segera setelah usia kehamilan >35-36 minggu
  • Pada semua ibu dengan preeklamsia berat tanpa memandang usia kehamilan (kecuali preeklamsia berat yang disebabkan oleh proteinuria saja atau pertumbuhan janin terhambat yang masih jauh dari cukup bulan yang terbukti dengan tes janin)

 

Eklamsia ialah satu atau lebih kejang menyeluruh (grandmal convulsion) atau koma yang terjadi selama kehamilan atau masa nifas pada wanita dengan gejala preeklamsia yang tidak dapat dikaitkan dengan penyebab lain.

 

Penyebab preeklamsia tidak diketahui. Sejumlah teori mencakup adanya respon abnormal imunologis ibu terhadap alograf janin, abnormalitas genetic yang mendasari, ketidakseimbangan endogen dalam aliran darah.

 

Faktor resiko preeklamsia :

  • Nuliparitas
  • Ras Afrika-Amerika/Afrika
  • Riwayat preeklamsia sebelumnya
  • Usia ibu yang ekstrem (<15 atau >35 tahun)
  • Riwayat preeklamsia dalam keluarga
  • Kehamilan kembar
  • Hipertensi kronik
  • Penyakit ginjal kronik
  • Sindrom antibody antifosfolipid
  • Penyakit vascular kolagen
  • Mutasi gen angiotensinogen T235

 

Gejala penyerta preeklamsia :

·         Sakit kepala
·         Gangguan visual: pandangan kabur, scintillatin scotomata/teichopsia (sensasi seperti melihat kilauan cahaya, berupa garis zigzag atau mirip dinding)
·         Penurunan kesadaran
·         Kebutaan
·         Sesak nafas
·         Edema
·         Nyeri perut pada area ulu hati atau kuadran kanan atas
·         Malaise (tubuh terasa tidak nyaman dan lelah)
·         Clonus (kontraksi otot yang bergantian dengan relaksasi yang berlangsung cepat), Dapat mengindikasikan peningkatan risiko kejang

 

Persalinan merupakan satu-satunya pengobatan efektif untuk preeklamsia dan direkomendasikan:

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Kenali Eklampsia dan Preeklampsia beserta Komplikasinya
Kenali Eklampsia dan Preeklampsia beserta Komplikasinya

Preeklampsia adalah sebuah kondisi yang pada umumnya terjadi saat trimester ketiga masa kehamilan, dalam masa persalinan atau 48 jam setelah masa persalinan. Belum diketahui dengan pasti apa penyebab eklampsia pada ibu hamil, tapi yang pasti eklampsia pasti akan terjadi apabila preeklampsia tidak diobati dengan benar.

Waspada Preeklampsia Pada Ibu Hamil
Waspada Preeklampsia Pada Ibu Hamil

Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menjadi eklampsia. Eklampsia adalah kondisi preeklampsia yang disertai kejang-kejang. Keadaan ini akan sangat berbahaya untuk ibu beserta janinnya dan apabila tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kematian. Dampak lain bagi bayi yang ada di dalam kandungan preeklampsia dapat menyebabkan lahir prematur dan hambatan dalam pertumbuhan janin.