Mengenali Berbagai Macam Penyakit Kulit dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Sep 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 5 menit

Terdapat berbagai jenis penyakit kulit dan penyebab dari semua itu. Penyakit kulit memiliki berbagai gejala mulai dari yang menimbulkan rasa gatal atau nyeri hingga yang membuat kulit nampak tidak enak untuk dipandang. Tingkat yang dialami pun beragam, mulai dari yang ringan hingga yang paling parah berpontensi membahayakan nyawa.

Sebagai organ terbesar pada tubuh, kulit memiliki fungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, virus, dan sinar matahari. Selain itu kulit juga membantu dalam mengatur suhu tubuh, merasakan berbagai sensasi seperti sentuhan dan nyeri, serta menghasilkan vitamin D.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Dibalik semua itu, kulit sebagai bagian terluar tubuh berpotensi mudah mengalami gangguan atau penyakit akibat paparan lingkungan. Anggapan bahwa penyakit kulit muncul sebagai akibat dari kebersihan tubuh yang tidak dijaga ternyata belum sepenuhnya tepat, karena masih banyak faktor lainnya yang menyebabkan penyakit kulit, seperti:

Macam-Macam Penyakit Kulit

Penyakit kulit karena peradangan

Dermatitis merupakan istilah yang dikenal untuk peradangan. Penyakit ini terjadi karena kulit bersentuhan dengan bahan yang bersifat iritatif atau dengan alergen (zat atau benda yang menyebabkan reaksi alergi).

Gejala yang mungkin muncul seperti gatal, kemerahan dan bengkak. Terdapat beberapa jenis dermatitis berdasarkan penyebabnya, seperti:

Dermatitis kontak iritan

Jenis ini merupakan penyakit kulit yang paling umum terjadi. Gejala yang ditimbulkan seperti munculnya ruam, kulit kering, iritasi, atau bahkan luka lepuh pada area kulit yang bersentuhan dengan zat iritan. Contoh dari zat ini adalah bahan kimia, pemutih baju, deterjen, alkohol, dan sabun mandi.

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi akan muncul dengan gejala kemerahan dan bengkak yang muncul ketika kulit bersentuhan dengan alergen. Contoh dari alergen yaitu bahan kimia, kosmetik, cat kuku, sarung tangan lateks, protein, dan perhiasaan.

Dermatitis atopik (eksim)

Eksim memiliki gejala kulit merah, gatal, kering atau bersisik. Umunya ini akan timbul pada kulit bagian leher, lipatan siku, atau bagian belakang lutut. Disarankan untuk tidak menggaruk, karena apabila digaruk kulit bersisik akan mengelupas dan mengeluarkan cairan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Ini merupakan penyakit kulit yang kronis (jangka panjang) karena biasanya timbul sejak bayi dan dapat kambuh secara tiba-tiba kemudian mereda.

Dermatis seboroik

Dermatis seboroik akan muncul pada bagian tubuh yang berminyak, seperti wajah, punggung dan dada. Gejalanya nampak seperti kulit kemerahan dan bersisik. Hal ini dapat ditemui pada kulit kepala yang berupa ketombe membandel. Untuk bayi penyakit ini lebih dikenal dengan cradle cap.

Penyakit kulit karena kelainan autoimun

Gangguan autonium timbul akibat sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Terdapat beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh gangguan ini, seperti:

Psoriasis 

Penyakit ini merupakan kondisi di mana sel-sel kulit tumbuh lebih cepat, sehingga menumpuk dan membentuk bercak kemerahan yang disertai sisik berwarna perak.

Vitiligo 

Sel kulit yang memproduksi melanin (pigmen berwarna gelap) tidak berfungsi merupakan penyebab dari vitiligo. Pada penyakit ini, kulit akan kehilangan warnanya dan muncul bercak-bercak putih. Hal ini dapat saja terjadi pada jenis kulit apapun, namun apabila orang yang memiliki kulit gelap mengalami ini maka akan terlihat lebih jelas.

Skleroderma

Skleroderma menyebabkan kulit menjadi keras dan menebal. Umumnya penyakit ini hanya terkena pada kulit, tapi tidak menutup kemungkinan jika akan menyerang pembuluh darah dan organ dalam.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Pemfigus

Pemfigus terdapat 2 macam, yaitu pemfigus vulgaris dan pemfigus foliaceus. Pemfigus vulgaris memiliki gejala lepuhan yang mudah pecah dan tidak gatal. Untuk pemfigus foliaceus gejalanya berupa kulit bersisik atau berkerak, dan lepuhan kecil yang akan terasa gatal apabila pecah.

Discoid lupus erythematosus

Gejla dari penyakit lupus yaitu tmbulnya ruam yang cenderung memburuk apabila terkena sinar matahari. Ruam tersebut akan muncul pada bagian tubuh mana saja, namun lebih umum pada kulit kepala, wajah, leher, tangan dan kaki.

Penyakit kulit karena infeksi

Terdapat beberapa penyakit kulit keran infeksi yang juga bisa saja menular. Penyebanya adalah:

Infeksi bakteri

Penyakit kulit yang ditimbulkan bakteri antara lain bisul, impetigo, kusta, folikulitis (infeksi pada kelenjar rambut), dan selulits.

Infeksi virus

Beberapa penyakit kulit karena virus adalah cacar, herpes zoster atau cacar ular, kutil, molluscum contagiosum, dan campak.

Infeksi jamur

Umumnya jamur menginfeksi bagian kulit yang lembab. Infeksi jamur seperti pada kurap, tinea cruris (infeksi jamur selangkangan), panu, dan kutu air (infeksi jamur pada kaki).

Infeksi parasit

Jenis parasit yang menimbulkan penyakit kulit seperti kutu dan tungau, namun yang paling umum menyebabkan penyakit ini adalah kudis. Selain itu, infeksi cacing juga menyebabkan timbulnya penyakit ini.

Jenis penyakit kulit yang paling mematikan adalah kanker kulit. Penyakit ini disebkan oleh pertumbuhan sel ganas pada kulit. Terdapat beberapa jenis kanker kulit, seperi melanoma, aktinik keratosis, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.

Mengatasi dan Mencegah Penyakit Kulit

Untuk pengobatan penyakit kulit, perlu diketahui terlebih dahulu jenis dan penyebabnya. Beberapa penyakit kulit dapat sembuh dengan sendirinya, namun ada juga yang perlu penanganan dokter dengan pemberian obat-obatan dan salep hingga operasi.

Untuk lebih jelasnya mengenai pengobatan yang umum digunakan untuk mengobati penyakit kulit, antara lain:

Kortikosteroid

Fungsi obat ini untuk mengurangi respon daya tahan tubuh yang terlalu aktif. Jenis ini dapat berupa salep atau tablet minum yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit akibat peradangan.

Antihistamin

Obat yang dapat dibeli sendiri dengan resep dokter ini berfungsi untuk meredakan reaksi alergi dan gatal-gatal pada kulit.

Antibiotik

Obat jenis ini untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi bakteri. Untuk infeksi yang luas dokter akan memberikan antibiotik dalam bentuk tablet atau kapsul minum. Ini harus dengan resep dokter dab harus dihabiskan.

Obat anti virus

Obat antivirus berfungsi untuk mengurangi gejala dan membasmi virus penyebab penyakit kulit.

Obat anti jamur

Fungsi obat ini adalah untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamy yang umumnya berbentuk obat oles. Terkadang, dokter juga akan memberi resep obat antijamur yang diminum.

Operasi

Kanker kulit atau bisa saja kutil dapat diatasi dengan cara operasi. 

Tidak hanya pengobatan, pencegahan juga diperlukan guna memastikan penyakit kulit tidak kambuh dan tidak menular. Beberpa pencegahan yang bisa diikuti untuk mencegah penyakit kulit:

  • Mandi setiap hari untuk menjaga kebersihan diri. Disarankan untuk menggunakan sabun yang lembut.
  • Menghindari kontak fisik dengan penderita penyakit kulit menular.
  • Tidak menggunakan barang pribadi dengan orang lain, seperti handuk atau pakaian.
  • Mengoleskan pelembab kulit secara rutin agar tidak kering, gatal dan iritasi.
  • Mengurangi menggaruk kulit dan memecahkan bisul atau lepuhan yang muncul pada kulit.

Apabila mengalami beberapa masalah tersebut Anda dapat berkonsultasi pada dokter speasial kulit.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app