Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Karsinoma Sel Basal dan Cara Menanganinya

Update terakhir: NOV 17, 2019 Tinjau pada NOV 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 983.672 orang

Deteksi Dini Karsinoma Sel Basal

Kulit merupakan organ tubuh terluar yang melindungi tubuh manusia dari lingkungan sekitar. Sebagai organ yang esensial dan vital, kulit mencerminkan kesehatan manusia, sangat kompleks, elastis, dan sensitif. Kulit tersusun dari jutaan sel. Normalnya, sel-sel di dalam tubuh akan membelah lebih cepat pada masa pertumbuhan, sedangkan pada masa dewasa sel akan lebih banyak membelah untuk menggantikan sel-sel yang mati atau untuk memperbaiki kerusakan jaringan.

Namun berbeda dengan sel kanker. Sel kanker terjadi akibat adanya kerusakan DNA. Sel kanker akan terus tumbuh dan membelah menjadi sel yang abnormal, juga dapat meluas ke jaringan yang normal. Pengawasan dan penemuan kanker kulit dapat dilakukan lebih teliti dan dini bila masyarakat memiliki pengetahuan yang baik, sadar, dan peduli akan kesehatan kulitnya, serta mau berkonsultasi ke dokter atau pusat kesehatan terdekat. Untuk itu artikel ini akan membahas tentang karsinoma sel basal yang merupakan penyakit kanker kulit terbanyak saat ini. Selamat membaca.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa sih karsinoma sel basal itu?

Kanker kulit secara umum dibagi menjadi kanker kulit melanoma dan nonmelanoma. Yang termasuk kanker kulit nonmelanoma adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa

Karsinoma Sel Basal merupakan penyakit kanker kulit yang terbanyak dijumpai. Karsinoma sel merupakan suatu tumor kulit yang bersifat ganas, berasal dari sel-sel basal epidermis. Tumot ini berkembang lambat dan jarang bermetastasis. Keganasan pada karsinoma sel basal umumnya tidak menyebabkan kematian.

Apasih yang menyebabkan terjadinya karsinoma sel basal?

Sampai saat ini masih belum diketahui pasti penyebab terjadinya karsinoma sel basal. Dari beberapa penelitian menyatakan terdapat faktor predisposisi yang memegang peran penting terjadinya karsinoma sel basal. Faktor yang diduga sebagai penyebab teradinya karsinoma sel basal  yaitu:

  • Faktor internal: umur, ras (kulit putih lebih banyak) , genetic, dan jenis kelamin (laki-laki lebih banyak dari perempuan)
  • Faktor eksternal: paparan sinar matahari, radiasi ultraviolet, bahan-bahan karsinogenik (arsen, zat-zat kimia)
  • Trauma kulit: bekas vaksi, bekas luka bakar, iritasi kornis dan lain-lain.

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari karsinoma sel basal?

Pada karsinoma sel basal stadium dini dapat ditemukan papul, atau benjolan-benjolan putih dengan permukaan yang mengkilap seperti lilin, atau kemerahan dan terdapat telangiektasis (pelebaran pembuluh darah kapiler yang menetap pada kulit). 

Seiring waktu, benjolan tersebut bisa mengeluarkan darah dan menghasilkan kerak. Gejala karsinoma sel basal juga dapat berupa bercak-bercak bersisik berwarna cokelat atau hitam yang seiring waktu bisa membesar

Gejala lainnya adalah benjolan datar berwarna seperti kulit yang membesar seiring waktu. Karsinoma sel basal ini paling sering tumbuh pada daerah kepala dan leher, tapi tipe karsinoma sel basal tertentu dapat tumbuh pada daerah badan dan punggung.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Diagnosis karsinoma sel basal

Saat mendiagnosis, dokter akan mengamati gejala yang muncul, riwayat penyakit, serta kondisi pasien secara menyeluruh. Setelah itu, pemeriksaan lanjutan biopsi perlu dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis serta faktor penyebabnya.

Bagaimana cara mengobati karsinoma sel basal?

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengobati karsinoma sel basal, berikut beberapa tata laksananya:

  • Pengobatan non medis: menghindari paparan sinar matahari
  • Terapi bedah: bedah skapel, bedah beku, bedah listrik dan bedah laser.
  • Radioterapi (bila menolak atau tidak dapat dioperasi)
  • Penggunaan Krim imiquimod 5% tiap hari atau 5 hari seminggu selama 12 minggu
  • Terapi fotodinamik (penghilangan sel kanker menggunakan cahaya).
  • Kemoterapi (pemusnahan sel-sel kanker dengan kombinasi obat-obatan).
  • Bedah Mohs (pemotongan lapis demi lapis kulit yang terkena kanker hingga pemeriksaan mikroskop menunjukkan tidak ada lagi sel kanker). Bedah yang juga dibantu oleh mikroskop ini biasanya diterapkan pada kulit wajah.

Bagaimana cara mencegah terjadinya karsinoma sel basal?

Terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya karsinoma sel basal seperti:

  • Melindungi kulit dari cahaya matahari dengan menggunakan topi, lengan dan celana panjang.
  • Hindari paparan sinar matahari pada siang atau tengah hari
  • Gunakan tabir surya minimal setengah jam sebelum bepergian dan oleskan sesering mungkin.
  • Periksa kesehatan kulit Anda secara teratur ke dokter kulit untuk mengetahui adanya berbagai perubahan yang mengarah pada keganasan kulit (pertumbuhan baru di kulit yang mudah berdarah, berubah warna, ukuran, struktur, terasa nyeri, meradang atau gatal).

Prognosis penderita karsinoma sel basal umumnya baik. Angka kekambuhannya hanya 1% jika diterapi dengan tepat. Pasien harus tetap di-follow up untuk kekambuhan atau munculnya luka baru. Perlindungan terhadap paparan sinar matahari dianjurkan untuk setiap pasien dengan riwayat karsinoma sel basal. Semoga bermanfaat.


Referensi

Bader, RS. Medscape (2018). Basal Cell Carcinoma.

Bichakjian, et al. (2016). Basal Cell Skin Cancer. NCCN, 14(5), pp. 574-597.

Gardner, SS. WebMD (2016). Basal Cell Carcinoma.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini