Dermatitis Kontak Alergi - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Apr 19, 2019 Waktu baca: 3 menit

Penyakit Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi atau eksim ini adalah peradangan yang disebabkan oleh kontak dengan suatu zat tertentu. Sentuhan dengan zat alergen berulang kali akan menyebabkan kulit menjadi merah dan gatal-gatal. Gejala gatal kulit bisa muncul beberapa hari setelah kontak langsung. Walaupun tidak berbahaya namungt;dapat mengganggu penderita dengan gejalanya.

Dermatitis kontak alergi atau eksim merupakan kondisi kelainan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Akan tetapi, tidak semua orang dapat terkena dermatitis kontak alergi.  Alergen pada dermatitis kontak alergi adalah suatu bahan yang dianggap oleh kulit sebagai benda asing dan menimbulkan tanda-tanda alergi pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Setiap reaksi alergi yang terjadi pada kulit menyebabkan peradangan yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, bengkak, bahkan menjadi lepuh tergantung tingkat keparahannya. Penyakit ini ditandai dengan peradangan kulit yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan, ataupun bengkak.

Penyebab Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh imun tubuh dan terjadi pada 48-72 jam setelah terpapar bahan alergen. Beberapa penyebab dermatitis alergi umumnya adalah barang yang ada di sekitar Anda seperti produk perawatan kulit, karet, lateks, pewarna rambut, sabun, cat kuku, wewangian, logam, antibiotik, getah tanaman, nikel atau yang lainnya. Apabila alergen tidak dapat dihindari, maka kontak dengan alergen tersebut dapat diminimalkan dengan menggunakan sarung tangan, pelindung atau pakaian.

Gejala Dan Identifikasi Penyebab

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat timbul jika Anda terkena penyakit ini :

  • Reaksi ini dapat terjadi secara tiba-tiba.
  • Umumnya, alergipaling sering mengenai tangan, wajah, leher. Hal ini biasa disebabkan oleh produk-produk kosmetik, perhiasan, parfum yang terpapar pada kulit.
  • Timbul rasa gatal di area alergi, yang pada kasus tertentu, dapatmenjadi sangat hebat.
  • Timbul warna kemerahan pada kulit yang terpapar bahan alergen.
  • Kulit menjadi kering hingga bersisik dan menebal.
  • Rasa terbakar pada kulit yang terkena.
  • Terdapat benjolan merah yang dapat membentuk luka.

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini bisa bervariasi. Hal ini terkait dengan sistem imun yang berbeda-beda pada setiap orang. Pada penderita yang sama, reaksi alergi yang ditimbulkan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus tertentu, gejala alergi dapat pula tertunda, dan  tidak akan muncul dalam waktu 24 jam hingga 48 jam setelah terpapar. Reaksi yang tertunda inilah yang membuat lebih sulit untuk mendiagnosa.

Diagnosis Dermatitis Kontak Alergi

Oleh karena gejala dermatitis kontak dapat tertunda, dokter Anda akan melakukan pengujian untuk mengindetifikasi alergen. Dalam pengujian, strip dosis rendah alergen akan dilekatkan pada kulit penderita selama kurang lebih 2 hari. 

Jika reaksi terjadi berupa bercak merah dan gatal-gatal, maka ini dianggap sebagai salah satu penyebab alergi Anda. Mengidentifikasi alergen adalah langkah yang paling penting dalam mengobati alergi. Hal ini akan membantu mengontrol kondisi dan mencegah penyakit tersebut kambuh. Selain itu, pemeriksaan lain yang digunakan adalah biopsi atau pembiakan luka di kulit.

Pencegahan Penyakit Dermatitis Kontak Alergi

Pencegahan kontak dermatitis berarti menghindari kontak dengan bahan alergen. Strategi pencegahan meliputi:

  • -Gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak dengan zat pembersih atau alergen lainnya.
  • -Bersihkan kulit yang terkena bahan iritan dengan air dan sabun. Bila dilakukan secepatnya, dapat menghilangkan banyak iritan dan alergen pada kulit.
  • -Bila sedang bekerja, disarankan untuk menggunakan pakaian pelindung atau sarung tangan untuk menghindari bahan iritan.
  • -Ganti produk yang menyebabkan gejala alergi.
  • -Penggunaan emolien agar dapat membuat kulit Anda terlindung dari alergen.

Pengobatan Penyakit Dermatitis Kontak Alergi

Pengobatan dilakukan dengan cara menghilangkan atau menghindari zat-zat penyebab terjadinya dermatitis kontak. Untuk mencegah infeksi dan menghindari iritasi, daerah yang terkena harus dibersihkan secara teratur dengan air dan sabun yang lembut. Lepuhan tidak boleh dipecahkan dan perban kering juga bisa mencegah terjadinya infeksi. Berikut adalah beberapa obat mungkin disarankan diantaranya:

  • Emolien. Pelembap yang dioleskan ke kulit ini dapat membantu kulit anda terhindar dari risiko reaksi alergi.
  • Kortikosteroid topikal. Salep atau krim steroid untuk mengurangi gejala yang di timbulkan.
  • Kortikosteroid oral. Steroid tablet umumnya membantu untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit dan umumnya digunakan oleh penderita kondisi berat.
  • Antihistamine. Pemberian antihistamin bisa meringankan gejala gatal-gatal yang tak tertahankan.

Bagaimanapun juga, kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk melakukan tes alergi dan mendapat pengobatan yang sesuai. 


26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Nail, R. Healthline. (2017). What is Contact Dermatitis? (https://www.healthline.com/health/contact-dermatitis)
Mayo Clinic (2018). Disease and Conditions. Contact Dermatitis. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742)
NHS Choices UK (2016), Health A-Z. Contact Dermatitis. (https://www.nhs.uk/conditions/contact-dermatitis/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app