Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS): Masalah Hormon Penyebab Jerawat pada Wanita dan Cara Mengobatinya

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS): Masalah Hormon Penyebab Jerawat pada Wanita dan Cara Mengobatinya

Penyebab munculnya jerawat bisa disebabkan oleh banyak faktor. Biasanya jerawat akan lebih sering muncul selama masa pubertas

Saat seseorang sedang dalam masa pubertas, produksi minyak akan meningkat yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hal tersebut dapat memicu munculnya jerawat. Tidak hanya saat masa pubertas, hormon juga dapat memicu jerawat di berbagai usia dan biasanya sering dialami oleh wanita. 

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Namun jerawat yang disebabkan oleh hormon biasanya sulit diobati menggunakan obat jerawat yang banyak dijual di pasaran. 

Tapi apakah Anda tahu bahwa jerawat dapat menjadi indikasi penyakit lainnya? Sebaiknya Anda segera periksa ke dokter jika jerawat Anda tak kunjung membaik, karena bisa jadi jerawat tersebut adalah tanda masalah hormon yang sedang Anda alami.

Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) merupakan suatu gangguan hormon yang terjadi pada wanita. Ketika Anda mengalami PCOS, hormon dalam tubuh Anda tidak seimbang. Gangguan hormon ini disebut sindrom ovarium polikistik karena bisa saja terdapat banyak kista pada ovarium.

Ciri-ciri seseorang memiliki PCOS adalah jerawat yang masih bertahan sampai masa pubertas usai, seperti di pipi, dagu, leher atas atau jerawat muncul sebelum Anda mengalami haid. 

Apabila seperti itu, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter kulit guna memperoleh diagnosa yang tepat. Mengetahui gejala PCOS sejak dini dapat membantu Anda dalam mengendalikan gangguan hormonal ini.

Gangguan hormonal PCOS memang dapat menyebabkan wanita susah hamil. Selain itu PCOS dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur, jerawat, dan kenaikan berat badan. Jika PCOS tidak diobati, maka gangguan hormonal ini dapat menyebabkan diabetes dan penyakit jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain PCOS, gangguan hormon lainnya seperti terlalu sedikit memiliki kadar hormon testosteron. Atau Anda memiliki masalah hiperplasia adrenal kongenital yaitu, kondisi dimana tubuh tidak memiliki enzim yang berhubungan dengan produksi hormon tertentu.

Bagaimana cara mengobati jerawat yang disebabkan oleh gangguan hormon?

Apabila Anda memiliki gangguan hormonal seperti PCOS, menggunakan obat topikal seperti retinoid mungkin tidak dapat mengobati jerawat Anda. 

Biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan terapi hormon seperti pil KB. Pil KB akan membantu memenuhi kebutuhan hormon estrogen dan progesteron Anda. Tetapi untuk mengetahui hasilnya, Anda harus menunggu selama beberapa bulan setelah memulai terapi.

Pada sebagian wanita, mengkonsumsi pil KB mungkin dapat menyebabkan jerawat semakin bertambah selama 3-4 bulan pertama. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon. Namun jangan khawatir, kondisi tersebut akan kunjung membaik setelah tubuh Anda mulai menyesuaikan.

Selain itu, obat antiandrogen juga dapat mengobati jerawat yang disebabkan oleh faktor hormonal. Obat tersebut akan mengurangi hormon androgen yang berlebih. Namun jika solusi diatas belum ampuh, dokter dapat mengganti resep dengan spironolactone. Resep tersebut sangat cocok digunakan bagi perokok, karena merokok dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi. Anda juga harus sabar menunggu hasilnya selama proses terapi.

Cara mencegah munculnya jerawat akibat hormon

Berikut ini hal-hal yang harus Anda perhatikan agar jerawat Anda tidak semakin bertambah:

  • Jaga berat badan Anda supaya stabil. 
  • Terapkan pola makan sehat, karena obesitas dapat menyebabkan peningkatan kadar testosteron dan penurunan SHBG (Sex Hormone Binding Globulin) dimana akan memicu pada peningkatan hormon androgen
  • Usahakan untuk membatasi makanan berkarbohidrat serta makanan manis.
  • Jaga kebersihan kulit Anda. Bersihkan kulit Anda secara teratur. Anda bisa menggunakan tabir surya dan perawatan anti jerawat.
  • Hindari kebiasaan merokok jika tidak ingin kondisi jerawat Anda semakin parah.
  • Rutin berolahraga

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Javed A, et al. Fasting glucose changes in adolescents with polycystic ovary syndrome compared to obese controls: A retrospective cohort study. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology. 2016;28:451.
Chang AY, et al. Influence of race/ethnicity on cardiovascular risk factors in polycystic ovary syndrome, the Dallas Heart Study. Clinical Endocrinology. 2016;85:92.
George JT, et al. Neurokinin B receptor antagonism in women with polycystic ovary syndrome: A randomized, placebo-controlled trial. Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 2016;101:4313.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app