Kenali Kista Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 813.010 orang

Apa Itugt;Kista ? Inilah Backgroudnya

Kista adalah munculnya sebuah kantung atau benjolan yang dibungkus oleh jaringan membran di kulit yang didalamnya berisi cairan, nanah, atau udara. Kista dapat muncul di dalam atau di luar tubuh kita. Kista jarang menyebebkan nyeri, tetapi bila kista tersebut pecah mak akan mengakibatkan infeksi dan inflamasi pada permukaan kulit. Contohnya adalah kista berisi nanah atau abses. Banyak gejala-gejala yang terjadi pada kista didukung oleh organ dan daerah munculnya kista. Berikut kita akan membahas latar belakang tumbuhnya kista, macam-macam bentuk kista, dan penangananya dalam bidang medis.

Kista biasanya berbentuk bulat, licin, dan memiliki berbagai ukuran. Di dalamnya terisi cairan atau gas yang megisi ruang kista sehingga membentuk sebuah benjolan yang menonjol di permukaan kulit. Banyak faktor yang dapat menimbulkan pembentukan kista, mulai dari genetik, infeksi, inflamasi kronik, dan blokade duktus di badan kita. Kista dapat timbul dimana saja. Di luar tubuh, kista dapat timbul di permukaan kulit di daerah kulit kepala, wajah,  tangan, dan lipat lutut. Sedangkan pada organ dalam, kondisi kista tersering muncul digt;otak, ovarium, dan ginjal.

Berikut beberapa kista yang sering muncul dan gejalanya:

  1. Kista Ganglion
  2. Kista Baker
  3. Kista Dermoid
  4. Kista Epidermoid’
  5. Kista Bartolin
  6. Kista Nabothi
  7. Kista Ovarium
  8. Kista polikistik
  9. Kista Otak
  1. Kista ganglion terjadi di atas sendi atau tendon (penghubung otot dan tulang). Kista ganglion muncul di pergelangan tangan atas, Kista ini bersifat non-kanker, yang memiliki ukuran sebesar biji jagung atau juga dapat muncul dengan ukuran lebih besar hingga berukuran 3 sentimeter. Kista ganglion jarang menimbulkan nyeri, kecuali munculnya kista menganggu perjalanan saraf dan pergerakan sendi, ini akan menimbulkan sedikit nyeri.
  2. Kista baker muncul di belakang lutut, tepat di lipat paha. Kista ini menimbulkan nyeri yang dipicu oleh gerakan seperti saat meluruskan kaki atau berjalan. Kista baker dapat dipicu dari penyakit tulang seperti artritis dan puntiran katrilago di dekat  sendi lutut, Kantung kista akan terisi cairan akibat inflamasi sehingga akan menganggung aktivitas berjalan dan menimbulkan nyeri.
  3. Kista dermoid adalah kista jinak yang didalamnya berisi berbagai macam jaringan seperti rambut, saraf, dan gigi. Kista dermoid terbentuk akibat Kista ini tidak menimbulkan gejala pada awal, tetapi kista dermoid dapat membesar dan menekan organ-organ disekitarnya sehingga menimbulkan gejala.
  4. Kista epidermoid muncul di permukaan kulit, di dalamnya terdapat cairan sebum kekuningan. Kista ini dapat menimbulkan nyeri bila membesar.
  5. Kista bartolin terbentuk di bibirgt;vagina bagian luar.
  6. Kista nabothi terbentuk di permukaan dinding serviks. Seseorang merasakan nyeri terletak di dalam alat kelaminnya. Kista nabothi ditemukan oleh dokter dengan bantuan speculum.
  7. Kista ovarium menyerang kaum wanita dimana terbentuknya tumor jinak di indung telur. Munculnya kista ovarium dapat menimbulkan beberapa gejala, nyeri perut, seperti pola haid yang berubah, sakit pinggang, dan sakit saat berhubungan intim. Dokter akan melakukan USG untuk menilai letak dan ukuran dari kista tersebut.
  8. Kista polikistik merupaka benjolan pda ginjal yang didalamnya terisi carian yang dapat membesar. Kista ini bersifat non-kanker, tetapi munculnya banyak polikistik di ginjal dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal kronik hingga gagal ginjal. Penyakit ini memiliki sifat keturunan (autosomal resesif) yang muncul baik pada pria dan wanita. Gejala yang timbul seperti kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, sering buang air kecil, kulit pucat, urin berdarah, dan gejala gangguan ginjal lainnya. 
  9. Kista otak merupakan kelainan kongenital dimana terdapat kantong cairan di lapisan araknoid pada otak. Gjela kista otak yaitu nyeri kepala, mualmuntah, kejang, gangguan tumbuh kembang, hingga penglihatan terganggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengn MRI atau CT untuk meilhat tingkat pembesaran kista.

Penanganan pada Penyakit Kista

Penananganan kista perlu didasari dari lokasi dan gejala yang muncul. Kista berukuran kecil dapat dilakukan pembedahan minor dengan mengeluarkan isi kantung dengan jarum atau kateter lalu menutupnya kembali. Penanganan kista pada organ dalam diperlukan tindakan bedah oleh dokter yang ahli. Seperti pada kista ovarium, tindak pembedahan yang dilakukan adalah degan laparoskopi. Tidak lupa diberikan anestesi sebelum tindakan dan antibiotik untuk mencegah paparan bakteri di bekas luka operasi atau tindakan. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit