Mau Minum Ibuprofen? Perhatikan Hal Penting Ini!

Ada beberapa orang yang tidak diperbolehkan mengonsumsi ibuprofen seperti orang yang menderita hipersensitivitas, alergi, dan asma. Selain itu, ibuprofen juga tidak boleh digunakan oleh orang yang menjalani pengobatan pascaoperasi pembuluh darah.
Dipublish tanggal: Jul 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mau Minum Ibuprofen? Perhatikan Hal Penting Ini!

Ibuprofen merupakan jenis obat antiinflamasi nonsteroid yang bermanfaat untuk mencegah peradangan. Selain itu, ibuprofen juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri kategori ringan dan menengah. 

Gejala yang dapat diobati dengan mengonsumsi ibuprofen antara lain, sakit kepala, nyeri gigi, nyeri menstruasi, nyeri otot, hingga nyeri akibat operasi.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Ibuprofen dapat diberikan dalam bentuk oral, topikal, ataupun suntik. Selain itu, ibuprofen hanya dapat diberikan pada anak usia diatas 6 tahun hingga dewasa. Ibuprofen tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil, karena dapat menimbulkan efek samping pada janin.

Hal yang perlu diperhatikan saat meminum ibuprofen

  •  Meskipun dapat dibeli dengan bebas tanpa resep dokter, Anda tetap harus berhati-hati saat menggunakan ibuprofen sebagai obat peradangan atau nyeri. Saat akan memberikan ibuprofen pada anak di bawah 12 tahun, sebaiknya konsultasikan pada Dokter terlebih dahulu. 
  • Selain itu, Anda juga harus berhati-hati saat akan mengonsumsi ibuprofen pada usia di atas 65 tahun. Untuk menghindari risiko munculnya efek samping, mengonsumsi ibuprofen setelah makan atau minum segelas susu sangat dianjurkan.
  • Ada beberapa orang yang tidak diperbolehkan mengonsumsi ibuprofen seperti orang yang menderita hipersensitivitas, alergi, dan asma. Selain itu, ibuprofen juga tidak boleh digunakan oleh orang yang menjalani pengobatan pascaoperasi pembuluh darah
  • Bagi orang yang memiliki riwayat pendarahan saluran pencernaan juga tidak boleh menggunakan ibuprofen. Bayi yang baru lahir, ibu hamil dan menyusui juga tidak diperbolehkan menggunakan ibuprofen.

Mengonsumsi ibuprofen

  • Ibuprofen dapat digunakan dalam bentuk oral, suntik, dan topikal. Ibuprofen oral sebaiknya dikonsumsi setelah makan atau minum susu, untuk menghindari efek samping yang dapat muncul. 
  • Selain itu, hindari merokok dan mengonsumsi alkohol, untuk mencegah peningkatan risiko efek samping yang muncul. Jika lupa mengonsumsi ibuprofen, segera konsumsi jika jarak jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Namun, jika jarak jadwal sudah dekat, jangan menggandakan dosis ibuprofen.
  • Mengonsumsi ibuprofen juga harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 
  • Untuk meredakan demam menggunakan ibuprofen oral, dosis yang diberikan sekitar 200-400mg per 4-6 jam sekali untuk orang dewasa, dan dosis 10mg/kg setiap 6-8 jam untuk anak-anak. 
  • Sedangkan untuk meredakan demam pada orang dewasa menggunakan ibuprofen suntik, dosis diberikan secara bertahap mulai dari 400 mg hingga 100-200 mg per 4-6 jam sekali.
  • Ibuprofen topikal biasanya berbentuk krim, foam, spray, ataupun gel. Dosis ibuprofen topikal yang dapat digunakan untuk meringankan nyeri pada sendi dan otot adalah 5% jika berbentuk krim, foam, atau spray, dan 10% jika berbentuk gel.

Efek samping ibuprofen

Setiap jenis obat pasti memiliki efek samping yang ditimbulkan. Mengonsumsi ibuprofen dapat menyebabkan muntah, mual, perut kembung, nyeri pada ulu hati, gangguan pencernaan hingga konstipasi

Selain itu, mengonsumsi ibuprofen juga berisiko menyebabkan sakit kepala, maag, muntah berdarah, hingga feses berwarna hitam dan berdarah.

Terkadang untuk mengobati peradangan atau nyeri, Anda harus mengonsumsi beberapa obat sekaligus. Ibuprofen yang dikonsumsi dengan obat lain, ternyata dapat menyebabkan beberapa risiko, seperti:

Risiko pendarahan saluran pencernaan

Ibuprofen yang dikonsumsi bersamaan dengan warfain, kortikosteroid, obat penghambat serotonin, dan aspirin dapat meningkatkan risiko pendarahan pada saluran pencernaan.

Menurunkan kandungan natrium pada urine

Ibuprofen yang dikonsumsi bersamaan dengan obat diuretik dapat menurunkan kadar natrium dalam urine.

Meningkatkan tingkat toksisitas

Peningkatan tingkat toksisitas terjadi jika ibuprofen dikonsumsi bersama lithium dan methaotrexate. Selain itu, mengonsumsi ibuprofen bersama dengan tracolimus dan cyclosporine juga dapat meningkatkan toksisitas pada ginjal.

 

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Using Ibuprofen to Treat Headaches and Migraines. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/using-ibuprofen-to-treat-headaches-1719875)
Ibuprofen Use in Young Children. HealthLink BC. (Accessed via: https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/sid7727)
de Martino, M., Chiarugi, A., Boner, A., Montini, G., & De' Angelis, G. L. (2017). Working Towards an Appropriate Use of Ibuprofen in Children: An Evidence-Based Appraisal. Drugs, 77(12), 1295–1311. https://doi.org/10.1007/s40265-017-0751-z. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5529476/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app