Masih Bisakah Wanita Usia Diatas 40 Hamil dan Melahirkan?

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Masih Bisakah Wanita Usia Diatas 40 Hamil dan Melahirkan?

Jika ditanya mengenai masih bisakah hamil di usia 40 tahun plus, maka jawabannya masih bisa. Namun, kemungkinan atau kesempatan hamil menjadi lebih kecil seiring dengan makin bertambahnya usia.

Wanita yang berusia 40 tahun memiliki sekitar 5 persen kemungkinan hamil dalam setiap siklus ovulasi. Kesempatan untuk hamil dalam setahun adalah sekitar 40 sampai 50 persen, dibandingkan dengan wanita berusia di pertengahan 30an, yang memiliki kesempatan 75 persen. Pada usia 43, kesempatan wanita untuk hamil merosot menjadi 1 atau 2 persen untuk setiap ovulasinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Mengapa demikian? Semua karena sel telurnya. Saat perempuan mencapai pubertas, jumlah sel telur berkisar antara 300.000 dan 500.000, dan setelah itu perempuan kehilangan sekitar 13.000 telur per tahun. Selama bertahun-tahun, penurunan pasokan telur yang stabil ini membuat seorang wanita hanya tinggal memiliki sekitar 25.000 telur di usia 37 tahun - usia yang juga bertepatan dengan penurunan kesuburan yang drastis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa wanita di atas 40 tahun lebih sulit untuk mendapatkan kehamilan, semakin tua usianya kemungkinan hamilnya semakin kecil.

Hamil di usia tua lebih berisiko!

Di samping itu, wanita yang lebih tua lebih cenderung berisiko memiliki berbagai penyulit selama kehamilan, seperti:

Jadi, penting untuk rutin mengikuti jadwal perawatan antenatal (pemeriksaan kehamilan) sesuai yang dokter anjurkan.

Dokter dapat memeriksa melalui pemeriksaan fisik, tes darah dan ultrasound, untuk mendeteksi masalah apa pun yang dapat muncul selama kehamilan. Seperti halnya wanita hamil lainnya, diskusikan hal ini dengan dokter:

  • Mengenai diet sehat.
  • Suplemen asam folat dan vitamin D.
  • Berhenti merokok , alkohol dan narkoba.
  • Tes skrining untuk masalah kehamilan dan janin.
  • Hal-hal yang mungkin Anda khawatirkan.
  • Setiap penyakit atau kondisi yang Anda miliki.
  • Hal lain yang penting bagi Anda.

Jangan sungkan juga untuk membicarakan aspek lain dari kehidupan seperti olahraga, pekerjaan, tidur atau perjalanan. Anda juga dapat mendiskusikan rencana persalinan, seiring semakin mendekatnya waktu kelahiran.

Jika sudah hamil apakah bisa wanita di atas 40 tahun melahirkan normal?

Memang masih ada kemungkinan untuk lahir normal, namun berdasarkan sebuah studi, wanita hamil yang berusia di atas 40 tahun memiliki resiko sampai tiga kali lebih mungkin membutuhkan kelahiran caesar (operasi sesar). Mereka juga lebih cenderung membutuhkan serangkaian intervensi selama persalinan, seperti menggunakan forcep ataupun vacuum.

Dari penjelasan di atas, maka dianjurkan bagi wanita muda agar tidak menunda untuk memiliki anak. Namun apabila belum memiliki anak di usia tersebut atau terlanjur hamil di atas 40 tahun, tak perlu terlalu khawatir. Hal terpenting adalah tingkatkan pengetahuan seputar kesehatan ibu hamil, serta selalu mengikuti saran dokter.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sun F, et al. (2015). Extended maternal age at birth of last child and women’s longevity in the long life family study. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4270889/)
Mathews TJ, et al. (2014). First births to older women continue to rise. (https://www.cdc.gov/nchs/products/databriefs/db152.htm)
Karim R, et al. (2016). Effect of reproductive history and exogenous hormone use on cognitive function in mid‐ and late life. DOI: (https://www.doi.org/10.1111/jgs.14658)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app