Kehamilan

12 Tanda Tanda Hamil Tahap Awal

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 12, 2020 Tinjau pada Mei 6, 2019 Waktu baca: 14 menit
12 Tanda Tanda Hamil Tahap Awal

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Telat haid bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Pastikan dengan tes kehamilan menggunakan test pack (tespek).
  • Peningkatan hormon estrogen dan progesteron di awal kehamilan dapat menyebabkan payudara membesar dan lebih peka terhadap bau.
  • Janin yang terus tumbuh dalam rahim akan mendorong kandung kemih, sehingga ibu hamil muda akan lebih sering buang air kecil.
  • Gejala morning sickness muncul akibat peningkatan hormon hcG sehingga ibu hamil jadi sering mual atau muntah.
  • Ciri ciri hamil kembar tidak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal, tetapi untuk memastikannya bisa dilakukan dengan USG.
  • Ibu hamil membutuhkan 350-500 kalori tambahan setiap hari yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan sehat atau suplemen vitamin.

Tanda-tanda kehamilan penting untuk diketahui sejak dini. Pasalnya, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, terutama saat sedang hamil muda. Tanda awal hamil memang sulit diketahui karena ciri-ciri hamil yang muncul biasanya tidak terlalu signifikan, gejalanya pun kadang mirip dengan gejala haid.

Beberapa wanita juga mungkin dapat merasakan ada yang berbeda, namun menganggapnya sebagai tanda tubuh sedang kurang fit atau tidak sehat. Mengetahui tanda tanda hamil sangatlah penting agar ibu dapat menjaga kesehatan dirinya dan janin dengan baik. Diawali dengan mengatur tingkat aktivitas, asupan makanan, hingga pengendalian stres.

Walaupun tanda kehamilan awal pada setiap wanita berbeda, namun beberapa ciri ciri hamil di bawah ini mungkin dapat membantu memastikan apakah Anda hamil atau tidak.

Tanda tanda kehamilan yang dapat terjadi pada wanita

1. Tidak menstruasi (amenorrhea)

Tanda-tanda hamil yang tidak asing lagi, yaitu ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi atau telat haid secara rutin. Namun, bagi Anda yang jadwal menstruasinya tidak lancar, mungkin akan cukup sulit membedakan antara telat haid atau hamil.

Ada beberapa kondisi yang membuat wanita mengalami terlambat menstruasi. Penyebab telat haid meliputi stres, terlalu aktif berolahraga, faktor hormonal, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, perlu dilakukan tes kehamilan melalui test pack (tespek) atau konsultasi ke dokter untuk mengetahui tanda awal kehamilan. Test pack atau tespek adalah salah satu alat pemeriksaan yang dapat menunjukkan kemungkinan seseorang hamil atau tidak sejak dini.

2. Perubahan pada payudara

Ciri-ciri hamil juga bisa dilihat dari perubahan ukuran payudara. Pada saat hamil, ukuran payudara wanita umumnya akan menjadi lebih besar dari biasanya.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon estrogen dan hormon progesteron dalam tubuh calon ibu. Anda tak perlu khawatir sebab perubahan struktur payudara justru bermanfaat untuk persiapan memproduksi air susu untuk calon bayi Anda nanti.

Ukuran payudara yang membesar terkadang juga menimbulkan rasa sakit dan nyeri ketika dipegang karena rasa sensitif meningkat. Anda mungkin juga akan merasakan gatal di sekitar payudara dan mulai muncul garis stretch mark.

Selain itu, puting susu juga akan membesar dengan warna yang semakin gelap, tetapi payudara akan terasa lebih lembut.

3. Sering buang air kecil

Tanda-tanda wanita hamil biasanya akan lebih sering buang air kecil. Janin yang tumbuh dalam rahim akan mendorong kandung kemih, sehingga ibu akan lebih sering buang air kecil. Selain itu, peningkatan sirkulasi darah dan perubahan hormon saat hamil juga menjadi penyebab ibu hamil lebih sering buang air kecil. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari minuman berkafein saat hamil. Minuman berkafein seperti teh atau kopi bersifat diuretik, sehingga kandung kemih akan lebih cepat dipenuhi oleh urine. Akibatnya, hasrat untuk buang air kecil akan muncul lebih sering saat hamil. 

Namun, jangan sampai Anda menahan-nahan buang air kecil dan jarang minum agar tidak bolak-balik ke kamar mandi. Tetap penuhi kebutuhan cairan harian tubuh supaya Anda terhindar dari dehidrasi saat hamil. Lakukan senam Kegel untuk membantu meminimalkan keinginan untuk sering buang air kecil. 

4. Perubahan nafsu makan

Pada beberapa kasus kehamilan, nafsu makan wanita cenderung meningkat (craving of hunger). Namun, ada juga ibu hamil yang nafsu makannya justru menurun, terutama saat hamil muda.

Tanda kehamilan awal tersebut dapat diakibatkan oleh faktor hormonal yang terjadi selama kehamilan, morning sickness, atau akibat peningkatkan indera penciuman yang semakin tajam dan sensitif. 

Untuk mengatasi perubahan nafsu makan saat hamil, cobalah makan makanan yang lebih bervariasi tapi tetap mengandung nutrisi yang baik bagi ibu dan anak. Lengkapi juga dengan mengonsumsi vitamin prenatal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi. Cukup tidur juga dipercaya dapat menambah nafsu makan ibu hamil.

5. Lebih peka terhadap bau

Tanda-tanda hamil yang mudah diamati adalah wanita jadi lebih peka terhadap berbagai macam bau. Ya, beberapa bau atau aroma tertentu dapat mengganggu ibu hamil, padahal mungkin sebelumnya merasa biasa saja dengan bau tersebut.

Selama hamil, indra penciuman wanita akan lebih sensitif terutama pada trimester awal kehamilan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen selama kehamilan.

Meskipun tingkat sensitivitas bau yang dialami ibu hamil berbeda-beda, tetapi indera penciuman ibu umumnya akan mengalami peningkatan bersamaan dengan gejala morning sickness. Hal inilah yang menyebabkan wanita mengalami sakit kepala, mual, dan muntah saat hamil.

Agar lebih nyaman, gunakan aromaterapi yang aman untuk ibu hamil dan bayi. Biarkan jendela rumah tetap terbuka lebar sehingga dapat menghilangkan bau-bauan yang mengganggu. Hal ini juga bisa membantu melancarkan sirkulasi udara dalam rumah sehingga ibu hamil akan merasa lebih tenang dan nyaman.

6. Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa menjadi ciri-ciri hamil yang palling awal. Biasanya, mual dirasa sangat berat di pagi hari yang dalam istilah medis disebut morning sickness.

Penyebab mual saat hamil disebabkan oleh peningkatan hormon HCG (Human chorionic Gonadotrophin) yang secara tiba-tiba ada dalam aliran darah dan saluran kemih. Peningkatan hormon HCG ini dapat menyebabkan rasa perih pada lapisan perut dan memicu mual.

Dalam buku yang berjudul The Working Woman's Pregnancy Book, Dr. Marjorie Greenfield menyebutkan bahwa sekitar 70% wanita mengalami mual dan 50% wanita mengalami muntah saat awal kehamilan. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab tanda hamil ini justru menjadi pertanda bahwa bayi Anda tumbuh dengan baik di dalam perut. 

Untuk membantu mengatasi mual dan muntah saat hamil, Anda dapat mencium wewangian seperti peppermint atau aroma minyak esensial lainnya.

7. Sesak napas

Beberapa wanita terkadang merasa agak sesak napas atau mengalami masalah pernapasan di awal kehamilan. Pada beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa terjadi selama kehamilan dari awal hingga akhir.

Sesak napas saat hamil umumnya disebabkan karena ibu membutuhkan oksigen ekstra untuk mendukung pertumbuhan janin. Selain itu, peningkatan hormon progesteron juga merangsang pusat pernapasan pada otak, sehingga muncul rasa sesak yang tidak nyaman. 

Namun, lagi-lagi Anda tak perlu terlalu khawatir karena sesak napas saat hamil sebenarnya wajar terjadi. Ini justru menjadi pertanda bahwa janin dalam kandungan Anda sedang tumbuh dengan baik, hanya saja sedikit menekan saluran pernapasan

Akan tetapi, Anda perlu waspada jika sesak napas terasa cukup mengganggu meskipun Anda sedang berbaring ataupun tidak melakukan aktivitas berat. Atau bila Anda merasakan serangan sesak napas secara tiba-tiba, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan. 

8. Mudah lelah dan rasa kantuk yang berlebihan

Mudah merasa lelah dan cepat mengantuk sering kali menjadi ciri-ciri hamil yang sering tidak disadari para wanita. Ini adalah hal yang wajar, biasanya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi saat hamil.

Selain itu, rasa kantuk luar biasa yang muncul saat hamil juga bisa terjadi akibat bertambahnya kinerja beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru. Organ-organ penting tersebut tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, tetapi juga membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Rasa lelah dan kantuk yang menyerang ibu hamil mungkin saja efek semakin bertambahnya berat badan ibu hamil dan janin seiring bertambahnya usia kehamilan.

9. Muncul flek yang diikuti kram perut

Flek tanda kehamilan biasanya berwarna coklat atau merah muda dan jumlahnya tidak banyak. Namun, waspadai jika darah yang keluar cukup banyak, itu menandakan terjadinya pendarahan dan menjadi suatu tanda adanya masalah serius pada tubuh.

Selain munculnya flek, ciri-ciri hamil juga diikuti dengan terjadinya kram ringan pada perut bagian bawah. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya akan mereda setelah kehamilan melewati trimester kedua.

10. Konstipasi

Meningkatnya hormon progesteron dan perubahan hormon lain dalam tubuh saat hamil akan menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat. Hal inilah yang menyebabkan ibu hamil sering mengalami konstipasi alias sembelit, ditandai dengan perut terasa kembung.

Selain itu, kurangnya makanan berserat dan tidak berolahraga saat hamil juga dapat mengakibatkan konstipasi.

11. Perubahan suasana hati (mood swing)

Pada masa kehamilan, hormon HCG memang akan meningkat sehingga membuat ibu hamil mudah lelah. Tak hanya itu, hal ini juga yang memicu perubahan mood atau suasana hati secara drastis.

Itulah sebabnya, ibu hamil cenderung lebih sensitif terutama pada trimester awal kehamilan. Bahkan hal kecil dan sepele sekalipun dapat membuat ibu hamil merasa jengkel dan mudah emosi.

Untuk mengatasinya, coba lakukan hal-hal yang disukai atau curhatlah pada suami dan orang terdekat supaya mereka lebih mengerti Anda. Beberapa jenis olahraga seperti meditasi atau yoga juga bisa membantu tubuh Anda lebih rileks.

12. Meningkatnya suhu basal tubuh

Dalam kondisi hamil, suhu basal tubuh ibu hamil umumnya mengalami peningkatan dan akan bertahan selama hamil. Tetapi tidak semua orang mengalaminya.

Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dihasilkan tubuh selama tidur, diukur pada pagi hari sesaat baru bangun tidur sebelum melakukan kegiatan apapun. Suhu basal tubuh diukur menggunakan termometer yang diletakkan di bawah lidah.

Jika suhu basal Anda tetap tinggi selama 18 hari berturut-turut, maka ada kemungkinan hal ini sebagai tanda-tanda hamil. 

Tanda Tanda Kehamilan
Tanda-tanda Awal Kehamilan Hingga 2 Minggu Setelah Pembuahan

Baca juga: 

Apakah tes kehamilan memberikan petunjuk yang akurat selama awal kehamilan?

Sekarang ini, perkembangan teknologi dari alat tes kehamilan sudah sangat maju. Sebagian besar alat pemeriksaan dapat memberikan hasil yang akurat dari hari pertama telat haid.

Beberapa tes kehamilan yang lebih baru bahkan lebih sensitif dan dapat digunakan sebelum Anda kehilangan menstruasi - paling cepat 7 hari setelah Anda merasa telat haid. Pada beberapa alat bahkan sudah menunjukkan garis samar pada hari ke 4-5 sebagai tanda awal kehamilan.

Kapan Anda harus ke dokter untuk mengetahui tanda hamil? 

Setiap wanita akan mengalami masa kehamilan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dan ciri-ciri hamil awal supaya tidak terlewat.

Pelajari tentang gejala dan tanda hamil yang cukup umum dan waspadai sinyal-sinyal yang ditunjukkan oleh tubuh Anda saat hamil. Setelah itu, lakukan pemeriksaan testpack untuk memastikan apakah Anda sedang hamil atau tidak.

Apabila hasilnya positif atau agak samar, maka konsultasikan ke dokter Anda sesegera mungkin guna mendapatkan perawatan antenatal. Semakin cepat Anda tahu bahwa sedang hamil, maka Anda dapat mulai menjaga kesehatan diri sendiri dan janin untuk menjalani masa kehamilan yang sehat dan positif.

Tanda tanda hamil kembar yang dapat diamati

Ciri-ciri hamil kembar sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tanda tanda kehamilan janin tunggal. Oleh karena itulah, kehamilan kembar tidak dapat diketahui secara pasti jika hanya dengan melihat secara kasat mata. 

Baca Juga: Cara Membuat Anak Kembar

Walau begitu, ada beberapa tanda-tanda hamil yang terlihat dan dapat menjadi acuan bahwa kehamilan Anda berpotensi mengandung janin kembar. Beberapa ciri hamil anak kembar antara lain:

  1. Memiliki riwayat keluarga kembar
  2. Kadar HCG yang tinggi
  3. Mual dan muntah berlebihan
  4. Berat badan naik drastis
  5. Bentuk perut sangat besar
  6. Kram rahim berlebihan
  7. Merasa sangat lelah dan lebih sering buang air kecil
  8. Detak jantung lebih kencang
  9. Merasakan gerakan bayi lebih awal (sebelum mencapai 15-16 minggu)
  10. Kadar Alfa Feto Protein atau AFP yang tinggi

Jenis-jenis pemeriksaan kehamilan

Jika tanda-tanda kehamilan sudah mulai terlihat, wanita biasanya akan segera tes kehamilan dengan menggunakan test pack karena harganya murah dan mudah digunakan. Namun, sebaiknya tetap periksakan ke dokter kandungan supaya lebih pasti.

Berikut 3 tes kehamilan yang biasa dilakukan:

1. USG

Pemeriksaan USG adalah pemindaian melalui gelombang suara untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Ada 2 jenis USG, yaitu USG 3D dan USG 4D. Dibandingkan USG 3D, USG 4D cenderung lebih akurat dan jelas menampilkan gambar hasil pemindaian.

2. Kardiotokografi

Pemeriksaan kandungan dengan kardiotokografi ditujukan untuk memeriksa denyut jantung janin dalam rahim sekaligus mengetahui kontraksi rahim pada ibu hamil.

3. Tes darah

Dalam proses kehamilan, Anda wajib melakukan tes darah untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan yang mungkin saja menjadi tanda bahaya selama kehamilan seperti kolesterol, diabetes, hepatitis, sifilis, asam urat, ataupun HIV yang dibawa oleh ibu hamil.

Tes darah saat hamil bertujuan untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada janin. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan ketika kehamilan menginjak usia 10 minggu.

Apa saja makanan dan vitamin yang harus dikonsumsi ibu hamil?

Salah satu cara menjaga kesehatan ibu hamil adalah dengan memperhatikan kandungan nutrisi pada makanan ibu hamil. Atur asupan makanan setiap hari dan lengkapi dengan minum suplemen atau vitamin. Mengatur pola makan yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungan.

Makanan sehat untuk ibu hamil

Faktanya, ibu hamil membutuhkan sekitar 350-500 kalori tambahan setiap hari setelah memasuki trimester kedua dan ketiga kehamilan. Hal ini bertujuan agar bayi tidak kekurangan nutrisi yang bisa mengganggu perkembangan dan tumbuh kembang bayi. 

Beberapa makanan sehat untuk ibu hamil antara lain:

  • Legum (kacang-kacangan), yang merupakan sumber nabati seperti serat, protein, zat besi, kalium, asam folat B9, magnesium, dan kalsium.
  • Produk susu, yang utamanya mengandung protein dan kalsium tambahan.
  • Ubi jalar, adalah menu makanan sehat untuk ibu hamil yang kaya akan beta karoten.
  • Salmon, kaya akan asam lemak omega 3 esensial yang mengandung DHA dan EPA.
  • Telur, yang mengandung kolin (zat gizi yang menyerupai vitamin B).
  • Brokoli, mengandung serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, asam folat, dan kalium yang baik untuk kesehatan ibu dan janin.
  • Daging tanpa lemak, sebagai sumber protein berkualitas tinggi.
  • Alpukat, mengandung asam lemak tak jenuh, serta kaya serat, kalium, tembaga, vitamin E, C, K, dan vitamin B (asam folat).

Vitamin untuk ibu hamil

Selain mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan, ibu hamil juga perlu mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk ibu hamil. Namun, perlu diingat bahwa vitamin ibu hamil (vitamin prenatal) hanyalah sebagai pelengkap, bukan pengganti nutrisi yang berasal dari sumber alami seperti buah, sayur, atau sumber makanan lainnya.

Baca Juga: Vitamin untuk Ibu Hamil

Manfaat vitamin untuk ibu hamil dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi ibu dan anak, meningkatkan kesehatan, mengurangi gejala mual dan muntah, serta menurunkan risiko cacat lahir. Jenis-jenis vitamin yang dibutuhkan ibu hamil antara lain: 

  • Asam folat atau vitamin B9, minimal 400 mcg setiap hari selama kehamilan untuk mencegah cacat lahir.
  • Omega 3, dapat membantu mengoptimalkan struktur pada membran sel otak dan retina mata serta membantu meningkatkan perkembangan otak bayi.
  • Kalsium, yang dibutuhkan sekitar 1.000 mg setiap hari untuk membantu pembentukkan tulang dan gigi serta mengurangi risiko preeklamsia.
  • Zat besi, penting dalam membentuk sel pada bayi serta mencegah anemia pada ibu hamil.
  • Berbagai jenis vitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, D, E, dan B6, tembaga, dan zinc yang membantu mengurangi rasa mual dan muntah selama kehamilan serta membentuk daya tahan tubuh.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang tanda-tanda awal kehamilan

Apakah ‘mood swing’ biasanya terjadi selama trimester pertama kehamilan?

Karena terjadi perubahan hormon selama kehamilan, ibu hamil sering kali mengalami perubahan suasana hati bahkan terjadi segera setelah pembuahan. Ini adalah ciri ciri hamil yang sangat khas sejak awal kehamilan.

Kapan Anda bisa melakukan tes kehamilan di rumah?

Tes kehamilan bereaksi terhadap human chorionic gonadotropin (hCG), yaitu hormon yang mulai berproduksi ketika embrio melekat pada dinding rahim. Tes kehamilan dengan menggunakan urine (test pack) dapat dilakukan paling cepat 7 hari setelah Anda telat haid.

Apakah perubahan pada payudara (nyeri, pembengkakan puting, hipersensitif) merupakan tanda-tanda awal kehamilan?

Banyak wanita merasa payudara mereka membesar dan menjadi lebih sensitif pada tahap awal kehamilan, yang juga terkadang memberikan rasa nyeri.

Puting pada payudara bisa bertambah besar dan mulai menonjol selama kehamilan dikarenakan sebagai persiapan untuk memberi makan bayi. Hal ini juga dipengaruhi oleh pasokan darah yang meningkat dan saluran ASI yang secara bertahap berkembang di payudara selama kehamilan.

Namun, pembengkakan pada payudara belum tentu menjadi tanda kehamilan karena ada beberapa faktor lain yang juga membuat payudara membengkak. Misalnya perubahan hormonal saat haid dan infeksi juga dapat mengubah bentuk payudara seseorang.

Apakah bercak darah (flek) selama masa menstruasi merupakan tanda tidak hamil?

Pada awal kehamilan, bercak darah (flek) masih bisa terjadi pada masa menstruasi atau bahkan sedikit lebih awal. Kadang-kadang ini menunjukkan terjadinya pendarahan implantasi karena embrio sedang melekat ke dinding rahim.

Bagaimana tanda kram perut pada awal kehamilan?

Kram perut saat hamil mirip dengan rasa sakit yang terjadi selama PMS dan pada hari-hari pertama masa menstruasi. Nyeri ini juga dapat dirasakan pada masa ovulasi yang terkait dengan perlekatan embrio ke dinding rahim. Kram perut juga dapat terjadi karena adanya gangguan, baik pada organ pencernaan, organ reproduksi, maupun organ berkemih.

Apakah gejala pilek dan imunitas rendah sering terjadi pada awal kehamilan?

Pilek dan imunitas rendah bukan tanda atau ciri ciri hamil. Tetapi memang pada saat hamil, sistem imun ibu hamil tergolong rendah sehingga rentan terhadap infeksi penyebab penyakit.

Apakah berat badan wanita menurun pada trimester pertama kehamilan?

Perubahan berat badan dapat terjadi pada trimester awal kehamilan. Berat badan ibu hamil dapat meningkat maupun menurun sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing ibu hamil.

Penurunan berat badan dapat diamati selama beberapa bulan pertama masa kehamilan, terutama yang dikarenakan oleh mual dan muntah di pagi hari. Sementara peningkatan berat badan yang signifikan biasanya akan dimulai pada trimester kedua. Besarnya penambahan berat badan tergantung pada indeks massa tubuh (IMT) pra-kehamilan dan apakah Anda hamil bayi kembar atau hamil tunggal.

Bagaimana cara mengatasi serangan mual dan muntah di pagi hari (morning sickness)?

Banyak wanita mengatasi mual di pagi hari dengan makan camilan. Wanita hamil juga dianjurkan untuk lebih sering makan dalam porsi kecil, minum lebih banyak cairan, dan menambahkan lebih banyak makanan cair misalnya berupa sup atau smoothies.

Kurangi makanan pedas, makanan goreng-gorengan yang berminyak, dan makanan asap. Tunggu sampai makanan Anda jadi sedikit lebih dingin atau hangat sehingga baunya lebih netral dan tidak menyengat. Jika Anda mual dan muntah hebat, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah kebiasaan buang air kecil Anda berubah pada tahap awal kehamilan?

Segera setelah pembuahan, perkembangan rahim mulai meningkat dan secara aktif mulai menekan kandung kemih. Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat membuat wanita lebih sering buang air kecil saat hamil. Dorongan untuk buang air kecil dapat hilang untuk sementara waktu dan kemudian kembali dalam beberapa minggu terakhir kehamilan.

Apakah berkeringat merupakan tanda awal kehamilan?

Berkeringat adalah salah satu tanda perimenopause dan menopause yang paling khas. Selain itu, berkeringat juga menjadi salah satu tanda-tanda PMS yang disebabkan oleh fluktuasi kadar hormon seks wanita. Maka dari itu, berkeringat tidak termasuk dalam daftar tanda awal kehamilan yang khas.

Perubahan pola makan apa saja yang dapat dilakukan pada awal kehamilan?

Hindari beberapa jenis makanan, terutama makanan dengan rasa kuat dan pedas karena rentan memicu rasa mual di pagi hari. Perubahan nafsu makan dan kepekaan rasa adalah tanda-tanda hamil yang sering terjadi.

Apakah areola (area puting susu) yang menjadi lebih gelap adalah tanda pertama kehamilan?

Area di sekitar puting susu (areola) bisa menjadi lebih gelap pada trimester pertama atau kedua kehamilan. Namun, ada juga ibu hamil yang putingnya bahkan tidak menjadi gelap sama sekali.

Benjolan di areola yang terdapat saluran kelenjar Montgomery cenderung lebih menonjol dan memiliki sifat bakterisida. Saluran kelenjar tersebut dapat mengeluarkan sekresi untuk melindungi puting dari kekeringan.

Apakah keputihan seperti susu normal pada tahap awal kehamilan?

Keputihan seperti susu (leukorrhea) adalah hal yang normal dan dapat berlanjut sepanjang kehamilan. Peningkatan jumlah keputihan berkaitan dengan perubahan hormon selama kehamilan, biasanya terjadi segera setelah pembuahan.

Jika mengalami keputihan berbau tak sedap, sensasi terbakar, dan gatal-gatal, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena hal ini dikhawatirkan disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri.

Apakah perut kembung adalah ciri ciri hamil awal?

Kehamilan ditandai dengan tingginya kadar hormon progesteron yang mempengaruhi otot polos, termasuk yang ada di saluran pencernaan. Hal inilah yang dapat memberikan rasa kembung, sembelit, diare, dan peningkatan gas dalam perut saat hamil.

Untuk meminimalkan efek tersebut, ibu hamil disarankan untuk sering makan dengan porsi kecil. Selain itu, hindari juga berbagai makanan yang digoreng dengan minyak dan makanan manis, kol, serta kacang-kacangan karena dapat meningkatkan gejala kembung itu sendiri.

Dengan memperhatikan tanda tanda hamil dan memastikan kehamilan berjalan dengan lancar sejak awal, maka pemeriksaan ke dokter kandungan juga tak boleh terlewatkan. Hal tersebut juga dapat membuat ibu hamil menjadi lebih waspada terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan janin dalam kandungan supaya tetap fit serta sehat sampai proses persalinan.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app