12 Tanda Tanda Hamil Tahap Awal

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 6, 2019 Waktu baca: 8 menit
12 Tanda Tanda Hamil Tahap Awal

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Telat haid bisa menjadi salah satu tanda tanda hamil tahap awal. Pastikan dengan tes kehamilan menggunakan test pack (tespek).
  • Peningkatan hormon estrogen dan progesteron di awal kehamilan dapat menyebabkan payudara membesar dan lebih peka terhadap bau.
  • Janin yang terus tumbuh dalam rahim akan mendorong kandung kemih, sehingga ibu hamil muda akan lebih sering buang air kecil.
  • Gejala morning sickness muncul akibat peningkatan hormon hcG sehingga ibu hamil jadi sering mual atau muntah.
  • Ciri ciri hamil kembar tidak jauh berbeda dengan kehamilan tunggal, tetapi untuk memastikannya bisa dilakukan dengan USG.
  • Ibu hamil membutuhkan 350-500 kalori tambahan setiap hari yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan sehat atau suplemen vitamin.

Tanda-tanda kehamilan penting untuk diketahui sejak dini. Pasalnya, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, terutama saat sedang hamil muda. Pertanda hamil tahap awal memang sulit diketahui karena ciri-ciri hamil yang muncul biasanya tidak terlalu signifikan, gejalanya pun kadang mirip dengan gejala haid.

Beberapa wanita juga mungkin dapat merasakan ada yang berbeda, namun menganggapnya sebagai tanda tubuh sedang kurang fit atau tidak sehat. Mengetahui ciri-ciri hamil sangatlah penting agar ibu dapat menjaga kesehatan dirinya dan janin dengan baik. Diawali dengan mengatur tingkat aktivitas, asupan makanan, hingga pengendalian stres. Mengapa ini sangat penting? Jika seorang wanita telat mengetahui kehamilan, maka gaya hidup sehat tidak segera dilakukan sehingga hal ini bisa membahayakan janin. Dengan mengetahui ciri hamil sejak awal, tentu bisa langsung berhenti makan makanan yang tidak sehat untuk janin dan bisa segera memulai gaya hidup sehat.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Walaupun tanda kehamilan awal pada setiap wanita berbeda, namun beberapa ciri-ciri hamil di bawah ini mungkin dapat membantu memastikan apakah Anda hamil atau tidak.

Tanda tanda hamil yang dapat terjadi pada wanita

1. Tidak menstruasi (amenorrhea)

Tanda-tanda hamil yang tidak asing lagi, yaitu ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi atau telat haid secara rutin. Namun, bagi Anda yang jadwal menstruasinya tidak lancar, mungkin akan cukup sulit membedakan antara telat haid atau hamil.

Ada beberapa kondisi yang membuat wanita mengalami terlambat menstruasi. Penyebab telat haid meliputi stres, terlalu aktif berolahraga, faktor hormonal, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, perlu dilakukan tes kehamilan melalui test pack (tespek) atau konsultasi ke dokter untuk mengetahui tanda awal kehamilan. Test pack atau tespek adalah salah satu alat pemeriksaan yang dapat menunjukkan kemungkinan seseorang hamil atau tidak sejak dini.

2. Perubahan pada payudara

Ciri ciri hamil juga bisa dilihat dari perubahan ukuran payudara. Pada saat hamil, ukuran payudara wanita umumnya akan menjadi lebih besar dari biasanya.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon estrogen dan hormon progesteron dalam tubuh calon ibu. Anda tak perlu khawatir sebab perubahan struktur payudara justru bermanfaat untuk persiapan memproduksi air susu untuk calon bayi Anda nanti.

Iklan dari HonestDocs
Beli Blackmores via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 47

Ukuran payudara yang membesar terkadang juga menimbulkan rasa sakit dan nyeri ketika dipegang karena rasa sensitif meningkat. Anda mungkin juga akan merasakan gatal di sekitar payudara dan mulai muncul garis stretch mark.

Selain itu, puting susu juga akan membesar dengan warna yang semakin gelap, tetapi payudara akan terasa lebih lembut.

3. Sering buang air kecil

Ciri ciri hamil seorang wanita biasanya akan lebih sering buang air kecil. Janin yang tumbuh dalam rahim akan mendorong kandung kemih, sehingga ibu akan lebih sering buang air kecil. Selain itu, peningkatan sirkulasi darah dan perubahan hormon saat hamil juga menjadi penyebab ibu hamil lebih sering buang air kecil. 

Oleh karena itu, sebaiknya hindari minuman berkafein saat hamil. Minuman berkafein seperti teh atau kopi bersifat diuretik, sehingga kandung kemih akan lebih cepat dipenuhi oleh urine. Akibatnya, hasrat untuk buang air kecil akan muncul lebih sering saat hamil. 

Namun, jangan sampai Anda menahan-nahan buang air kecil dan jarang minum agar tidak bolak-balik ke kamar mandi. Tetap penuhi kebutuhan cairan harian tubuh supaya Anda terhindar dari dehidrasi saat hamil. Lakukan senam Kegel untuk membantu meminimalkan keinginan untuk sering buang air kecil. 

4. Perubahan nafsu makan

Pada beberapa kasus kehamilan, nafsu makan wanita cenderung meningkat (craving of hunger). Namun, ada juga ibu hamil yang nafsu makannya justru menurun, terutama saat hamil muda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Blackmores via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 47

Tanda-tanda hamil tahap awal tersebut dapat diakibatkan oleh faktor hormonal yang terjadi selama kehamilan, morning sickness, atau akibat peningkatkan indera penciuman yang semakin tajam dan sensitif. 

Untuk mengatasi perubahan nafsu makan saat hamil, cobalah makan makanan yang lebih bervariasi tapi tetap mengandung nutrisi yang baik bagi ibu dan anak. Lengkapi juga dengan mengonsumsi vitamin prenatal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan bayi. Cukup tidur juga dipercaya dapat menambah nafsu makan ibu hamil.

5. Lebih peka terhadap bau

Tanda tanda hamil yang mudah diamati adalah wanita jadi lebih peka terhadap berbagai macam bau. Ya, beberapa bau atau aroma tertentu dapat mengganggu ibu hamil, padahal mungkin sebelumnya merasa biasa saja dengan bau tersebut.

Selama hamil, indra penciuman wanita akan lebih sensitif terutama pada trimester awal kehamilan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen selama kehamilan.

Meskipun tingkat sensitivitas bau yang dialami ibu hamil berbeda-beda, tetapi indera penciuman ibu umumnya akan mengalami peningkatan bersamaan dengan gejala morning sickness. Hal inilah yang menyebabkan wanita mengalami sakit kepala, mual, dan muntah saat hamil.

Agar lebih nyaman, gunakan aromaterapi yang aman untuk ibu hamil dan bayi. Biarkan jendela rumah tetap terbuka lebar sehingga dapat menghilangkan bau-bauan yang mengganggu. Hal ini juga bisa membantu melancarkan sirkulasi udara dalam rumah sehingga ibu hamil akan merasa lebih tenang dan nyaman.

6. Mual dan muntah

Mual dan muntah bisa menjadi ciri ciri hamil yang paling awal. Biasanya, mual dirasa sangat berat di pagi hari yang dalam istilah medis disebut morning sickness.

Penyebab mual saat hamil disebabkan oleh peningkatan hormon HCG (Human chorionic Gonadotrophin) yang secara tiba-tiba ada dalam aliran darah dan saluran kemih. Peningkatan hormon HCG ini dapat menyebabkan rasa perih pada lapisan perut dan memicu mual.

Dalam buku yang berjudul The Working Woman's Pregnancy Book, Dr. Marjorie Greenfield menyebutkan bahwa sekitar 70% wanita mengalami mual dan 50% wanita mengalami muntah saat awal kehamilan. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab tanda hamil ini justru menjadi pertanda bahwa bayi Anda tumbuh dengan baik di dalam perut. 

Untuk membantu mengatasi mual dan muntah saat hamil, Anda dapat mencium wewangian seperti peppermint atau aroma minyak esensial lainnya.

7. Sesak napas

Beberapa wanita terkadang merasa agak sesak napas atau mengalami masalah pernapasan di awal kehamilan. Pada beberapa kasus, kondisi ini bahkan bisa terjadi selama kehamilan dari awal hingga akhir.

Sesak napas saat hamil umumnya disebabkan karena ibu membutuhkan oksigen ekstra untuk mendukung pertumbuhan janin. Selain itu, peningkatan hormon progesteron juga merangsang pusat pernapasan pada otak, sehingga muncul rasa sesak yang tidak nyaman. 

Namun, lagi-lagi Anda tak perlu terlalu khawatir karena sesak napas saat hamil sebenarnya wajar terjadi. Ini justru menjadi pertanda bahwa janin dalam kandungan Anda sedang tumbuh dengan baik, hanya saja sedikit menekan saluran pernapasan

Akan tetapi, Anda perlu waspada jika sesak napas terasa cukup mengganggu meskipun Anda sedang berbaring ataupun tidak melakukan aktivitas berat. Atau bila Anda merasakan serangan sesak napas secara tiba-tiba, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan. 

8. Mudah lelah dan rasa kantuk yang berlebihan

Mudah merasa lelah dan cepat mengantuk sering kali menjadi ciri ciri hamil yang sering tidak disadari para wanita. Ini adalah hal yang wajar, biasanya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi saat hamil.

Selain itu, rasa kantuk luar biasa yang muncul saat hamil juga bisa terjadi akibat bertambahnya kinerja beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru. Organ-organ penting tersebut tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, tetapi juga membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Rasa lelah dan kantuk yang menyerang ibu hamil mungkin saja efek semakin bertambahnya berat badan ibu hamil dan janin seiring bertambahnya usia kehamilan.

9. Muncul flek yang diikuti kram perut

Flek tanda tanda hamil biasanya berwarna coklat atau merah muda dan jumlahnya tidak banyak. Namun, waspadai jika darah yang keluar cukup banyak, itu menandakan terjadinya pendarahan dan menjadi suatu tanda adanya masalah serius pada tubuh.

Selain munculnya flek, ciri-ciri hamil juga diikuti dengan terjadinya kram ringan pada perut bagian bawah. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya akan mereda setelah kehamilan melewati trimester kedua.

10. Konstipasi

Meningkatnya hormon progesteron dan perubahan hormon lain dalam tubuh saat hamil akan menyebabkan kerja sistem pencernaan melambat. Hal inilah yang menyebabkan ibu hamil sering mengalami konstipasi alias sembelit, ditandai dengan perut terasa kembung.

Selain itu, kurangnya makanan berserat dan tidak berolahraga saat hamil juga dapat mengakibatkan konstipasi.

11. Perubahan suasana hati (mood swing)

Pada masa kehamilan, hormon HCG memang akan meningkat sehingga membuat ibu hamil mudah lelah. Tak hanya itu, hal ini juga yang memicu perubahan mood atau suasana hati secara drastis.

Itulah sebabnya, ibu hamil cenderung lebih sensitif terutama pada trimester awal kehamilan. Bahkan hal kecil dan sepele sekalipun dapat membuat ibu hamil merasa jengkel dan mudah emosi.

Untuk mengatasinya, coba lakukan hal-hal yang disukai atau curhatlah pada suami dan orang terdekat supaya mereka lebih mengerti Anda. Beberapa jenis olahraga seperti meditasi atau yoga juga bisa membantu tubuh Anda lebih rileks.

12. Meningkatnya suhu basal tubuh

Dalam kondisi hamil, suhu basal tubuh ibu hamil umumnya mengalami peningkatan dan akan bertahan selama hamil. Tetapi tidak semua orang mengalaminya.

Suhu basal tubuh adalah suhu terendah yang dihasilkan tubuh selama tidur, diukur pada pagi hari sesaat baru bangun tidur sebelum melakukan kegiatan apapun. Suhu basal tubuh diukur menggunakan termometer yang diletakkan di bawah lidah.

Jika suhu basal Anda tetap tinggi selama 18 hari berturut-turut, maka ada kemungkinan hal ini sebagai tanda-tanda hamil. 

Tanda Tanda Kehamilan
Tanda-tanda Awal Kehamilan Hingga 2 Minggu Setelah Pembuahan

Baca juga: 

Apakah tes kehamilan memberikan petunjuk yang akurat selama awal kehamilan?


Sekarang ini, perkembangan teknologi dari alat tes kehamilan sudah sangat maju. Sebagian besar alat pemeriksaan dapat memberikan hasil yang akurat dari hari pertama telat haid.

Beberapa tes kehamilan yang lebih baru bahkan lebih sensitif dan dapat digunakan sebelum Anda kehilangan menstruasi - paling cepat 7 hari setelah Anda merasa telat haid. Pada beberapa alat bahkan sudah menunjukkan garis samar pada hari ke 4-5 sebagai tanda awal kehamilan.

Kapan Anda harus ke dokter untuk mengetahui ciri ciri hamil? 

Setiap wanita akan mengalami masa kehamilan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dan ciri-ciri hamil awal supaya tidak terlewat.

Pelajari tentang gejala dan tanda hamil yang cukup umum dan waspadai sinyal-sinyal yang ditunjukkan oleh tubuh Anda saat hamil. Setelah itu, lakukan pemeriksaan testpack untuk memastikan apakah Anda sedang hamil atau tidak.

Apabila hasilnya positif atau agak samar, maka konsultasikan ke dokter Anda sesegera mungkin guna mendapatkan perawatan antenatal. Semakin cepat Anda tahu bahwa sedang hamil, maka Anda dapat mulai menjaga kesehatan diri sendiri dan janin untuk menjalani masa kehamilan yang sehat dan positif.

Jenis-jenis pemeriksaan kehamilan

Jika tanda-tanda kehamilan sudah mulai terlihat, wanita biasanya akan segera tes kehamilan dengan menggunakan test pack karena harganya murah dan mudah digunakan. Namun, sebaiknya tetap periksakan ke dokter kandungan supaya lebih pasti.

Berikut 3 tes kehamilan yang biasa dilakukan:

1. USG

Pemeriksaan USG adalah pemindaian melalui gelombang suara untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Ada 2 jenis USG, yaitu USG 3D dan USG 4D. Dibandingkan USG 3D, USG 4D cenderung lebih akurat dan jelas menampilkan gambar hasil pemindaian.

2. Kardiotokografi

Pemeriksaan kandungan dengan kardiotokografi ditujukan untuk memeriksa denyut jantung janin dalam rahim sekaligus mengetahui kontraksi rahim pada ibu hamil.

3. Tes darah

Dalam proses kehamilan, Anda wajib melakukan tes darah untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan yang mungkin saja menjadi tanda bahaya selama kehamilan seperti kolesterol, diabetes, hepatitis, sifilis, asam urat, ataupun HIV yang dibawa oleh ibu hamil.

Tes darah saat hamil bertujuan untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada janin. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan ketika kehamilan menginjak usia 10 minggu.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app