Manfaat dan Efek Samping Imunisasi DPT, Ortu Harus Tahu!

Dipublish tanggal: Jun 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Manfaat dan Efek Samping Imunisasi DPT, Ortu Harus Tahu!

Pemberian imunisasi merupakan cara terbaik dan paling mudah untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Ada banyak jenis imunisasi yang diberikan sejak bayi hingga menginjak remaja dan tak boleh terlewat, salah satunya imunisasi DPT untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Sebelum Anda memberikan imunisasi DPT pada si kecil, ada baiknya ketahui dulu manfaat dan efek samping imunisasi DPT pada ulasan berikut ini. 

Apa itu imunisasi DPT?

DPT merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan untuk bayi, sama seperti imunisasi BCG, polio, campak, hingga hepatitis B. DPT adalah imunisasi yang berfungsi untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus. Ketiga penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan memiliki risiko tinggi menyebabkan kematian. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Difteri merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang memicu pembentukan lapisan tebal pada tenggorokan. Kondisi ini akan membuat anak susah bernapas dan makan. Bila tidak segera diobati, hal ini dapat menyebabkan risiko kerusakan saraf, ginjal, hingga jantung.

Sedangkan pertusis merupakan infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan, sehingga anak dapat mengalami batuk parah. Jika penyakit ini menyerang anak usia di bawah 1 tahun, anak dapat mengalami penyakit paru-paru, kerusakan otak, kejang, bahkan kematian.

Sementara itu, tetanus merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang menyerang otot, sehingga dapat menyebabkan kekakuan otot, kelumpuhan, dan kejang otot. Tetanus tidak menular secara langsung, tetapi umumnya melalui luka yang terpapar nanah.

Baca Selengkapnya: Jadwal Imunisasi yang Disarankan untuk Buah Hati Anda

Kapan jadwal pemberian imunisasi DPT?

Pemberian imunisasi DPT harus dilakukan pada waktu yang tepat dan sesuai jadwal. Anda sebagai orangtua tentunya harus rajin memeriksa jadwal pemberian imunisasi agar tidak ada satupun yang terlewatkan.

Imunisasi DPT diberikan sebanyak 5 kali pada anak usia 2 bulan hingga 5 tahun. Lebih jelasnya, jadwal pemberian imunisasi DPT adalah sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4
  • Dosis 1: usia 2 bulan
  • Dosis 2: usia 3 bulan
  • Dosis 3: usia 4 bulan
  • Dosis 4: usia 18 bulan
  • Dosis 5: usia 5 tahun

Dosis yang diberikan setiap imunisasi adalah satu suntikan. Jika sudah selesai melakukan 5 kali imunisasi, sebaiknya melakukan booster Tdap, yaitu imunisasi ulang Tetanus, Difteri, dan Pertusis, setiap 10 tahun sekali.

Saat pemberian imunisasi, sebaiknya perhatikan juga kondisi anak. Jangan memaksakan memberikan imunisasi DPT jika kondisi anak sedang tidak sehat sebab hal ini justru akan membahayakan kesehatan anak. 

Imunisasi DPT sebaiknya tidak diberikan kepada anak yang mengalami gangguan saraf atau otak dan muncul reaksi alergi setelah pemberian imunisasi.

Baca Juga: Amankah Imunisasi Saat Bayi Batuk & Pilek?

Apa saja efek samping imunisasi DPT?

Sama seperti vaksin pada umumnya, imunisasi DPT juga dapat memberikan efek samping pada tubuh anak. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab efek samping ini berangsur-angsur akan hilang sehingga anak bisa kembali merasa nyaman.

Beberapa efek samping imunisasi DPT adalah demam ringan, bengkak pada bagian suntikan, kulit memerah pada bagian suntikan serta anak menjadi rewel. Lagi-lagi, tak perlu khawatir karena efek samping ini wajar terjadi dan biasanya muncul beberapa jam setelah imunisasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Anda dapat memberikan paracetamol untuk menurunkan demam dan nyeri pada anak. Hindari memberikan obat aspirin karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang mengancam nyawa anak.

Jika setelah pemberian imunisasi DPT ternyata anak mengalami demam hingga 40°Celcius, anak tidak berhenti menangis, atau mengalami kejang bahkan pingsan, segera bawa anak ke dokter terdekat. Meskipun sangat jarang terjadi, pemberian imunisasi DPT dapat menyebabkan gangguan pada otak. Semakin cepat dibawa ke dokter, maka semakin cepat pula dokter melakukan tindakan untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mengancam jiwa anak. 

Pemberian imunisasi secara lengkap dan tepat waktu sangat penting dilakukan untuk memberikan perlindungan pada anak, sehingga anak dapat terhindar dari berbagai penyakit. Anda sebagai orangtua harus mengingat dengan baik jadwal imunisasi anak agar tidak terlewat. 

Sebaiknya berikan imunisasi DPT saat anak dalam kondisi sehat. Jika anak menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan setelah diimunisasi, segera konsultasikan kepada dokter untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mengancam jiwa anak.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Bila Orangtua Lupa Jadwal Imunisasi Anak?

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What You Need to Know About Tdap, DPT and Tetanus Shots. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/all-about-tetanus-shots-770755)
Side Effects of DTP (Diphtheria and Tetanus Toxoids and Pertussis Vaccine Adsorbed USP), Warnings, Uses. RxList. (Accessed via: https://www.rxlist.com/dtp-side-effects-drug-center.htm)
Your Child's Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP) (for Parents). Nemours KidsHealth. (Accessed via: https://kidshealth.org/en/parents/dtap-vaccine.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app