Macam-Macam Warna Urine dan Maknanya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 29, 2019 Waktu baca: 2 menit
Macam-Macam Warna Urine dan Maknanya

Saat buang air kecil, mungkin Anda melihat warna urin (air seni) Anda tidak seperti biasanya, misalnya berwarna kuning kecoklatan, hijau, atau merah. Mungkin seketika Anda akan panik dan timbul pertanyaan kenapa bisa begitu? Apa penyebab warna urin yang abnormal ini?

Warna urin abnormal dapat disebabkan oleh berbagai masalah. Hal ini dapat disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan, dari makan makanan tertentu, dehidrasi, atau dari kondisi medis seperti penyakit saluran kemih, hati atau liver. Jika Anda masih tidak dapat menentukan penyebab dari warna urin yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Penyebab Warna Urin Abnormal

Ada banyak penyebab yang dapat membuat warna urin kita menjadi tidak seperti biasanya, diantaranya ada penyebab tidak berbahaya dan berlangsung sementara seperti makan makanan tertentu atau minum beberapa jenis obat. Sedangkan ada penyebab lainnya mungkin lebih serius, dan warna urine yang tidak seperti biasanya itu dapat menunjukkan adanya kondisi medis atau penyakit tertentu.

Berikut berbagai penyebab warna urine abnormal sesuai dengan warnanya.

Warna Urin Merah / Merah Muda

Penyebab urin berwarna merah/ merah muda:

  • Darah dalam urin dapat berasal dari infeksi, penyakit ginjal, batu saluran kemih, kanker, atau pembesaran prostat pada pria.
  • Myoglobinuria, pecahnya hemoglobin di dalam otot yang disebabkan olahraga berlebih atau dipukuli.
  • Makanan tertentu, seperti blackberry, buah naga dan bit.
  • Obat-obatan, seperti rifampisin (obat TBC), pyridium, dan senna (obat pencahar).
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan.
  • Keracunan timah atau merkuri.

Warna Urin Oranye

Penyebab urin berwarna oranye:

  • Paling sering terjadi karena dehidrasi atau kekurangan cairan. 
  • Masalah pada saluran empedu atau hati.
  • Obat-obatan seperti rifampisin (obat TBC), pyridium, obat pencahar, sulfasalazine (anti inflamasi), dan beberapa obat kemoterapi.

Warna Urine Kuning Gelap/ Pekat

Apabila urin hanya tampak lebih gelap atau pekat dari biasanya, mungkin saja karena Anda sedang mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Hal ini terjadi karena konsentrasi tinggi yang dihasilkan dari senyawa dalam urin dapat membuat warnanya menjadi lebih gelap.

Warna Urin Coklat Tua

Penyebab urin berwarna coklat tua:

Warna Urin Biru / Hijau

Penyebab urin berwarna biru/hijau:

Keruh dan Berbusa

Hal ini biasanya disebabkan oleh batu ginjal atau infeksi saluran kemih.

Cara Mengatasi Warna Urin Abnormal

Cara mengatasi warna urin yang abnormal tergantung pada penyebabnya. Apabila disebabkan oleh dehirasi, maka perbanyaklah minum air putih. Apabila disebabkan oleh makanan tertentu, maka berhentilah mengkonsumsinya. Apabila penyebabnya adalah penyakit maka segera periksakan diri Anda ke dokter.

Kapan Harus Ke Dokter?

Apabila Anda melihat perubahan warna pada urin, sedangkan Anda tidak sedang dehidrasi, makan makanan tertentu, ataupun mengonsumsi obat-obatan, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Beberapa penyebab warna urin abnormal dapat berupa penyakit serius yang perlu segera diobati.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Urine Color Chart: What’s Normal and When to See a Doctor. Healthline. (https://www.healthline.com/health/urine-color-chart)
5 causes of dark urine. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324469.php)
Urine: Color, Odor, and Your Health. WebMD. (https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/truth-about-urine)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app