HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Lightheadedness - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mei 2, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Lightheadedness adalah pusing dimana kepala terasa ringan seolah-olah mau pingsan. Tubuh mungkin terasa berat sementara kepala terasa seperti tidak mendapat cukup darah. Selain pusing, kondisi ini dapat disertai dengan penglihatan kabur dan hilangnya keseimbangan.

Meskipun bukan merupakan kondisi yang memprihatinkan, sakit kepala ringan kadang-kadang dapat meningkatkan risiko seseorang terjatuh. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati ketika merasa pusing.

Lightheadedness sering terjadi ketika Anda bergerak cepat dari posisi duduk ke posisi berdiri. Perubahan posisi dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otak, sehingga membuat tekanan darah turun secara drastis dan dapat menyebabkan Anda pingsan. Kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang mengalami dehidrasi karena sakit atau kekurangan asupan cairan.

Apa Penyebab Munculnya Lightheadedness?

Selain dehidrasi dan perubahan posisi secara cepat, penyebab utama munculnya lightheadedness meliputi:

  • alergi
  • berada pada ketinggian
  • pilek
  • terserang flu
  • gula darah rendah
  • mengkonsumsi tembakau, alkohol, atau obat-obatan terlarang
  • dehidrasi yang disebabkan oleh muntah, diare, demam, dan penyakit lainnya
  • pernapasan yang sangat dalam atau cepat (hiperventilasi)
  • kecemasan dan stres
  • efek samping obat-obatan

Dalam beberapa kasus, lightheadedness disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti:

Gejala Lightheadedness

Tentu saja gejala lightheadedness adalah pusing seperti hampir pingsan, Namun ada beberapa gejala yang dapat muncul bersamaan dengan lightheadedness yang perlu Anda perhatikan, karena gejala-gejala tersebut dapat menjadi pertanda suatu kondisi medis yang berbahaya. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • wajah tampak jatuh pada satu sisi
  • mual
  • nyeri dada dada
  • sesak nafas
  • berkeringat tanpa alasan yang jelas
  • muntah

Jika gejala-gejala di atas muncul, atau kondisi pusing bertahan selama 1 minggu atau lebih, segera hubungi ambulans atau pergi ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat.

Bagaimana Cara Mencegah Munculnya Lightheadedness?

Lightheadedness dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Beberapa diantaranya dapat dicegah sedangkan beberapa lainnya tidak dapat dicegah. Namun untuk mengurangi munculnya kondisi ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, diantaranya :

  • Berdiri secara perlahan dan menghindari perubahan secara tiba-tiba pada posisi tubuh untuk mencegah munculnya pusing seperti hampir pingsan.
  • Minumlah banyak cairan, terutama saat sedang sakit atau setelah berolahraga secara intens.
  • Hindari cahaya terang dan kenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan.
  • Hindari penggunaan zat yang diketahui dapat menyebabkan pusing, seperti alkohol atau tembakau. Obat antihistamin, obat penenang, dan anti mual juga dapat menyebabkan pusing seperti mau pingsan.

Bagaimana Perawatan Lightheadedness?

Diagnosa

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada lightheadedness, dan gejalanya tidak membaik atau bertambah parah, segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan membuat asesmen untuk menentukan apa penyebab munculnya gejala dengan bertanya mengenai riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap.

Pengobatan

Sakit kepala seperti mau pingsan yang tidak disebabkan oleh kehilangan darah yang parah, serangan jantung, atau stroke, biasanya dapat membaik seiring waktu. Secara umum, pengobatan lightheadedness berfokus pada mengatasi kondisi yang mendasarinya.

Perawatan untuk mengatasi lightheadedness yang tidak mengancam jiwa dapat dilakukan dengan cara :

  • memenuhi kebutuhan cairan harian
  • pemasangan infus untuk rehidrasi
  • makan atau minum sesuatu yang manis
  • minum cairan yang mengandung elektrolit
  • berbaring atau duduk untuk mengurangi perbedaan tekanan kepala terhadap tubuh

Untuk kasus yang lebih serius, atau untuk kasus yang tidak membaik selama seminggu atau lebih, perawatan dapat dilakukan dengan:

  • pemberian diuretik (pil air)
  • diet rendah garam
  • obat anti mual / anti-nausea
  • obat anti kecemasan, seperti Diazepam (Valium) atau Alprazolam (Xanax)
  • obat anti-migrain
  • terapi keseimbangan, alias rehabilitasi vestibular (latihan untuk membantu membuat sistem keseimbangan kurang sensitif terhadap gerakan)
  • psikoterapi untuk mengurangi kecemasan
  • suntikan antibiotik di telinga bagian dalam yang menyebabkan masalah keseimbangan (ini menonaktifkan keseimbangan di telinga itu, memungkinkan telinga yang lain mengambil alih keseimbangan)
  • pengangkatan organ indera telinga bagian dalam, yang dikenal sebagai labyrinthectomy (operasi langka untuk menonaktifkan fungsi telinga bagian dalam yang menyebabkan masalah keseimbangan sehingga telinga yang lain dapat mengambil alih)

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app