Kulit Kering - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 3, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 12, 2019 Waktu baca: 2 menit

Apa itu kulit kering?

Kulit kering merupakan gangguan kondisi tidak nyaman yang ditandai dengan adanya gatal dan kulit pecah-pecah. Kulit kering dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh dan biasanya mempengaruhi tangan, lengan, dan kaki.

Penanganan umum yang dapat dilakukan adalah perubahan gaya hidup dan pemakaian pelembab secara teratur. Jika kondisi tidak membaik, sebaiknya mengkonsultasikan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jenis-jenis kulit kering

Paparan kondisi cuaca kering, air panas, dan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan kulit mengering. Kulit kering juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Dermatitisis adalah istilah medis untuk kondisi kulit yang sangat kering.

Ada beberapa jenis dermatitis, seperti berikut ini:

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak berkembang ketika kulit Anda bereaksi terhadap sesuatu yang disentuh dan menyebabkan peradangan lokal.

Dermatitis kontak iritan dapat terjadi ketika kulit terpapar zat kimia yang menyebabkan iritasi, seperti pemutih. Sedangkan dermatitis kontak dapat berkembang ketika kulit  terpapar zat alergi atau alergen seperti logam, nikel dan lainnya.

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik terjadi ketika kulit memproduksi terlalu banyak minyak. Sehingga menghasilkan ruam merah dan bersisik, biasanya terjadi di daerah kulit kepala. Jenis dermatitis ini sering terjadi pada bayi.

Dermatitis atopik

Dermatitis atopik juga dikenal sebagai eksim. Ini merupakan kondisi kulit kronis yang menyebabkan bercak bersisik kering muncul pada kulit dan sering terjadi pada anak-anak muda.

Kondisi lainnya, seperti psoriasis dan diabetes tipe 2, juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering.

Faktor risiko untuk kulit kering

Kulit kering dapat menyerang siapa saja. Tetapi beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang timbulnya kulit kering, termasuk:

  • Usia. Orang dewasa cenderung lebih besar memiliki kulit kering. Seiring bertambahnya usia, pori-pori secara alami menghasilkan lebih sedikit minyak sehingga meningkatkan risiko kulit kering.
  • Riwayat kesehatan. Anda lebih mungkin mengalami eksim atau dermatitis kontak alergi jika memiliki riwayat kondisi ini atau penyakit alergi lainnya dalam keluarga.
  • Musim. Kulit kering lebih umum selama musim gugur dan musim dingin, ketika tingkat kelembaban relatif rendah. Di musim panas, tingkat kelembaban yang lebih tinggi membantu menghentikan kulit dari kekeringan.
  • Kebiasaan mandi. Sering mandi atau mencuci dengan air yang sangat panas meningkatkan risiko kulit kering.

Pengobatan untuk kulit kering

Seiring dengan perbaikan gaya hidup, pengobatan dengan salep bebas, resep, krim, atau lotion dapat mengobati gejala kulit kering. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu mencegah dan meringankan kulit kering, seperti:

  • hindari menggunakan air sangat panas saat mandi
  • jaga waktu mandi kurang dari 10 menit
  • gunakan sabun pelembab saat mandi
  • oleskan pelembab segera setelah mandi
  • saat mengeringkan kelut tepuk-tepuklah dengan handuk, jangan digosok.
  • hindari menggaruk kulit kering
  • minum banyak air

Penting juga untuk memilih jenis pelembab yang tepat untuk jenis kulit Anda. Jika kulit Anda sangat kering, cari produk berbasis petrolatum.

Jika tidak diobati, dermatitis dapat menjadi lebih buruk. Perawatan dini dapat membantu Anda merasa lebih nyaman dan juga dapat menurunkan risiko komplikasi, seperti luka terbuka akibat garukan dan infeksi kulit.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Home remedies for dry skin: 7 home remedies (https://www.medicalnewstoday.com/articles/319555.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app