Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN
Pengobatan

Dermatitis Atopik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.430.702 orang

Dermatitis Atopik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Mungkin ini salah satu penyakit kulit yang sering Anda jumpai atau bahkan sekarang Anda sendiri mengalaminya. Dermatitis atopik adalah bentuk penyakit kulit eksim yang paling umum. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat mempengaruhi orang dewasa.

Eksim adalah suatu kondisi yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah, kering dan pecah-pecah. Ini merupakan penyakit jangka panjang (kronis) dan biasanya begitu saja, meskipun dapat menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu, terutama pada anak-anak.

Dermatitis atopik biasanya terjadi pada orang yang memiliki 'kecenderungan atopik', artinya mereka dapat mengembangkan salah satu atau semua dari tiga kondisi yang terkait erat; eksim atopik, asma dan hay fever (rhinitis alergi). Seringkali hal ini terjadi dalam keluarga dengan orang tua, anak atau saudara yang juga memiliki atopik. Oleh karena itu, riwayat keluarga dengan asma, eksim atau rhinitis sangat berguna dalam mendiagnosis dermatitis atopik pada bayi.

Gejala Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik yang terjadi pada masa bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika dewasa, namun bisa juga akan bertahan sampai dewasa. Ada periode di mana gejala membaik, namun suatu ketika gejala menjadi buruk (flare-up). Flare-up atau kekambuhan bisa terjadi sesering dua atau tiga kali sebulan.

Dermatitis atopik akan menimbulkan gejala berupa kulit menjadi gatal, kering, pecah-pecah, sakit dan merah. Dermatitis Atopik dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh kita, tetapi daerah yang paling sering terserang adalah daerah lutut, lengan siku, sekitar leher, tangan, dan pipi.

Tingkat keparahan dermatitis atopik dapat bervariasi dari orang ke orang. Mereka yang mengalami eksim ringan mungkin kulit hanya mengalami gejala berupa kering, terkadang gatal, dan itupun pada area yang sempit. Namun pada kasus yang lebih parah, dermatitis atopik dapat menimbulkan gejala kulit merah luas, kulit yang meradang di seluruh tubuh dan gatal yang tak kunjung reda.

Gejala dermatitis akan memburuk ketika digaruk, karena garukan akan membuat kulit berdarah, semakin gatal, dan menyebabkan infeksi sekunder.

Apabila infeksi skunder terjadi, maka muncullah beberapa tanda berikut ini:

  • Eksim menjadi lebih luas dan lebih buruk
  • Mengalir cairan dari kulit (berupa nanah atau darah kotor)
  • Kerak kuning pada permukaan kulit
  • Cairan putih atau kuning yang menempel pada permukaan eksim
  • Kulit menjadi bengkak dan sakit
  • Badan bisa demam dengan suhu tinggi dan umumnya merasa tidak sehat (meriyang atau sakit)

Kunjungi dokter secepat mungkin jika Anda menduga bahwa dermatitis atopik telah terinfeksi oleh bakteri.

  • 11 Jenis Penyakit Kulit Berbahaya

Penyebab Dermatitis Atopik

Sayangnya belum diketahui secara pasti penyebab dermatitis atopik. Yang jelas kondisi ini sering terjadi pada orang yang memiliki alergi "atopik" yang berarti kepekaan terhadap zat penyebab alergi (alergen), sering terjadi dalam keluarga, dan sering berkembang bersamaan dengan kondisi lain, seperti asma dan rhinitis alergi.

Gejala dermatitis atopik sering memiliki pemicu tertentu, seperti sabun, deterjen, stres dan cuaca. Kadang-kadang alergi makanan dapat berperan, terutama pada anak-anak dengan eksim yang parah.

Jenis-jenis Pemicu:

  • Iritan - seperti sabun dan deterjen, termasuk sampo, dan sabun mandi.
  • Faktor lingkungan atau alergen - seperti cuaca dingin dan kering, kelembaban, dan hal yang lebih spesifik seperti tungau debu rumah, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.
  • Alergi makanan - seperti alergi susu sapi, telur, kacang tanah, kedelai atau gandum
  • Perubahan hormon - gejala memburuk pada hari-hari sebelum menstruasi atau selama kehamilan

Dokter biasanya akan dapat mendiagnosis dermatitis atopik dengan melihat kulit secara langsung dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang gejala yang Anda alami.

Pertanyaan-pertanyaannya biasanya sebagai berikut:

  • Di mana saja ruam gatal muncul?
  • Kapan gejala pertama mulai?
  • Apakah itu hilang timbul?
  • Apakah ada riwayat atopik dalam keluarga?
  • Apakah Anda memiliki kondisi lainnya, seperti alergi atau asma.

Anda harus memberitahu dokter jika kondisi Anda mempengaruhi kualitas hidup - misalnya, jika Anda mengalami kesulitan tidur karena gatal, atau eksim ini membatasi kegiatan sehari-hari.

Langkah Pengobatan

Saat ini tidak ada obat yang benar-benar menyembuhkan dermatitis atopik, tetapi pengobatan dapat membantu meringankan gejala dan membuat kondisi menjadi membaik.

  • Alergi Kulit dan Obatnya

Namun, eksim yang parah sering memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari dan mungkin sulit untuk mengatasi secara fisik dan mental. Ada juga peningkatan risiko infeksi kulit. Banyak jenis perawatan yang dapat digunakan untuk mengontrol gejala dan mengelola eksim, termasuk:

  • Perawatan mandiri, seperti mengurangi menggaruk dan menghindari pemicu
  • Emolien (perawatan pelembab) - digunakan setiap hari untuk kulit kering
  • Kortikosteroid topikal - salep yang digunakan untuk mengurangi gejala dermatitis atopik lokal berupa pembengkakan, kemerahan dan gatal-gatal pada kulit selama kambuh. Lebih lanjut konsultasikan dengan dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit