Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Kram Perut: Penyebab, Bahayanya dan Pengobatannya

Update terakhir: DEC 4, 2019 Tinjau pada DEC 4, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.504.813 orang

Kram Perut: Penyebab, Bahayanya dan Pengobatannya

Seseorang yang mengalami kram perut akan merasakan sakit perut yang luar biasa, melilit, seolah diremas-remas, sebentar muncul sebentar reda, jika dibuat grafik seperti bergelombang. Ketika rasa sakit itu datang tak jarang penderitanya memegang bagian perut sambil menekuk tubuh seraya berteriak kesakitan.. aduh... tolong dok..!

Kram perut atau dalam istilah medis disebut colic abdomen merupakan istilah umum yang menggambarkan rasa sakit perut melilit akibat kontraksi otot polos yang terdapat pada organ dalam rongga perut atau Abdomen yang meliputi banyak organ, termasuk lambung, usus, kandung empedu, pankreas, esofagus, Ginjal, ureter serta rahim dan juga organ reproduksi wanita lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

aduh.. atit eyutt...!

Bagi siapa saja yang mengalami atau menyaksikannya, tentu penasaran sebenarnya apa penyebab kram perut itu? apakah berbahaya? dan bagaimana penanganannya?

Penyebab Kram Perut

Meskipun sebagian besar kasus kram perut disebabkan oleh penyakit ringan, namun kram yang parah kadang-kadang bisa menjadi tanda atau gejala dari kondisi yang lebih serius. Kram perut yang ringan sampai sedang biasanya merupakan gejala dari masalah pencernaan atau menstruasi, namun rasa sakit yang lebih parah dapat disebabkan oleh kanker, peradangan organ, atau gangguan yang berhubungan dengan kehamilan.

Masalah Pencernaan Kram perut dapat disebabkan oleh infeksi, keganasan (kanker), peradangan, trauma, obstruksi, dan proses abnormal lainnya dari organ pencernaan. Kondisi yang relatif ringan seperti gangguan pencernaan dan stres dapat menyebabkan kram perut. Di samping itu kondisi lain yang lebih serius dan mengancam jiwa seperti trauma, radang usus buntu, dan kanker kolorektal juga dapat menyebabkan kram perut.

Secara lebih lengkap berikut penyakit penyakit atau kondisi medis yang menjadi penyebab karam perut:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Penyumbatan Usus atau obstruksi
  • Appendicitis (radang usus buntu)
  • Penyakit celiac (sensitivitas terhadap gluten dari gandum dan biji-bijian lain yang menyebabkan kerusakan usus)
  • Kanker colorectal
  • Sembelit atau konstipasi
  • Intoleransi makanan atau alergi makanan
  • Keracunan makanan, seperti makanan yang mengandung kuman Salmonella penyebab tifus
  • Gastritis dan viral gastroenteritis (infeksi virus pada saluran pencernaan, juga disebut flu lambung atau flu usus)
  • Penyakit radang usus (termasuk penyakit Crohn dan colitis ulcerative) dan diverticulitis (radang kantong abnormal pada usus besar)
  • Irritable bowel syndrome (IBS, ketidaknyamanan pencernaan yang tidak menyebabkan kerusakan usus atau penyakit serius)
  • Penyakit hati (termasuk hepatitis, sirosis dan gagal hati) dan penyakit kandung empedu (termasuk batu empedu dan cholecystitis, radang kandung empedu)
  • Pankreatitis (radang pankreas)

Kram perut yang berkaitan dengan Ginekologi (Alat Reproduksi Wanita) Kram perut pada wanita memiliki kemungkinan penyebab yang lebih banyak karena perempuan memiliki organ reproduksi yang juga berpotensi menyebabkan kram perut. Antaralain:

  • Endometriosis (pertumbuhan lapisan endometrium yang tidak normal)
  • Kram menstruasi (nyeri haid)
  • Komplikasi kehamilan, seperti keguguran
  • Kista ovarium
  • Myoma (pertumbuhan jinak dari lapisan otot Rahim)
  • Adenomyosis
  • Tanda tanda Persalinan
  • Penyakit radang panggul (infeksi pada rahim dan tuba falopi)
  • Penyakit menular seksual (PMS)

Penyebab Lain Kram Perut Kram perut juga bisa disebabkan oleh masalah dalam sistem tubuh selain saluran pencernaan dan organ ginekologi termasuk:

  • Trauma abdomen
  • Aneurisma aorta abdominal (pembuluh darah yang  menggelembung dan rawan peceh)
  • Tumor abdomen, massa atau abses (kumpulan nanah yang disebabkan oleh infeksi)
  • Gagal jantung kongestif akut
  • Peritonitis (infeksi pada lapisan perut bagian dalam)
  • Infeksi kandung kemih
  • Penyakit ginjal (termasuk batu ginjal dan gagal ginjal)
  • Efek samping obat-obatan (seperti obat-obat kemoterapi, antibiotik, dan natrium fosfat)
  • Akibat olahraga berlebihan
  • Stres, kecemasan atau ketakutan
  • Eksposur zat beracun (konsumsi bahan kimia beracun atau tanaman beracun, atau gigitan serangga beracun)
  •  
  • Dehidrasi karena keinginan untuk minum cairan menurun atau kehilangan cairan akibat diare dan demam
  • Hepatic encephalopathy (kebingungan dan perubahan lain yang dapat menyebabkan koma)
  • Infertilitas (kemandulan)
  • Gagal ginjal
  • Gagal hati
  • Keguguran
  • Kekurangan Nutrisi dan vitamin karena tidak nafsu makan
  • Penyebaran kanker
  • Penyebaran infeksi

Apa potensi komplikasi atau bahaya kram perut?

Komplikasi kram perut dapat bersifat progresif (semakin lama dapat semakin memburuk) dan bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karena kram perut dapat disebabkan oleh penyakit serius, kegagalan untuk mencari pengobatan dapat mengakibatkan komplikasi dan kerusakan permanen. Oleh karena itu periksalah ke dokter jika Anda mengalami kram perut yang terus-menerus atau gejala yang tidak biasa lainnya. Setelah penyebab yang mendasari didiagnosis, ikutilah rencana pengobatan yang dianjurkan oleh dokter sehingga dapat membantu mengurangi komplikasi atau bahaya potensial kram perut antara lain:

Mengobati Kram Perut

  • Pengobatan kram perut akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun secara umum kram perut dapat diobati dengan aman menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti acetaminophen dan ibuprofen, meskipun mereka tidak aman untuk orang dengan kondisi tertentu, seperti ulkus, radang usus buntu dan penyakit hati.
  • Kram perut akibat gas atau gangguan pencernaan sering kali dapat dikurangi dengan obat maag atau antasida.
  • Beberapa orang juga sering menggunakan bantalan pemanas atau botol air panas untuk mengobati kram perut, terutama pada kram menstruasi.
  • Untuk penyakit yang belum ditemukan obatnya, seperti IBS, dokter biasanya meresepkan obat antispasmodic untuk mengurangi pergerakan usus yang berlebihan atau antidiare untuk meringankan gejala yang ada.

Namun ingat, Siapa saja yang mengalami kram perut parah atau berkepanjangan, muntah, sembelit, atau BAB berdarah maka harus memeriksakannya ke dokter.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini