Konidin Tablet: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Waktu baca: 5 menit

Konidin Tablet adalah obat yang digunakan untuk meredakan batuk yang terkait influenza, masuk angin, bronkitis, radang saluran pernapasan, alergi dan asma. Konidin Tablet mengandung dextromethorphan (obat penekan batuk dari kelas morphinan), guaiphenesin (obat batuk yang termasuk ekspektoran), dan chlorpheniramine maleate (obat alergi golongan antihistamin generasi pertama.Berikut ini adalah informasi lengkap obat Konidin Tablet yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Konimex

golongan

Bisa diperoleh tanpa resep dokter di apotek atau toko obat berijin resmi.

kemasan

Konidin Tablet dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Dos isi 25 Strip x 4 tablet

kandungan

Konidin Tablet mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Dextromethorphan adalah obat yang termasuk kelas morphinan yang memiliki efek sebagai penenang, disosiatif dan stimulan. Obat ini digunakan sebagai obat penekan batuk, terutama batuk karena iritasi tenggorokan dan bronkial ringan.guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate adalah obat yang termasuk ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernafasan terutama pada infeksi saluran pernafasan akut. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi viskositas mukus dari trakea dan bronkus, sehingga mempermudah pengeluaran dahak dari jalan nafas lewat mekanisme batuk.Chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah obat yang termasuk golongan alkilamina antihistamin generasi pertama. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria. Dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama lainnya, chlorpheniramine maleate memiliki efek sedatif yang relatif lemah.

Indikasi

Kegunaan Konidin Tablet adalah untuk meredakan batuk yang terkait influenza, masuk angin, bronkitis, radang saluran pernapasan, alergi dan asma.

Penyakit/Kondisi terkait

  • Batuk
  • Batuk rejan
  • Bronchitis
  • Asma

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Penggunaan pada anak usia < 2 tahun tidak dianjurkan kecuali atas petunjuk dokter.
  • Tidak boleh digunakan pada neonatus, bayi prematur, atau penderita serangan asma akut.

Efek samping Konidin Tablet

Secara umum Konidin Tablet bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang, selama diberikan pada dosis yang dianjurkan. Berikut adalah beberapa efek samping Konidin Tablet yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang paling umum adalah mulut, hidung, dan tenggorokan kering.
  • Efek samping pada saluran pencernaan misalnya mengurangi nafsu makan, mual, dan muntah.
  • Obat ini juga menyebabkan efek samping berupa sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, dextromethorphan berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Konidin Tablet adalah sebagai berikut :

  • Jangan menggunakan Konidin Tablet melampaui dosis yang dianjurkan.
  • Pemakaian Konidin Tablet harus dihentikan jika tanda-tanda awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya muncul, karena jika terjadi bisa berakibat fatal.
  • Hati-hati menggunakan Konidin Tablet pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Hentikan terapi jika anda mengalami kesulitan tidur/insomnia, palpitasi atau pusing.
  • Konidin Tablet tidak dianjurkan untuk anak-anak <2 tahun, wanita hamil, ibu menyusui kecuali dengan saran dokter.
  • Jangan minum alkohol selama menggunakan obat ini.
  • Konidin Tablet menyebabkan kantuk. jangan mengemudikan kendaraan atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Konidin Tablet untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan dextromethorphan kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran keamanan penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung dextromethorphan untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Konidin Tablet jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.
  • Efek samping pada sistem saraf pusat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat-obat depresan sistem saraf pusat (misalnya obat penenang, tranquilisers).
  • Hal yang sama juga terjadi jika digunakan bersamaan dengan alkohol.
  • Risiko atau keparahan efek samping meningkat jika dikombinasikan dengan Alprazolam, Aripiprazole, Benzocaine, Buspirone, Cetirizine, atau Cyproheptadine.
  • Metabolisme Chlorpheniramine maleate menurun bila dikombinasikan dengan Amiodarone, Celecoxib, Cimetidine, Clarithromycin, atau Clotrimazole.

Dosis Konidin Tablet

Obat Konidin Tablet diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun : 3 x sehari 1 - 2 tablet
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 3 x sehari 1/2 - 1 tablet
  • Anak-anak usia 3-6 tahun: 3 x sehari 1/4 - 1/2 tablet
  • Atau menurut petunjuk dokter

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Konidin Tablet

  • Buang semua sisa obat Konidin Tablet yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Konidin Tablet sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Penggunaan obat ini untuk penderita epilepsi dan pasien yang berisiko kejang, pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal, pasien lansia, ibu hamil dan ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini dapat mengganggu kemampuan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi (misalnya mengemudi atau mengoperasikan mesin berat).
  • Alkohol dan obat penenang lain dapat meningkatkan ngantuk.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Baca juga

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Dextromethorphan
  • Merk-merk obat dengan kandungan guaiphenesin
  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif chlorpheniramine maleate

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Konidin Tablet harus sesuai dengan yang dianjurkan.


20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Konidin. Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas). (http://pionas.pom.go.id/obat/konidin-0)
Dicpinigaitis, Peter & Gayle, Yvonne. (2004). Effect of Guaifenesin on Cough Reflex Sensitivity. Chest. 124. 2178-81. 10.1378/chest.124.6.2178.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/8967453_Effect_of_Guaifenesin_on_Cough_Reflex_Sensitivity)
Albrecht, Helmut & Dicpinigaitis, Peter & Guenin, Eric. (2017). Role of guaifenesin in the management of chronic bronchitis and upper respiratory tract infections. Multidisciplinary Respiratory Medicine. 12. 10.1186/s40248-017-0113-4.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/321469394_Role_of_guaifenesin_in_the_management_of_chronic_bronchitis_and_upper_respiratory_tract_infections)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app