Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Chlorpheniramine Maleate: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 7, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.983.367 orang

Chlorpheniramine maleate (CTM) adalah obat untuk mengobati pilek, bersin-bersin, mata berair, gatal pada mata, hidung, tenggorokan atau kulit, yang disebabkan oleh kondisi alergi, common cold, atau influenza.

Obat Chlorpheniramine maleate (CTM) juga sering digunakan dalam sediaan obat rinitis alergi, urtikaria, dan asma. Obat alergi ini termasuk golongan obat antihistamin.Histamin secara alami sudah ada dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai reaksi alergi.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Histamin dapat menghasilkan gejala bersin, gatal, mata berair, dan hidung meler. Chlorpheniramine maleate (CTM) bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Berikut adalah tabel informasi obat Chlorpheniramine maleate (CTM) :

Informasi obat Chlorpheniramine maleate (CTM)

Chlorpheniramine maleate (CTM) obat apa? Apa efek sampingnya, dan merk-merk apa saja yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap obat alergi ini.

Chlorpheniramine maleate (CTM) Obat Apa?

Chlorpheniramine maleate adalah antihistamin generasi pertama. Obat ini bertindak terutama sebagai inverse agonist histamin perifer H1-reseptor. Selain itu juga mempunyai efek antikolinergik dan sebagai obat penenang ringan.Obat alergi ini dikenal juga dengan nama Chlorphenamine dan Chlor-trimeton (CTM). Tersedia berupa sediaan tunggal namun sering pula dikombinasikan dengan obat-obat lain dalam berbagai sediaan (umumnya sediaan obat flu). Misalnya dikombinasikan dengan Phenylpropanolamine yang diindikasikan sebagai obat alergi dengan sifat antihistamin dan dekongestan.

Golongan

Obat Bebas Terbatas

Kemasan

Obat alergi ini biasanya dipasarkan berupa Chlorpheniramine maleate 4 mg.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Indikasi

Kegunaan Chlorpheniramine maleate (CTM) adalah untuk mengobati pilek, bersin-bersin, mata berair, gatal pada mata, hidung, tenggorokan atau kulit, yang disebabkan oleh reaksi alergi, common cold, atau influenza. Obat ini juga sering digunakan dalam sediaan obat rinitis alergi, urtikaria, dan asma.

Penyakit/Kondisi terkait

  • Alergi Makanan : Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Kontraindikasi

  • Penggunaan pada anak usia < 2 tahun tidak dianjurkan kecuali atas petunjuk dokter.
  • Tidak boleh digunakan pada neonatus, bayi prematur, atau penderita serangan asma akut.

Efek samping Chlorpheniramine maleate (CTM)

Berikut adalah beberapa efek samping Chlorpheniramine maleate (CTM) :

  • Efek samping yang paling sering terjadi adalah mengantuk. Mengantuk biasanya menghilang setelah beberapa hari pengobatan.
  • Obat alergi ini juga menyebabkan efek sedasi namun lebih lemah dibandingkan antihistamin generasi pertama lainnya (trimeprazin dan prometazin). Efek sedasi dari obat alergi sebenarnya dibutuhkan untuk mengendalikan gatal karena alergi.
  • Efek samping lainnya termasuk pusing, kebingungan, sembelit, kecemasan, mual, penglihatan kabur, gelisah, penurunan koordinasi, mulut kering, pernapasan cepat, halusinasi, iritabilitas, masalah dengan ingatan atau konsentrasi, tinnitus dan kesulitan buang air kecil.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat Chlorpheniramine maleate (CTM) adalah sebagai berikut :

  • Obat ini mempunyai aktivitas sebagai antimuskarinik sehingga harus digunakan secara hati-hati pada penderita hipertrofi prostat, retensi urin, pasien dengan risiko glaukoma sudut sempit, obstruksi pyloroduodenal, gangguan fungsi hati dan epilepsi.
  • Penurunan dosis mungkin perlu dilakukan pada penderita gangguan ginjal.
  • Pemakaian obat-obat golongan antihistamin harus dihentikan minimal 48 jam sebelum menjalani tes alergi kulit, karena dapat mengganggu hasil tes.
  • Jika obat antihistamin dibutuhkan selama menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis terendahnya.
  • Penggunaan antihistamin untuk pasien epilepsi dan pasien dengan risiko kejang, pasien dengan penurunan fungsi hati dan ginjal, usia tua, ibu hamil dan ibu menyusui harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Chlorpheniramine maleate (CTM) menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menggunakan obat ini.

Penggunaan Obat Chlorpheniramine maleate (CTM) untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Chlorpheniramine maleate kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat Chlorpheniramine maleate (CTM) untuk ibu hamil tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Chlorpheniramine maleate dengan obat-obat lain :

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku
  • Efek samping pada sistem saraf pusat meningkat jika diberikan bersamaan dengan obat-obat depresan sistem saraf pusat (misalnya obat penenang, tranquilisers).
  • Hal yang sama juga terjadi jika digunakan bersamaan dengan alkohol.
  • Risiko atau keparahan efek samping meningkat jika Chlorpheniramine maleate dikombinasikan dengan Alprazolam, Aripiprazole, Benzocaine, Buspirone, Cetirizine, atau Cyproheptadine.
  • Metabolisme Chlorpheniramine maleate menurun bila dikombinasikan dengan Amiodarone, Celecoxib, Cimetidine, Clarithromycin, atau Clotrimazole.

Dosis Chlorpheniramine maleate (CTM)

Chlorpheniramine maleate diberikan dengan dosis sebagai berikut :Sediaan oral (tablet/kapsul dll) :

  • Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun atau lebih : 1 tablet (4 mg).
  • Anak-anak usia 6 hingga di bawah 12 tahun : 1/2 tablet (4 mg).
  • Anak di bawah usia 6 tahun : konsultasikan dengan dokter.

Aturan pakai :

  • Obat diminum setiap 4 sampai 6 jam
  • Jangan meminum obat lebih dari 6 dosis dalam 24 jam.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Chlorpheniramine maleate (CTM)

  • Buang semua sisa obat Chlorpheniramine maleate yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan Obat alergiini sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Penggunaan obat ini untuk penderita epilepsi dan pasien yang berisiko kejang, pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal, pasien lansia, ibu hamil dan ibu menyusui harus dilakukan secara hati-hati.
  • Obat ini dapat mengganggu kemampuan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan tinggi (misalnya mengemudi atau mengoperasikan mesin berat).
  • Alkohol dan obat penenang lain dapat meningkatkan ngantuk.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Chlorpheniramine maleate (CTM) harus sesuai dengan yang dianjurkan.


Referensi

American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (2018). Allergy & Asthma Medication Guide.

BPOM RI (2018). Cek BPOM. Chlorphenamine.

Demirel, et al. (2015). Allergic Reaction to Chlorpheniramine Maleate. Annals of Allergy, Asthma & Immunology, 115(2), pp. 150-152.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp