Ketahui Risiko dan Manfaat Diet Keto Sebelum Menjalaninya

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Diet keto belakangan memang banyak peminatnya. Pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak tersebut dianggap mampu menurunkan berat badan secara cepat dan efektif. 

Namun sebelum menjalaninya, sebaiknya ketahui dulu apa saja risiko dan manfaat diet keto supaya tidak jadi bumerang bagi kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Pengertian Diet Keto

Diet keto sebenarnya tak jauh beda dengan diet Atkins yang juga rendah karbohidrat. Perbedaannya mungkin diet keto tak cuma mengurangi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, melainkan juga meningkatkan asupan lemak serta protein (dalam jumlah sedang). 

Konsumsi lemak dalam jumlah tinggi pada pola makan ini bertujuan membuat tubuh mencapai ketosis. 

Ketosis merupakan kondisi dimana tubuh terpaksa membakar lemak sebagai sumber energi utama karena tidak adanya karbohidrat. Selain itu, lemak juga diubah menjadi keton sehingga menjadi sumber energi bagi otak. 

Yang mungkin ditakutkan beberapa orang adalah kalau ketosis kemudian berkembang menjadi ketoasidosis. 

Kondisi berbahaya tersebut sering dialami penderita diabetes tipe 1. Untungnya, diet keto dinilai aman jika dijalani dengan benar, terlebih bagi penderita obesitas

Manfaat Diet Keto

Sebelum membahas cara menjalani diet keto yang benar, mari kita simak manfaat diet keto lebih dulu. Seperti disebutkan di awal tadi, diet keto efektif menurunkan berat badan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Lebih dari itu, masih ada manfaat diet keto lainnya seperti mengurangi risiko jerawat, membantu pengobatan PCOS, mencegah radang asam urat hingga kanker. Menariknya, diet keto juga efektif untuk: 

Meminimalisir gejala epilepsi pada anak

Menurut pakar gizi, diet keto dapat menurunkan frekuensi kejang pada anak penderita epilepsi. Gejala ini umumnya sulit diatasi dengan obat-obatan biasa. 

Hal ini terbukti dari hasil riset yang melibatkan 150 anak penderita epilepsi. Mereka yang menjalani diet keto selama 1 tahun dijumpai mengalami penurunan frekuensi kejang sebesar 50%. 

Mengontrol gula darah pasien diabetes tipe 2

Diet keto memang baik untuk penderita diabetes tipe 2 karena minimnya karbohidrat berdampak turunnya kadar gula darah

Namun pastikan juga bahwa jenis lemak yang dikonsumsi adalah lemak sehat, seperti dari ikan salmon, kacang-kacangan, atau alpukat.  

Walau begitu, pengecekan kadar gula rutin tetap perlu dilakukan demi menghindari hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah). Selain itu, kadar keton yang ada dalam tubuh juga harus rutin diuji demi mencegah risiko ketoasidosis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Menurunkan risiko jantung dan hipertensi 

Tingginya asupan lemak sehat dalam diet keto dapat menurunkan risiko gangguan jantung dan hipertensi. Selain itu, rendahnya asupan karbohidrat juga berdampak pada berkurangnya insulin sehingga kolesterol yang dihasilkan tubuh jadi menurun.  

Meminimalisir risiko gangguan saraf

Di samping epilepsi, diet keto juga bermanfaat untuk penyakit saraf lain seperti Alzheimer, insomnia, serta Parkinson. Penyebabnya karena keton mampu mengurai lemak menjadi energi sehingga sel otak terlindung dari kerusakan. 

Cara tepat menjalani Diet Keto

Anda mungkin langsung berminat mencobanya setelah membaca manfaat diet keto tadi. Untuk ini, pastikan kalau Anda benar-benar siap mengurangi asupan karbohidrat setiap harinya. Cara melakukan diet keto juga bermacam-macam, misalnya seperti:

Diet keto standar 

Diet keto standar mengadopsi pola makan yang terjadi dari 75% lemak, 20% protein, dan 5% karbohidrat saja. 

Diet keto tinggi protein 

Dalam hal ini, persentase asupan makanannya adalah 60% lemak, 35% protein, serta 5% karbohidrat. 

CKD (Cyclical Ketogenic Diet)

Nah kalau jenis ke-3 ini umumnya dijalani oleh atlet atau binaragawan, dengan pembagian persentase yang lebih rumit.

Contoh makanan untuk Diet Keto

Sampai sini, Anda mungkin masih bingung soal apa yang boleh dan tidak boleh dimakan saat menjalani diet keto. Untuk itu, berikut kami bagikan contoh makanan sumber lemak yang disarankan:

  • Telur, prioritaskan jenis yang mengandung omega 3
  • Daging, ayam, kalkun, sosis, steak, dan jenis daging-dagingan lainnya
  • Tuna, salmon, makerel
  • Krim, mentega, keju
  • Sayuran hijau atau lainnya yang rendah kadar karbohidratnya
  • Tomat
  • Bawang
  • cabai 
  • Kacang dan biji-bijian, contoh wijen, chia seed, almond, atau biji labu
  • Alpukat (baik dalam wujud buah ataupun masakan)
  • Minyak jenis zaitun, alpukat, atau kelapa
  • Rempah alami, contoh garam, merica, dan lain-lain

Sebaliknya, hindari sumber makanan ini bila ingin menjalani diet keto:

  • Nasi 
  • Pasta
  • Sereal
  • Produk gandum
  • Kacang 
  • Biji-bijian
  • Umbi-umbian seperti ubi, wortel, atau kentang
  • Yang bercita rasa manis seperti permen, kue, jus, soda, bahkan es krim
  • Sumber lemak tidak sehat, contoh minyak sayur serta mayonaise
  • Alkohol 

Risiko Diet Keto

Agar terhindar dari risiko buruk, diet keto tidak boleh dilakukan dalam waktu jangka panjang. Anda hanya boleh menjalaninya dalam waktu 2-3 minggu atau maksimal 1 tahun. 

Alasannya karena pola makan tersebut merupakan sarana untuk menurunkan kadar lemak tubuh sekaligus meningkatkan kesehatan saja. 

Di bawah ini, kami paparkan beberapa risiko kalau diet keto dilakukan melebihi batas waktu yang ditetapkan: 

  • Defisiensi karbohidrat sehat, contoh buah, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, serta sayuran
  • Malnutrisi (kurang gizi) karena minimnya asupan vitamin serta mineral
  • Gangguan ginjal akibat konsumsi protein berlebih
  • Ketoasidosis

Selain risiko tadi, menjalani diet keto pada mulanya juga dapat menimbulkan keluhan “keto-flu” karena tubuh masih menyesuaikan diri. Gejalanya antara lain:


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What Are the Benefits and Risks of the Keto Diet?. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/ketogenic-diet/what-are-benefits-risks-keto-diet/)
7 Dangers of the Keto Diet. Health.com. (https://www.health.com/weight-loss/keto-diet-side-effects)
Ketogenic diet: Is the ultimate low-carb diet good for you?. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/ketogenic-diet-is-the-ultimate-low-carb-diet-good-for-you-2017072712089)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app