Ketahui Penyebab Susah Berhenti Merokok

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ketahui Penyebab Susah Berhenti Merokok

Anda yang sudah terbiasa dengan rokok dan berniat untuk berhenti mengkonsumsi pintalan tembakau tersebut merasa kesulitan untuk memulainya. Mengapa demikian? Penyebab utama Anda tidak bisa berhenti merokok adalah akibat nikotin. 

Ya, nikotin sebagai salah satu zat adiktif yang berperan penting dalam rokok dan memiliki kesamaan  dengan obat-obat psikotropika yaitu heroin dan kokain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dengan demikian tidak dapat dipungkiri bahwa nikotin yang terkandung di dalam rokok sudah berhasil menimbulkan ketergantungan secara fisik dan emosional. Dimana secara fisik Anda akan mengalami istilah sakau ketika berniat untuk menghentikan konsumsi rokok. 

Kemudian secara emosional Anda kesulitan untuk menjauhkan diri dan terus membutuhkan nikotin tersebut.

Kemanakah nikotin tersebut? Berapa lama ia bertahan di dalam tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Proses nikotin masuk dalam tubuh

Ketika Anda sudah berhasil menyulut sebatang rokok dan menghirup asapnya, maka kandungan nikotin tersebut masuk ke dalam paru-paru. Selanjutnya akan dialirkan pada darah bersamaan dengan karbon monoksida beserta racun lainnya. 

Kemudian kandungan nikotin akan cepat mencapai otak daripada beberapa obat yang dialirkan melalui intravena atau melalui infus.

Nikotin dapat berpengaruh dan berdiam di beberapa bagian tubuh yang vital. Seperti pembuluh darah, hormon dan otak. Bahkan kandungan nikotin dapat ditemukan di dalam ASI dan rahim, kemudian nikotin akan dialirkan pada plasenta sampai ke dalam ketuban.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kebanyakan perokok akan tetap memiliki kandungan nikotin dan racun lainnya sekitar 3 atau 4 hari setelah Anda berhenti merokok.

Mengapa rokok menimbulkan kecanduan?

Hormon yang timbul akibat mengkonsumsi nikotin berupa hormon adrenalin sehingga membuat Anda merasa lebih berani atau bahagia dan terhindar dari rasa takut, meskipun dalam waktu yang singkat. 


Dengan demikian secara tidak langsung syaraf dalam otak meminta untuk kembali mengkonsumsi nikotin lagi dan lagi. 

Semakin lama nikotin berada di dalam tubuh maka terjadi toleransi yang tinggi pada tubuh. Sehingga terdapat keharusan tersendiri untuk mencukupi kadar nikotin di dalam tubuh, maka setiap perokok memiliki jumlah konsumsi yang sama atau lebih banyak setiap hari dan dianggap sebagai penyeimbang tubuh.

Gejala sakau membuat anda sulit berhenti

Kekurangan nikotin di dalam tubuh membuat Anda memiliki keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan tersebut. Maka ketika Anda hendak berhenti mengkonsumsi rokok, tubuh akan memberikan reaksi karena kadar nikotin yang berkurang. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Perasaan kehilangan dan ketakutan menjadi salah satu sikap yang timbul secara emosional ketika Anda berusaha lepas dari rokok. Gejala sakau yang akan Anda alami dimulai sejak Anda berhenti merokok dalam beberapa jam setelahnya, kemudian puncaknya terjadi pada 2 atau tiga hari ketika nikotin dalam tubuh hendak keluar.

Gejala ini dapat berlangsung berminggu-minggu lamanya, namun akan semakin membaik jika Anda berhasil bertahan dan membulatkan niat untuk berhenti merokok. Beberapa gejala yang timbul diantaranya adalah:

Pada saat gejala-gejala ini timbul, maka secara fisik maupun emosional tubuh seolah meminta kembali kadar nikotin. Namun ketika Anda sudah mempersiapkan risiko terberat dalam proses berhenti dengan rokok, maka itu adalah jalan yang paling terbaik untuk Anda tempuh. 

Karena sehat adalah harta yang bisa Anda pergunakan di masa kini dan masa mendatang.


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Buka di app