Mimpi Buruk - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Apr 30, 2019 Update terakhir: Feb 25, 2020 Waktu baca: 4 menit

Mimpi buruk adalah mimpi yang menakutkan atau mengganggu. Hal yang merupakan mimpi buruk sangat bervariasi dari orang ke orang, tetapi hal umum yang bisa menjadi mimpi buruk meliputi : dikejar, jatuh, atau merasa tersesat dan terjebak. 

Mimpi buruk dapat menyebabkan Anda merasakan berbagai emosi, seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Gangguan Tidur via HDmall

Dapatkan Gangguan Tidur Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 45
  • marah
  • sedih
  • salah
  • takut
  • gelisah
  • Anda dapat terus merasakan emosi ini bahkan setelah Anda bangun.

Orang-orang dari segala usia dapat mengalami mimpi buruk. Namun, mimpi buruk lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 10 tahun. 

Anak perempuan lebih cenderung mengalami mimpi buruk daripada anak laki-laki. Mimpi buruk tampaknya menjadi bagian dari perkembangan normal. Kecuali dalam kasus gangguan stres pasca-trauma (PTSD). 

Mimpi buruk biasanya bukan disebabkan oleh kondisi medis atau gangguan mental yang mendasarinya.

Namun, mimpi buruk bisa menjadi masalah jika mereka bertahan dan mengganggu pola tidur Anda. Mimpi buruk dapat menyebabkan insomnia dan aktivitas di siang hari. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mengalami kesulitan dalam mengatasi mimpi buruk.

Penyebab Mimpi Buruk

  • Mimpi buruk dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk:
  • film, buku, atau video game yang menakutkan
  • ngemil sesaat sebelum tidur
  • penyakit atau demam
  • obat-obatan, termasuk antidepresan, narkotika, dan barbiturat
  • alat bantu tidur yang dibeli bebas
  • penyalahgunaan alkohol atau narkoba
  • gejala penarikan dari obat tidur atau obat penghilang rasa sakit narkotika
  • stress, kecemasan, atau depresi
  • gangguan mimpi buruk, gangguan tidur yang ditandai dengan sering mimpi buruk
  • sleep apnea , suatu kondisi di mana pernapasan terganggu selama tidur
  • narkolepsi , gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk yang ekstrem di siang hari diikuti oleh tidur siang yang cepat atau serangan tidur
  • PTSD, gangguan kecemasan yang terjadi setelah menyaksikan atau mengalami peristiwa traumatis, seperti pemerkosaan atau pembunuhan

Penting untuk dicatat bahwa mimpi buruk tidak sama dengan berjalan sambil tidur, berjalan sambil tidur disebut somnambulism, yang menyebabkan seseorang berjalan sambil tidur. 

Mimpi buruk juga berbeda dari teror malam atau yang dikenal sebagai teror tidur. Anak-anak yang mengalami teror malam biasanya tidak mengingat insiden yang terjadi pada malam hari saat pagi hari. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Mereka mungkin juga memiliki kecenderungan untuk berjalan sambil tidur atau buang air kecil di tempat tidur saat mengalami teror malam hari. Teror malam biasanya berhenti begitu seorang anak mencapai pubertas

Namun, beberapa orang dewasa mungkin mengalami teror malam terutama selama masa-masa stres.

Mendiagnosis Mimpi Buruk

Sebagian besar anak-anak dan orang dewasa mengalami mimpi buruk dari waktu ke waktu. Namun, Anda harus periksa ke dokter jika mimpi buruk terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama, mengganggu pola tidur Anda, dan mengganggu aktivitas Anda di siang hari.

Dokter Anda akan bertanya kepada Anda tentang penggunaan stimulan, seperti kafein, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya. Dokter juga akan menanyakan mengenai penggunaan obat-obatan dan suplemen yang dijual bebas yang sedang Anda konsumsi. 

Jika Anda yakin ada obat yang memicu mimpi buruk Anda, tanyakan kepada dokter Anda apakah ada pengobatan alternatif yang bisa Anda coba.

Tidak ada tes khusus yang digunakan untuk mendiagnosis mimpi buruk. Namun, dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menjalani studi tidur. Selama studi tidur, Anda akan menginap di laboratorium. Sensor memonitor tanda vital dan indikator lain seperti :

Iklan dari HonestDocs
Beli Gangguan Tidur via HDmall

Dapatkan Gangguan Tidur Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 45
  • denyut jantung
  • gelombang otak
  • pernafasan
  • kadar oksigen darah
  • gerakan mata
  • gerakan kaki
  • ketegangan otot

Jika dokter Anda mencurigai bahwa mimpi buruk Anda mungkin disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, seperti PTSD atau kecemasan, maka mereka dapat melakukan pemeriksaan lain.

Mengatasi Mimpi Buruk

Perawatan khusus biasanya tidak diperlukan untuk mengatasi mimpi buruk. Namun, masalah kesehatan medis atau mental yang mendasarinya harus diatasi.

Jika mimpi buruk Anda terjadi akibat PTSD, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat tekanan darah (prazosin). Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini membantu mengobati mimpi buruk yang berhubungan dengan PTSD.

Dokter Anda dapat merekomendasikan konseling atau teknik pengurangan stres jika salah satu dari kondisi berikut ini memicu munculnya mimpi buruk Anda:

  • kegelisahan
  • Depresi
  • Stress

Dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan obat-obatan untuk mengatasi gangguan tidur dapat disarankan.

Yang harus dilakukan jika Anda mengalami Mimpi Buruk

Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi terjadinya mimpi buruk Anda. Anda dapat mencoba:

  • berolahraga setidaknya tiga kali seminggu
  • membatasi jumlah alkohol dan kafein yang Anda minum
  • Menghindari penggunaan obat penenang
  • melakukan teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi, sebelum tidur
  • menerapkan pola tidur dengan tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi

Jika anak Anda sering mengalami mimpi buruk, upayakan agar anak Anda mau membicarakan mimpi buruk mereka dengan Anda. Jelaskan bahwa mimpi buruk tidak dapat melukai mereka. Hal lain yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • menciptakan rutinitas tidur untuk anak Anda, termasuk waktu tidur yang sama setiap malam
  • membantu anak Anda rileks dengan latihan pernapasan dalam
  • meminta anak Anda menulis ulang akhir dari mimpi buruk
  • meminta anak Anda berbicara dengan tokoh-tokoh dari mimpi buruk
  • meminta anak Anda untuk menulis kejadian-kejadian yang terjadi saat mimpi buruk terjadi.
  • memberi anak Anda boneka binatang, selimut, atau barang-barang lainnya untuk menciptakan kenyamanan di malam hari
  • menggunakan lampu tidur dan membiarkan pintu kamar terbuka di malam hari

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2017). Nightmares in Adults. (https://www.webmd.com/sleep-disorders/nightmares-in-adults)
Neuspiel, et al. Medscape (2015). Nightmare Disorder. (https://emedicine.medscape.com/article/914428-overview)
Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Nightmare Disorder. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nightmare-disorder/symptoms-causes/syc-20353515)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app