Sudah Dinyatakan Sembuh, Kenapa Kanker Bisa Kambuh Lagi?

Dipublish tanggal: Sep 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Sudah Dinyatakan Sembuh, Kenapa Kanker Bisa Kambuh Lagi?

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi penyintas kanker daripada ketika ia divonis terbebas dari jeratan kanker. Namun, bagaimana jika kanker kambuh lagi? Tentunya kebahagiaan itu langsung berubah menjadi mimpi buruk, sebab artinya Anda harus kembali menjalani pengobatan untuk menekan pertumbuhan kanker. Yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa kanker kambuh lagi setelah dinyatakan sembuh?

Kenapa kanker bisa kambuh lagi?

Memang bukan hal tidak mungkin jika seseorang akan sembuh dari kanker. Dengan pengobatan yang tepat dan teratur, pertumbuhan sel-sel kanker dapat ditekan bahkan dibilas habis dari dalam tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Namun di sisi lain, jangan dulu berpuas diri saat kanker dinyatakan sembuh. Apalagi kalau setelahnya Anda tidak benar-benar menjaga pola hidup sehat karena merasa kanker tidak akan balik lagi.

Meskipun serangkaian pengobatan kanker dianggap sudah tuntas, dokter sebetulnya tidak dapat memastikan apakah kanker benar-benar hilang 100% atau tidak. Sebab ada beberapa kemungkinan:

  • Jumlah sel kanker sangat sedikit sehingga sulit ditemukan
  • Jumlah sel kanker terlalu sedikit untuk menyebabkan gejala
  • Sel kanker tidak aktif ataupun berkembang

Terlepas dari apa pun pengobatan yang sudah dijalani, akan selalu ada kemungkinan kanker kambuh lagi sewaktu-waktu. Kanker dikatakan kambuh (recurrence) jika kanker tersebut kembali lagi setelah 1 tahun penderita tidak mengalami tanda atau gejala apa pun.

Salah satu penyebab kanker kambuh adalah karena pengobatan kanker sebelumnya tidak mampu menghancurkan semua sel kanker dalam tubuh. Bahkan sisa-sisa sel abnormal tetap bisa tumbuh menjadi tumor seiring berjalannya waktu. 

Namun, ini bukan berarti semua pengobatan kanker tidak akan berhasil membunuh sel kanker dalam tubuh. Hanya saja, ada beberapa sel kanker yang sifatnya sangat agresif, resisten, dan hanya bisa dibuat 'tidur' alias tidak aktif, bukan menghilangkannya dalam tubuh.

Baca Juga: Bisakah Kanker Tulang Kambuh Lagi Meski Sudah Diamputasi?

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Ciri-ciri dan gejala kanker kambuh lagi

Sel-sel kanker yang kambuh umumnya muncul di tempat yang sama seperti sebelumnya. Tapi bisa juga muncul kanker baru yang sama sekali tidak berhubungan dengan kanker pertama. Kondisi ini disebut dengan kanker primer kedua.

Kekambuhan kanker terbagi menjadi 3 kategori utama, yaitu:

  • Local recurrence: Kanker muncul di tempat sebelumnya atau sangat dekat dengan lokasi awal. Jenis kanker ini tidak menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya.
  • Regional recurrence: Kanker muncul di kelenjar getah bening dan jaringan yang terletak di sekitar lokasi awal kanker.
  • Distant recurrence: Kanker telah menyebar (metastasis) ke bagian tubuh yang jauh dari lokasi awal kanker, biasanya di paru-paru, hati, tulang, atau otak.

Letak kekambuhan kanker bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis dan stadium kanker awal. Begitu juga dengan ciri-ciri dan tanda kanker kambuh, hal ini tergantung dari jenis kanker yang diidap.

Ambil contoh pada kasus kekambuhan kanker payudara. Disebut local recurrence jika seseorang menemukan adanya benjolan di payudara, permukaan kulit payudara berubah, terjadi peradangan atau kemerahan, hingga keluar cairan dari puting. Artinya, ciri-ciri kanker muncul di daerah lokal atau sekitar payudara.

Kanker payudara kambuh dapat digolongkan sebagai regional recurrence jika sel kanker mulai merambat ke kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan di lengan bagian dalam, di lekukan atas tulang selangka, hingga ke sekitar leher.

Sementara itu, sel kanker payudara juga bisa bermetastasis alias menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh dari payudara. Umumnya menyerang tulang, hati, hingga paru-paru dan disertai dengan penurunan berat badan, nyeri hebat di leher atau tulang, sampai sesak napas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baca Selengkapnya: Tanda Bahaya Kista Ovarium yang Mengharuskan Anda ke Dokter

Mungkinkah mencegah kanker kambuh di masa mendatang?

Menurut American Cancer Society, sangat sulit untuk memprediksi maupun mencegah kanker kambuh di waktu mendatang. Meskipun penyintas kanker sudah menjalani hidup sehat, kemungkinan kanker kambuh tetap selalu ada.

Namun tak perlu khawatir, jenis kekambuhan kanker yang tergolong lokal atau regional masih dapat disembuhkan.

Kalaupun kankernya sudah menyebar dan memengaruhi fungsi organ lain (distant recurrent), pengobatan yang tepat dapat membantu mengecilkan sekaligus menghambat pertumbuhan kanker. Memang cukup sulit disembuhkan, tapi setidaknya ini dapat meredakan rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pengobatan untuk kekambuhan kanker berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahan kanker. Pertimbangkan setiap manfaat dan efek samping masing-masing pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Walaupun sudah dinyatakan sembuh dan terbebas dari kanker, dokter tetap menyarankan pasien untuk rutin konsultasi dan lanjut terapi hormon atau minum obat kanker. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan kanker kambuh lagi di masa mendatang.

Baca Juga: 6 Pengobatan Kanker Otak Glioblastoma yang Diidap Agung Hercules

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app