Cacar Air Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 9, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cacar Air Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Apakah ini gejala anak?

  • Ruam di seluruh tubuh yang disebabkan oleh virus cacar air.
  • Ruam cacar air muncul seperti benjolan merah kecil. Benjolan berubah menjadi lecet atau jerawat. Benjolan berubah menjadi luka terbuka, dan akhirnya mereka mengais.
  • Seorang dokter telah memberitahu Anda bahwa anak menderita cacar air.
  • Atau anak memiliki kontak dekat dengan orang lain yang memilikinya (atau herpes zoster). Kontak biasanya terjadi 10-21 hari sebelumnya.

Gejala Cacar Air

  • Cacar air dimulai dengan lepuh air kecil atau jerawat di kepala dan belalai.
  • Cacar air berkembang dalam 24 jam hingga 5 tahap berikutnya:
  • Benjolan merah kecil
  • Lepuh air berdinding tipis
  • Lepuh berawan
  • Luka terbuka
  • Kerak coklat kering.
  • Ruam ada di seluruh tubuh. Biasanya dimulai dari kepala dan punggung.
  • Area cacar air yang berulang terus muncul selama 4 hingga 5 hari. Oleh karena itu, semua 5 tahap muncul pada waktu yang bersamaan.
  • Luka (borok) juga bisa terjadi di mulut, di kelopak mata, dan di alat kelamin.
  • Umumnya timbul demam. Semakin banyak ruam, semakin tinggi demamnya.
  • Kontak yang diketahui dengan anak dengan cacar air atau herpes zoster 10-21 hari sebelumnya.
  • Komplikasi utama: Infeksi kulit akibat garukan.

Penyebab Cacar Air

  • Cacar air disebabkan oleh virus. Virus ini disebut Varicella.
  • Cacar air dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin.

Kapan Harus Menghubungi Bantuan Medis Untuk Cacar Air

  • Tidak dapat bergerak atau terlalu lemah untuk berdiri
  • Anda merasa anak mengalami keadaan darurat yang mengancam jiwa

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis

  • Kulit merah cerah atau garis merah
  • Bengkak terasa sakit atau wajah yang sangat bengkak
  • Ruam merah baru selain ruam cacar air
  • Berjalan tidak stabil
  • Kesulitan bernafas
  • Cacar air berdarah
  • Demam lebih dari 104 ° F (40 ° C)
  • Usia kurang dari 1 bulan
  • Muntah 3 kali atau lebih
  • Nyeri mata atau berkedip konstan
  • Minum obat steroid dalam 2 minggu terakhir
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Contohnya: penyakit sel sabit, HIV, kanker, transplantasi organ, menggunakan steroid oral.
  • Penyakit kulit kronis (seperti eksim)
  • Penyakit paru-paru kronis (seperti cystic fibrosis)

Hubungi Dokter Dalam 24 Jam

  • Usia kurang dari 1 tahun
  • Remaja 13 tahun atau lebih menderita cacar air
  • Kontak dekat dengan penderita cacar air atau herpes zoster dalam 5 hari terakhir. Selain itu orang sehat yang tidak pernah mendapat vaksin cacar air.
  • Satu kelenjar getah bening menjadi lebih besar dan lebih lunak
  • Demam berlangsung lebih dari 4 hari
  • Demam kembali setelah hilang lebih dari 24 jam
  • Luka atau sakit kuning nanah
  • Satu luka ukurannya membesar daripada yang lain
  • Mendapat cacar air baru setelah hari ke-6

Saran Perawatan untuk Cacar Air

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Cacar Air:

  • Cacar air disebabkan oleh virus varicella.
  • Sekarang tidak umum terjadi karena sudah ada vaksin cacar air.
  • Tugas Anda adalah membuat anak nyaman dan membatasi rasa gatal.

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang dapat membantu.

2. Mandi Air Dingin untuk Gatal:

  • Untuk gatal-gatal, beri mandi dengan air bersuhu dingin atau suam-suam kuku selama 10 menit sesering yang diperlukan.
  • Perhatian: Hindari rasa dingin.
  • Dapat menambahkan baking soda 2 ons (60 mL) per bak.
  • Mandi tidak menyebarkan cacar air.
  • Jangan gunakan sabun. Alasan: Sabun dapat menyebabkan kulit kering dan membuat gatal semakin parah.

3. Lotion Calamine untuk Gatal:

  • Taruh lotion calamine di bagian cacar air yang paling gatal.
  • Anda juga bisa menggunakan es batu di tempat yang gatal selama 10 menit.
  • Jangan gunakan lotion yang mengandung Benadryl di dalamnya. Alasan: Dapat diserap di seluruh kulit. Ini dapat menyebabkan efek samping pada anak-anak.

4. Obat Alergi untuk Gatal:

Jika gatal menjadi parah atau mengganggu tidur, berikan Benadryl melalui mulut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

5. Cobalah untuk Tidak Menggaruk:

  • Cobalah untuk tidak membiarkan anak menggaruk luka. Ini dapat menyebabkan luka yang terinfeksi.
  • Potong kuku.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun.

6. Obat Demam:

  • Berikan asetaminofen (seperti Tylenol) untuk demam di atas 102 ° F (39 ° C).
  • Jangan pernah menggunakan aspirin. Alasan: Resiko sindrom Reye.
  • Selain itu jangan gunakan produk ibuprofen (seperti Advil). Alasan: Dapat meningkatkan risiko infeksi kulit strep yang buruk.

7. Cairan dan Diet Makanan Lunak:

  • Radang mulut dan tenggorokan terasa menyakitkan. Usahakan anak minum cairan yang cukup. Tujuan: Jaga agar anak tetap terhidrasi dengan baik.
  • Minuman dingin, milkshake, es loli, slushes, dan sherbet adalah pilihan yang baik.
  • Makanan padat. Tawarkan makanan lunak. Selain itu, hindari makanan yang perlu banyak dikunyah. Hindari jeruk, makanan asin, atau pedas. Catatan: Asupan cairan lebih penting daripada makan makanan padat.
  • Untuk bayi, Anda mungkin harus menghentikan botolnya. Berikan cairan dengan cangkir, sendok atau jarum suntik sebagai gantinya. Alasan: Puting susu bisa menambah rasa sakit.

8. Antasida Cair untuk Nyeri Mulut (Usia 1 Tahun ke Atas):

  • Untuk sakit mulut, gunakan antasida cair (seperti Mylanta atau merk toko). Berikan 4 kali sehari sesuai kebutuhan. Waktu terbaik untuk meminumnya adalah setelah makan.
  • Usia 1 hingga 6 tahun. Masukkan beberapa tetes ke dalam mulut. Bisa juga memakainya dengan cotton bud.
  • Usia lebih dari 6 tahun. Gunakan 1 sendok teh (5 mL) sebagai obat kumur. Simpan di bagian luka selama mungkin. Kemudian bisa meludahkannya atau menelannya.
  • Perhatian: Jangan gunakan pencuci mulut biasa, karena dapat menyengat.

9. Salep Untuk Nyeri Saat Mengeluarkan Urine:

  • Untuk anak perempuan dengan luka di bagian kelamin yang terasa sakit, gunakan petroleum jelly (seperti Vaseline).
  • Oleskan di luka sesuai kebutuhan.
  • Untuk laki-laki dengan cacar yang menyakitkan di ujung penis, salep ini juga berfungsi menyembuhkannya.

10. Kembali ke sekolah:

  • Anak dapat kembali ke sekolah setelah semua luka pecah.
  • Biasanya pada hari ke-6 atau 7 setelah terjadi ruam.

11. Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelumnya:

  • Persiapkan diri jika ada cacar air baru setiap hari selama 4 atau 5 hari.
  • Sebagian besar anak mendapatkan 400 hingga 500 cacar air.
  • Mereka mendapat lebih sedikit cacar jika mereka sudah mendapatkan vaksin.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Chickenpox: Symptoms, Prevention, At-Home Care and Relief for Itching. Nationwide Children's Hospital. (Accessed via: https://www.nationwidechildrens.org/conditions/chickenpox)
Chickenpox. NHS (National Health Service). (Accessed via: https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/)
Pediatric Chickenpox: Background, Pathophysiology, Etiology. Medscape. (Accessed via: https://emedicine.medscape.com/article/969773-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app