Benadryl: Obat Untuk Meredakan Gejala Alergi

Update terakhir: Feb 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 320.062 orang

Seluk-Beluk Benadryl dan Kegunaannya

Kebanyakan dari kita pasti pernah menggunakan Benadryl atau setidaknya pernah mendengar tentang obat satu ini. Benadryl adalah salah satu merek obat yang sangat dikenal sehari-hari dan umum digunakan untuk mengobati gejala alergi sampai pilek. Lebih lanjut mengenai Benadryl, kandungannya, manfaat dan efek sampingnya akan kita pelajari melalui tulisan ini.

Apa itu Benadryl?

Benadryl adalah merek dagang sedangkan kandungannya adalah Diphenhydramine, obat golongan antihistamin yang salah satu manfaatnya adalah meredakan gejala alergi seperti hidung meler, bersin-bersin, mata terasa gatal dan berair serta rasa gatal di dalam hidung dan tenggorokan. Benadryl juga umum digunakan pada saat pilek (common cold) untuk meredakan gejala serupa. Cara kerjanya adalah dengan menghambat kerja histamin, zat yang berperan dalam terjadinya reaksi alergi.

Diphenhydramine sendiri dapat ditemukan pada berbagai merek obat lainnya baik sebagai kandungan tunggal maupun dalam kombinasi dalam obat-obat anti alergi dan obat pilek. Penggunaan lain dari Diphenhydramine adalah untuk meredakan mabuk perjalanan dan untuk membantu tidur.

Dosis dan Cara Pemakaian Benadryl

Benadryl adalah obat bebas terbatas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan tersedia dalam bentuk sediaan tablet, kapsul berisi cairan dan sirup. Setiap tablet dan kapsul Benadryl mengandung 25 mg Diphenhydramine sedangkan 1 sendok teh Bendaryl sirup (5 mL) mengandung 12,5 mg Diphenhydramine. Kapsul Benadryl harus ditelan utuh dan penakaran Benadryl sirup harus menggunakan gelas takar yang tersedia dalam kemasan.

Umumnya dosis pemberian Benadryl adalah sebagai berikut:

  • Untuk orang dewasa dan anak berusia di atas 12 tahun dianjurkan 1-2 tablet atau kapsul setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
  • Untuk anak usia 6-11 tahun dianjurkan 1 tablet atau kapsul ataupun 1-2 sendok teh sirup Benadryl setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan
  • Pemberian Benadryl pada ank berusia kurang dari 6 tahun memerlukan konsultasi dengan dokter.

Benadryl tidak dianjurkan untuk diminum lebih dari 6 dosis dalam sehari. Dosis yang terlewati dapat segera diminum ketika teringat dan tidak disarankan untuk minum 2 dosis bersamaan ketika terlupakan.

Dalam keadaan hamil dan menyusui, hubungi doktermu sebelum menggunakan Benadryl ataupun obat-obatan lain dengan kandungan Diphenhydramine. Orang-orang berusia di atas 65 tahun juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Benadryl ataupun sediaan Diphenhydramine lainnya. Beritahukan pula dokter yang merawatmu bila kamu menderita asthma, emphysema, bronkitis kronis dan penyakit paru lainnya, gangguan pada mata, kesulitan buang air kecil, penyakit jantung, darah tinggi, kejang dan kelenjar gondok yang hiperaktif.

Efek samping Benadryl

Setiap obat memiliki efek samping yang tidak diharapkan. Efek samping ini tidak selalu terjadi tetapi sangat penting bagi kita untuk mengetahuinya. Efek samping yang umum dijumpai pada penggunaan Benadryl antara lain adalah:

  • Rasa kantuk
  • Mulut kering
  • Hidug dan tenggorokan terasa kering
  • Pusing
  • Mual
  • Nyeri kepala
  • Gelisah
  • Rasa ketat di daerah dada
  • Rasa lemah
  • Sulit buang air besar
  • Menurunnya nafsu makan

Selain itu, Benadryl dan produk Diphenhydramine lainnya dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis seperti

  • Gangguan penglihatan
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kesulitan bernafas
  • Kejang

Dalam keadaan tersebut di atas, hubungilah dokter untuk mengatasi efek samping yang terjadi. Penggunaan Benadryl lebih lanjut akan dipertimbangkan secara individual oleh dokter dan bila perlu penyakit awal dapat ditangani menggunakan obat lain.

Interaksi Benadryl dengan Obat dan Senyawa Lain

Benadryl tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersama obat-obatan golongan antihistamin lainnya karena akan meningkatkan efek kerjanya dan juga meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping. Pada umumnya Benadryl menimbulkan rasa kantuk, tapi pada anak Benadryl dapat berefek sebaliknya dan bekerja sebagai stimulan. Selain itu, Benadryl tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan alkohol karena dapat meningkatkan efek rasa kantuk yang timbul.

Demikianlah sekilas tentang Benadryl, manfaat, cara pemakaian dan efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Setelah membaca tulisan ini, tentu kita bisa menggunakan Benadryl dengan lebih bijak dan tepat terutama ketika kita dilanda pilek ataupun gejala alergi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit