Fibrosis Kistik - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 258.186 orang

Penyakit Fibrosis Kistik

Penyakit fibrosis kistik adalah suatu kelainan yang diturunkan secara genetik yang menimbulkan gangguan pada sistemgt;napasan dan pencernaan. Penyakit ini termasuk yang mempengaruhi masalah kesehatan pada beberapa negara di Dunia. Gejala dapat muncul pada masa anak-anak hingga pada orang dewasa. Kondisi yang ditimbulkan pada fibrosis kistik sangat membahayakan jiwa dan dapat menimbulkan kematian.

Terjadinya fibrosis kistik disebabkan oleh kelainan pada hasil pembentukan lendir dan keringat. Cairan yang dihasilkan di dalam tubuh menjadi lebih lengkat dan pekat sehingga terjadi penumpukan terutama di paru-paru. Lendir menyumbat saluran udara beserta menghambat jalur-jalur pengeluaran enzim yang berasal dari sistem pencernaan usus halus dan usus besar sehingga menghambat penyerapan mineral seperti lemak, protein, dan karbohidrat dari makanan yang dikonsumsi.  Penumpukan lendir di paru sangat rentan menimbulkan infeksi

Salah satu penyebab utama pada terjadinya fibrosis kistik adalah pengaruh keturunan gen. Gen yang dibawa dari orang tua yang memiliki sifat sebagai carrier akan diturunkan ke anak. Anak dengan resiko fibrosis kistik juga dapat menyusun salinan gen ang baru dan dapat berpotensi menjadi pembawa untuk diturunkan ke anak mereka nanti.  Penyakit ini banyak ditemukan di negara barat seperti di Benua Eropa dan Amerika dimana anak-anak menjadi populasi utama pada timbulnya gejala fibrosis kistik.

Gejala Fibrosis Kistik

Seperti yang telah dibahas di atas bahwa fibrosis kistik menyerang sietem pernapasan paru dan sistem pencernaan usus, maka gejala yang dibawa terletak pada masing-masing organ. Penumpukan lendir yang lengket menghambat jalur pernapasan sehingga menimbulkan gejala sebagai berikut:

  1. Batuk terus-menerus dan mengeluarkan dahak.
  2. Hidung tersumbat
  3. Napas menjadi sesak
  4. Muncul napas pendek terutama saat beraktivitas
  5. Bunyi mengi saat bernapas
  6. Mudah lelah
  7. Sering terkena infeksi napas berulang

Sedangkan pada sistem pencernaan akan menimbulkan gejala antara lain:

  1. Tidak nafsu makan
  2. Diare kronis
  3. Pengeluaran tinja yang berminyak dan bau amis
  4. Sering konstipasi
  5. Berat badan menurun
  6. Munculnya prolaps rektum ( anus menonjol )
  7. Gangguan mekonium pada bayi

Diagnosis Pada Fibrosis Kistik

Diagnosis fibrosis kistik memang sulit untuk dicurigai karena banyak sekali penyakit yang memiliki gejala serupa pada sistem organ. Mengutarakan riwayat kesehatan menjadi kunci adanya penyakit fibrosis kistik yang diderita orang tua. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi gejala apa saja yang ditemukan terkait gangguan dari sistem pernapasan dan pencernaan pasien. Adanya pemeriksaan penunjang untuk membantu diagnosis fibrosis kistik antara lain:

  1. Tes keringat
    Tes keringat ditujukan untuk menilai kadar garam dan keringat melalui dua kali pemeriksaan pada hari yang berbeda. Tes dikatakan positif apabila dua kali ditemukan kadar garam yang tinggi.
  2. Tes genetik DNA
    Tes genetik yang dilakukan untuk menilai adanya peran riwayat gen yang menimbulkan penyakit.
  3. Nasal Potential Difference
  4. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi adanya pelengketan pada air garam di hidung.
  5. Tes Fungsi Organ
    Tes fungsi organ seperti pada organ hati untuk mendeteksi kelainan.
  6. CT-scan
    Pencitraan CT-scan untuk mendeteksi kelainan organ penting seperti pankreas dan paru.
  7. Analisis Gas Darah
    Tes ini digunakan untuk menganalisa kadar oksigen di dalam darah dan pertukaran gas di paru.

Penanganan Pada Fibrosis Kistik

Penyakit fibrosis kistik hingga saat ini belum dapat disembuhkan. Terapi utama yang diberikan adalah untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.

  • Antibiotik
    ANtibiotik dapat memperbaiki kondisi dengan membasmi infeksi yang disebabkan oleh penumpukan cairan lendir yang menganggu sistem organ.
  • Kortikosteroid
    Obat kortikosteroid berfungsi untuk mengurangi peradangan apda organ paru. Obat yang digunakan yaitu prednisone.
  • NSAID
    Selain penggunaan obat krtikosteroid, obat dengan tingkat farmakologis lebih ringan seperti ibuprofen dapat dikonsumi sebagai terapi peradangan.
  • Mukolitik
    Obat jenis mukolitik bertujuan untuk membersihkan penumpukan lendir dan memperlancaran aliran udara di paru dan pencernaan.
  • Bronkodilator
    Obat beronkodilator bermanfaat untuk melegakan pernapasan dan mempermudah lendir keluar melalui batuk.
  • Operasi
    Operasi dilakukan apabila penyakit semakain berat dan tidak dapat berkurang dengan obat-obatan. Operasi sebenarnya memiliki resiko yang lebi tinggi menimbulkan sumabtan yang makin besar. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit