Kaitan Antara Diabetes Melitus dan Penyakit Gigi Mulut

Kesehatan mulut dipengaruhi oleh kesehatan sistemik, dan salah satu penyakit kronis yang paling umum dijumpai dalam praktik kedokteran gigi adalah diabetes mellitus. Diabetes dapat memperburuk infeksi mulut dan sebaliknya.
Dipublish tanggal: Jul 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kaitan Antara Diabetes Melitus dan Penyakit Gigi Mulut

Penyakit diabetes sangat dikenali oleh banyak orang. Diabetes merupakan penyakit yang timbulkan akibat meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh. Secara perlahan kandungan glukosa ternyata dapat merusak organ tubuh tubuh. 

Kondisi utama yang menimbulkan penyakit ini adalah rusaknya insulin di pankres yang tidak dapat mengatur kadar gula darah yang masuk ke dalam tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Diabetes melitus kita ketahui dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Diabetes melitus tipe 1

Penyakit diabetes melitus tipe 1 merupakan gangguan imun tubuh dimana sel insulin dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Faktor genetik memberi peran penting dalam kasus ini

2. Diabetes melitus tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 terjadi akibat keterbatasan insulin untuk mengatur respon gula darah di dalam tubuh.

Gejala pada DM tipe 1 antara lain:

  1. Sering merasa haus (polydipsia)
  2. Sering kencing (polyuria)
  3. Rasa lapar terus-menerus
  4. Penurunan penglihatan
  5. Gangguan mood

Sedangkan pada DM tipe 2 gejalanya antara lain:

  1. Sering haus
  2. Sering lapar
  3. Badan cepat lemas
  4. Penglihatan kabur
  5. Sering sakit kepala
  6. Bibir kering
  7. Berat badan menurun perlahan meskipun makan banyak
  8. Sering kencing (terlebih pada malam hari)

Hubungan diabetes melitus dengan kesehatan gigi dan mulut

Kesehatan mulut dipengaruhi oleh kesehatan sistemik, dan salah satu penyakit kronis yang paling umum dijumpai dalam praktik kedokteran gigi adalah diabetes mellitus. Diabetes dapat memperburuk infeksi mulut dan sebaliknya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Orang yang menderita diabetes, perlu  mengetahui tentang komplikasi tak terduga yang terkait dengan gangguan gigi dan mulut Penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan prevalensi penyakit gusi di antara mereka yang menderita diabetes. 

Menambahkan penyakit gusi serius ke daftar komplikasi lain yang terkait dengan diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Salah satu gangguan gigi dan mulut pada penderita diabetes melitus adalah periodontitis.

Periodontitis

Periodontitis adalah salahs atu infeksi gusi kronis. Ini disebabkan oleh bakteri yang dibiarkan menumpuk di gigi dan gusi Anda. Saat periodontitis berkembang, tulang dan gigi Anda dapat mengalami kerusakan.

Gejala periodontitis:

Periodontitis dimulai dengan peradangan pada gusi yang dikenal sebagai gingivitis. Salah satu tanda awal gingivitis adalah gusi yang sering berdarah setiap anda menyikat gigi. 

Plak atau perubahan warna gigi juga sering ditemukan. Plak adalah penumpukan bakteri dan sisa makanan pada gigi Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Gejala lainnya berupa:

  1. bau mulut
  2. gigi renggang
  3. gusi datar
  4. gusi bengkak dan kemerahan
  5. rasa sakit saat mengunyah

Setelah diketahui bahwa penyakit periodontal lebih umum terjadi pada penderita diabetes melitus, diabetes diyakini menyebabkan periodontitis melalui respons inflamasi yang berlebihan terhadap mikroflora periodontal. 

Mikroflora subgingiva pada pasien dengan periodontitis yang memiliki diabetes mellitus umumnya setara dengan yang diamati pada pasien dengan periodontitis yang tidak memiliki diagnosis diabetes.

Efek periodontitis pada diabetes melitus diyakini akibat dari sifat respons inflamasi pada jaringan periodontal di gigi. 

Sejumlah sitokin proinflamasi diproduksi di jaringan periodontal yang meradang, termasuk tumor necrosis factor-α, interleukin 6 dan interleukin 1, yang mencegah pembentukan insulin. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Hal pertama yang dilakukan adalah mengontrol kadar glukosa darah Anda. perawatan gigi dan gusi yang baik dapat secara perlahan mencegah kerusakan gigi, bersama dengan pemeriksaan rutin setiap enam bulan. 

Untuk mengendalikan sariawan, infeksi jamur, pertahankan kontrol diabetes yang baik, hindari merokok dan tetap menyikat gigi Anda. 

Kontrol glukosa darah yang baik juga dapat membantu mencegah atau meredakan mulut kering yang disebabkan oleh diabetes melitus.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kim, E., Lee, S., Choi, Y. H., Won, K. C., Moon, J., Merchant, A., Lee, H. K. (2013). Association between diabetes-related factors and clinical periodontal parameters in type-2 diabetes mellitus. BMC Oral Health, 13(64). Retrieved from  (http://www.biomedcentral.com/1472-6831/13/64)
Dry mouth. (2014, August). Retrieved from (http://www.nidcr.nih.gov/oralhealth/Topics/DryMouth/DryMouth.htm#6)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app