Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Gingivitis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.823.752 orang

Banyak orang malas sikat gigi, padahal sikat gigi sangat penting untuk dilakukan. Sikat gigi tidak hanya bertujuan untuk mencegah gigi berlubang, tetapi juga menjaga kesehatan mulut. Salah satu manfaat menyikat gigi yang tak kalah penting adalah mencegah terjadinya peradangan pada gusi, atau dikenal dengan istilah gingivitis.

Apa itu gingivitis?        

Gingivitis adalah tahap awal penyakit gusi yang perlu diobati segera. Gingivitis terjadi akibat penumpukan plak dari sisa makanan yang memicu pertumbuhan bakteri di gusi. Plak tersebut bersifat lengket, tidak berwarna, dan terbentuk secara bertahap pada gigi dan gusi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika plak di gigi tidak dihilangkan dengan penyikatan dan flossing setiap hari, maka plak ini dapat menghasilkan racun yang mengiritasi jaringan gusi. Lambat laun, hal tersebut dapat memicu infeksi pada gusi atau gingivitis.

Sebenarnya infeksi akibat penyakit gusi masih dapat diobati jika ditangani sesegera mungkin. Ini karena tulang dan jaringan ikat yang menahan gigi di tempatnya belum terkena infeksi. Namun bila dibiarkan terus-menerus, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis dan merusak gigi secara permanen.

Mengenai gingivitis

Penyebab

Penyebab gingivitis yang utama adalah bakteri yang membentuk plak pada rongga mulut. Selain itu, ada juga faktor-faktor pendukung lainnya yang dapat memicu gingivitis, yaitu:

  • Perubahan hormon, terutama yang terjadi selama masa pubertas, menopause, siklus menstruasi, dan kehamilan. Pada masa-masa tersebut, gusi menjadi lebih sensitif sehingga meningkatkan terjadinya risiko peradangan.
  • Kebiasan menyikat gigi terlalu kasar dan sikat gigi yang kasar.
  • Obat-obatan: Obat pengencer darah, antikonvulsi (obat anti kejang), dan beberapa obat anti-angina (obat serangan jantung) dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan gusi yang abnormal.
  • Merokok: Gingivitis lebih sering terjadi pada perokok, dibandingkan dengan orang yang bukan perokok.
  • Usia: Risiko gingivitis meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Pola makan yang buruk: Kekurangan vitamin C, misalnya, dapat memicu masalah pada gusi.
  • Beberapa penyakit lainnya: Orang dengan penyakit kanker, diabetes, leukemia, hemofilia, dan HIV berisiko tinggi terkena gingivitis.

Gejala

Tanda dan gejala khas gingivitis adalah gusi yang merah, bengkak, terasa nyeri bila disentuh, dan dapat mengeluarkan darah ketika menyikat gigi. Penyakit gusi ini juga dapat menyebabkan penarikan pada gigi, sehingga gigi Anda tampak lebih panjang dari biasanya.

Gingivitis juga mengakibatkan terbentukya abses di antara gigi dan gusi, yaitu tempat plak dan sisa-sisa makanan berkumpul. Abses adalah rongga yang berisi cairan berbau busuk yang terbentuk karena adanya infeksi pada suatu jaringan, pada hal ini adalah gusi. Maka tidak heran jika beberapa orang mungkin mengalami bau mulut karenanya.

Pencegahan gingivitis

Gingivitis sangat mudah dicegah dengan cara rajin menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Menggunakan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi juga sangat dianjurkan. Selain menjaga kebersihan gigi dan mulut sendiri di rumah, Anda juga wajib untuk memeriksa kesehatan gigi Anda ke dokter gigi paling lama setiap 6 bulan sekali.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pengobatan gingivitis

Gingivitis sebenarnya akan membaik dalam kurun waktu 3 hari hingga 1 minggu, dengan catatan Anda terus menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jika penyakit gusi ini tak juga membaik, segera periksakan diri ke dokter gigi terdekat.

Dokter gigi mungkin akan memberikan Anda beberapa metode pengobatan seperti pemberian antibiotik dan melakukan pembersihan plak yang dikenal dengan istilah scalling.

Bila terus dibiarkan, gingivitis dapat menyebar dan memengaruhi kesehatan jaringan, gigi, dan tulang. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Abses atau infeksi pada gingiva atau tulang rahang
  • Periodontitis, kondisi yang lebih serius yang dapat menyebabkan hilangnya tulang dan gigi
  • Gingivitis berulang
  • Ulkus pada mulut, yaitu infeksi bakteri yang menyebabkan lecet pada gusi dan mungkin menimbulkan luka yang cukup dalam

Beberapa penelitian bahkan mengaitkan penyakit gusi seperti periodontitis dengan penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Laporan lain juga menemukan hubungan gingivitis dengan risiko penyakit paru-paru. Oleh karena itu, jangan tunda lagi ke dokter gigi jika Anda mengalami penyakit gusi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini