Infeksi Saluran Kencing - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 10, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Apr 22, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apakah Infeksi Saluran Kencing?

Apakah Anda mengalami kesulitan saat kencing, atau merasa sakit ketika kencing ? Anda perlu mewaspadai kondisi tersebut, karena hal itu merupakan beberapa gejala dari penyakit infeksi saluran kencing. Penyakit infeksi saluran kencing bukanlah masalah kesehatan sepele, karena kondisi ini bisa menyebabkan infeksi ginjal, yang dapat mengancam nyawa. 

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang mempengaruhi seluruh bagian dalam saluran kemih, termasuk ginjal, ureter, dan kantung kemih atau uretra. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri dari usus, yaitu bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus saprophyticus. Pada umumnya, wanita lebih rentan terserang penyakit ini dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena saluran uretra pada tubuh wanita lebih pendek.

Infeksi saluran kencing atau yang dalam bahasa inggrisnya adalah Urinary Tract Infection disebabkan oleh bakteri yang berkembang di dalam saluran kencing.  Mari simak penjelasannya di artikel berikut ini.

Penyebab Infeksi Saluran Kencing

Sebagian besar kasus penyakit ini disebabkan oleh bakteri E. coli atau Escherichia coli yang umumnya hidup di dalam saluran cerna. Infeksi terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui lubang kencing.  Bakteri yang sudah berada di saluran kemih, dapat menimbulkan infeksi uretra (uretritis), infeksi kandung kemih (sistitis), infeksi ureter dan infeksi ginjal. 

Akan tetapi ada beberapa pemicu lainnya yang dapat menyebabkan infeksi saluran kencing, di antaranya adalah:

  • Diabetes
  • Pada kaum laki, dapat disebabkan oleh pembesaran kelenjar prostat
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Adanya penghalang pada saluran kencing seperti batu ginjal
  • Iritasi setelah berhubungan seksual
  • Menopause
  • Baru saja menjalani operasi saluran kemih 
  • Sistem daya tahan tubuh melemah karena suatu penyakit
  • Kondisi kelainan kongenital pada saluran kemih
  • Sering menahan buang air kecil dalam waktu lama
  • Adanya kesulitan untuk mengeluarkan semua urin yang terdapat pada kandung kemih

Gejala-Gejala Yang Dapat Dialami Para Penderita

Gejala umum yang biasanya muncul pada infeksi saluran kencing adalah:

  • Nyeri saat kencing
  • Mual muntah
  • Diare
  • Tubuh terasa dingin
  • Keinginan kuat atau terus-menerus untuk buang air kecil
  • Urin berbau
  • Melewati sering, sejumlah kecil urin dan sensasi pengosongan tidak lengkap
  • Adanya kram di bagian perut bawah
  • Urin yang berwarna keruh atau bahkan berdarah
  • Rasa tidak nyaman pada kandung kemih
  • Nyeri panggul, hanya terjadi pada wanita, terutama pada pusat panggul dan sekitar area tulang kemaluan.
  • Demam hingga 38 derajat
  • Rasa sakit dan muntah mungkin menunjukkan infeksi mengenai bagian ginjal
  • Lemas

Diagnosis Infeksi Saluran Kencing

Diagnosis infeksi saluran kencing dinilai berdasarkan pada deteksi jumlah bakteri yang ditemukan dan peningkatan sel darah putih pada pemeriksaan mikroskopis dari sampel urin. Pengambilan sampel urin juga harus dilakukan melalui kateter urin. Setelah itu, pemeriksaan mikroskopi akan dilakukan untuk menentukan adanya infeksi saluran kencing. Untuk mengecek kadar sel darah putih, tes darah lengkap juga akan dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosa.

Ultrasound atau CT pemeriksaan ginjal mungkin diperlukan jika pelibatan saluran atas diduga. Untuk infeksi berulang, sistoskopi (cystoscopy) mungkin dilakukan. Tes ini melibatkan tube yang panjang dan tipis dengan lensa untuk memvisualisasikan saluran kencing bawah dan kantong kencing.

Pengobatan Infeksi Saluran Kencing

Karena infeksi saluran kencing biasanya disebabkan oleh bakteri, maka obat antibiotik adalah jenis obat yang paling sering disarankan dokte. Lamanya pengobatan tergantung pada gejala dan riwayat penderita.Antibiotik biasanya diberikan selama 3 hari untuk infeksi ringan saluran bawah. Untuk infeksi berat, terutama yang melibatkan ginjal, intravena antibiotik mungkin diperlukan dan perawatan yang berkepanjangan.

Disarankan juga untuk minum banyak cairan dan selalu penuhi rasa ingin kencing untuk mencegah agar bakteri tidak menginfeksi organ lain. Berbagai obat pereda nyeri mungkin akan diberikan untuk mengurangi rasa sakit.

Sebagai pencegahan, gunakan pakaian dengan bahan yang dapat membuat kulit bernapas agar tidak terasa lembap dan bakteri yang hinggap pun berkurang. Selain itu kebersihan area kandung kemih harus selalu diperhatikan. Bilas daerah genital dengan cara dari depan ke belakang untuk menghindari kuman yang berpindah tempat ke saluran kencing.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2017). Your Guide to Urinary Tract Infections (UTIs). (https://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections)
Lights, et al. Healthline (2017). Everything You Need to Know About Urinary Tract Infection (https://www.healthline.com/health/urinary-tract-infection-adults)
Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Urinary Tract Infection (UTI). (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app