Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Sistitis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mei 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.327.867 orang

Nyeri Terbakar Saat Buang Air Kecil, Kenali Penyakit Ini!

Mungkin Anda sudah sering mendengar penyakit radang pada saluran kandung kemih atau sistitis. Penyakit ini sering sekali terjadi atau dialami khususnya pada kaum wanita. Kondisi ini menyakitkan serta mengganggu, bahkan dapat menjadi masalah kesehatan yang serius jika infeksi menyebar hingga ke ginjal.

Sistitis kadang-kadang disebut juga penyakit bulan madu karena banyak wanita terkena penyakit sistitis untuk pertama kalinya saat mereka pertama kali berhubungan seks. Hubungan seks yang sering dapat menyebabkan peradangan jaringan disekitar vagina dan lubang uretra serta membuat bakteri masuk dan menimbulkan infeksi. Dari pada penasaran tentang penyakit yang satu ini,  untuk itu artikel ini akan membahasnya lebih lanjut.  Selamat membaca.

Apa sih sistitis itu?

Sistitis merupakan peradangan yang terjadi pada kandung kemih, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Sistitis merupakan masalah yang biasa atau sangat umum terjadi, terutama pada wanita dewasa. Istilah lain dari penyakit ini adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK), yaitu infeksi yang melibatkan ginjal, ureter, buli-buli maupun uretra. 

Meskipun demikian, gangguan ini sering kali tidak menimbulkan masalah serius karena penderita dapat pulih dalam beberapa hari. Dikarenakan ukuran uretra atau saluran urine pada wanita lebih pendek dibanding pada pria. Akibatnya, bakteri dari sekitar anus mudah masuk ke dalam kandung kemih. Hal ini lah yang menyebabkan penyakit ini lebih sering di alami oleh wanita dibandingkan pria.

Apa sih yang menyebabkan terjadinya sistitis?

Umumnya sistitis disebabkan oleh kuman gram negatif. Escherichia coli merupakan penyebab terbanyak baik pada yang simtomatik maupun yang asimtomatik yaitu  sekitar 70 - 90%. Bakteri ini dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Pada wanita, meskipun tidak aktif secara seksual tetap berpotensi mengalami infeksi ini.  Bakteri E. Coli yang berpindah ke saluran kemih akan berkembang biak dalam air kemih. 

Pada wanita, perpindahan ini menimbulkan masalah karena saluran kemih wanita yang pendek dan letaknya sangat berdekatan. Peradangan akan menyebar dari lubang uretra ke atas, kandung kemih ureter dan ginjal. Jika infeksi telah mencapai ginjal, hal ini disebut juga dengan pielonefritis dan jika tidak segara diobati dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal.

Selain faktor infeksi bakteri, terdapat faktor-faktor lain yan dapat memicu terjadinya sistitis seperti, penggunaan obat-obatan kemoterapi, radiasi, bahan kimia ( sabun pembersih kewanitaan), penggunaan kateter jangka panjang, komplikasi penyakit tertentu ( pembesaran prostat, batu ginjal, diabetes) dan lain-lain. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya wanita mungkin berada pada resiko yang lebih tinggi untuk terkena sistitis khususnya jika mereka, sudah masuk ke masa menopause, aktif secara seksual, hamil dan kurang menjaga kebersihan.

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari sistitis?         

Tanda dan gejala-gejala pada sistitis biasanya akan memperlihatkan beberapa gejala sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Nyeri seperti terbakar waktu berkemih
  • Peningkatan frekuensi berkemih dengan jumlah sedikit
  •  Sering kencing pada malam hari
  • Keinginan kuat untuk buang air kecil
  • Urin keruh dan berbau amis
  •  Kencing yang susah dan disertai kejang otot pinggang
  •  Nyeri pinggang atau perut bagaian bawah
  • Demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus sistitis yang parah

Diagnosis Sistitis

Untuk mendiagosis kondisi ini, beberapa metode pemeriksaan harus dilakukan termasuk: 

  • Tes kertas dipstick - Tes strip kertas yang mengandung suatu bahan kimia yang akan bereaksi terhadap nitrit atau leukosit pada urine. Apabila terdapat infeksi, warna kertas akan berubah.
  • Tes sampel urine. - Untuk mendeteksi penyebab infeksi dan mengetahui apabila infeksi kandung kemih yang terjadi disebabkan oleh kondisi lain.
  • Sistoskopi. - Untuk mengetahui kondisi kandung kemih pasien.
  • USG atau foto Rontgen-  Tes ini akan dilakukan apabila penderita mengalami infeksi kandung kemih kambuhan dan tidak merespons terhadap antibiotik.

Bagaimana cara mengobati penyakit sistitis?

Pengobatan sistitis biasanya tergantung pada tingkat keparahan yang dialami pasien. Kasus sistitis ringan biasanya dapat pulih tanpa pengobatan dalam waktu beberapa hari. Biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk banyak minum air putih untuk membantu membersihkan infeksi dari saluran kemih, mengompres perut dengan air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman, serta mengonsumsi obat pereda nyeri jika dibutuhkan

Namun jika infeksi semakin parah, pengobatan paling umum untuk mengatasi sistitis adalah menggunakan obat antibiotik. Biasanya antibiotik dikonsumsi 3-10 hari untuk menghentikan infeksi bakteri. Dokter mungkin ingin melakukan pemeriksaan lain setelah 1-2 minggu, atau sebelumnya, untuk memastikan infeksi tersebut hilang. Jika infeksi sering terjadi, mungkin perlu mengkonsumsi obat kombinasi. Tanyakan lebih lanjut ke dokter mengenai kombinasi obat yang tepat untuk mengatasi masalah infeksi tersebut.

Bagaimana cara mencegah terjadinya sistitis?

Berikut ini beberapa cara yang cukup efektif mencegah terjadinya sistitis :

  • Minumlah banyak cairan (dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air putih sehari).
  • Minumlah obat sesuai anjuran dokter
  • Jika membersihkan kotoran, bersihkan dari arah depan ke belakang, agar kotoran dari dubur tidak masuk ke dalam saluran kemih.
  • Segera buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
  • Jangan terlalu lama menahan keinginan buang air kecil.
  • Jaga selalu kebersihan organ intim Anda
  • Hindari penggunaan produk-produk yang dapat mengiritasi area organ intim Anda seperti sabun dan parfum.
  •  Periksakan air seni secara rutin selama kehamilan. Dengan pemeriksaan tersebut akan dapat segera diketahui apakah Anda terinfeksi atau tidak.
  • Gunakanlah celana yang berbahan lembut seperti katun

Jika terdapat tanda dan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas, segera periksakan ke dokter agar bisa segera ditangani. Anda juga dapat mempercepat penyembuhan dengan banyak minum banyak air putih untuk membantu mendorong bakteri keluar melalui air seni. Semoga bermanfaat.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit