Hati-hati Payudara Membesar Secara Tidak Normal

Membesarnya payudara secara tiba-tiba merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Meskipun tidak semua pembesaran payudara berbahaya, namun jika terjadi dengan tidak normal, maka kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan membesarnya payudara, antara lain:
Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 1, 2020 Waktu baca: 3 menit
Hati-hati Payudara Membesar Secara Tidak Normal

Selain masa pubertas, membesarnya payudara seorang wanita dapat disebabkan oleh faktor lain. Payudara membesar juga dapat terjadi akibat adanya kondisi medis tertentu yang dialami. 

Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengetahui perbedaan dan gejala yang muncul saat pyudara membesar, agar dapat dideteksi secara dini penyebabnya apabila diakibatkan oleh kelainan atau faktor yang lain. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Beberapa kondisi normal dan umum terjadi yang menyebabkan payudara membesar adalah masa pubertas, menstruasi, masa kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi dalam bentuk pil, dan konsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi atau kafein

Selain itu, payudara membesar juga dapat terjadi akibat adanya kondisi yang tidak normal, seperti abses payudara, fibroadenoma, ataupun kanker payudara. Apabila beberapa kondisi tersebut dialami, maka pembesaran pada payudara perlu mendapatkan pemeriksaan dokter. 

Penyebab payudara membesar yang perlu diwaspadai 

Membesarnya payudara secara tiba-tiba merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Meskipun tidak semua pembesaran payudara berbahaya, namun jika terjadi dengan tidak normal, maka kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin. 

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan membesarnya payudara, antara lain: 

1. Fibrokistik payudara 

Fibrokistik pada payudara dapat ditandai dengan kemunculan benjolan yang dapat berukuran kecil maupun besar. Dialami oleh lebih dari 50 persen wanita, benjolan yang muncul akibat kondisi ini tidak berisiko untuk menimbulkan kanker payudara. 

Walaupun tidak membahayakan, benjolan yang ada dapat menjadi lebih besar dan dapat menimbulkan rasa nyeri menjelang menstruasi serta selama mesntruasi. Kondisi ini akan sangat mengganggu bagi seorang wanita. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

2. Fibroadenoma

Sama dengan fibrokistik yang tidak menimbulkan kanker, fibroadenoma merupakn benjolan atau tumor pada payudara yang biasanya dialami oleh wanita yang berusia 20-50 tahun. Kondisi ini jarang dialami oleh wanita yang sudah mengalami masa menopause

Walapun tidak berbahaya, kondisi fibroadenoma membutuhkan penanganan yang lebih lanjut, seperti dengan melakukan proses pembedahan. 

3. Abses payudara 

Kumpulan nanah di bawah kulit payudara, atau yang dikenal sebagai abses payudara juga menjadi salah satu penyebab dari membesar payudara. Abses payudara biasanya terjadi akibat infeksi oleh bakteri. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit payudara menjadi merah, hangat dap membengkak. 

Selain itu, wanita yang mengalami abses payudara juga dapat mengalami demam. Untuk menangani kondisi ini, nanah yang ada dalam abses perlu segera di keringkan. 

Biasanya dokter akan mengeluarkan nanah dengan cara disedot menggunakan jarum atau dengan membuat sayatan pada abses agar nanah dapat keluar. 

4. Infeksi payudara 

Infeksi payudara atau mastitis merupakan kondisi membesarnya payudara yang sering terjadi pada ibu yang sedang menyusui. Infeksi payudara ini terjadi akibat masuknya bakteri ke payudara melalui puting yang terluka. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Kondisi ini akan menyebabkan payudara membengkak dan terasa nyeri. Infeksi payudara umumnya dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik

5. Kanker payudara 

Payudara membesar bisa saja disebabkan oleh adanya sel kanker yang tumbuh di payudara. 

Kanker payudara biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti terdapat benjolan di payudara yang diiringi oleh keluarnya cairan dari puting meskipun tidak sedang menyusui, puting tertarik ke dalam, kulit menjadi cekung atau mengalami perubahan warna. 

Jika Anda mengalami beberapa gejala diatas, maka Anda perlu mendapatkan penanganan khusus. Segera periksakan diri ke dokter untuk menjalani USG, mammogram, dan biopsi

Melakukan deteksi dini kanker payudara secara teratur dapat membantu wanita untuk memastikan kondisi payudara sehingga tidak terlambat dalam menangani kanker payudara apabila memang menjadi penyebab dari payudara yang membesar. 

Selain wanita, payudara pria juga dapat membesar, sebuah kondisi yang disebut dengan ginekomastia. Pada pria, kondisi ini terjadi karena hormon estrogen dan testosteron mengalami perubahan yang terjadi saat pubertas. 

Tidak hanya itu, ginekomastia juga disebabkan oleh hipertiroidisme, sirosis, dan efek samping obat-obatan. 

Meskipun tidak semua benjolan atau payudara yang membesar berbahaya, melakukan pemeriksaan tetap menjadi hal yang penting untuk mengetahui penyebabnya dan dapat segera diatasi. 

Terutama jika pembesaran pada payudara terjadi tidak di dalam masa menstruasi, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas. 

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tamoxifen citrate. IBM Micromedex. https://www.micromedexsolutions.com.
Barrett KE, et al. Function of the male reproductive system. In: Ganong's Review of Medical Physiology. 26th ed. McGraw-Hill Education; 2019. https://accessmedicine.mhmedical.com.
Rasko YM, et al. Surgical management of gynecomastia: A review of the current insurance coverage criteria. Plastic and Reconstructive Surgery. 2019; doi:10.1097/PRS.0000000000005526.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app