Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Infeksi Payudara: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.232.672 orang

Walaupun memberikan ASI eksklusif dinilai sangat baik karena memiliki segudang manfaat, nyatanya ada beberapa gangguan yang mungkin muncul dalam memberikan ASI eksklusif secara langsung.

Salah satu contohnya adalah infeksi pada payudara. Walaupun tidak semua orang yang menyusui mengalami infeksi pada payudara, tetapi infeksi dapat terjadi ketika bakteri dari mulut bayi masuk dan menginfeksi payudara, hal ini juga dikenal sebagai mastitis laktasi. Mastitis juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui tetapi hal ini jarang terjadi.

Apa itu infeksi payudara?

Infeksi payudara dapat mempengaruhi jaringan lemak di payudara, menyebabkan pembengkakan, benjolan, dan rasa sakit. Meskipun sebagian besar infeksi disebabkan oleh ASI atau saluran susu yang tersumbat, persentase kecil dari infeksi payudara dikaitkan dengan jenis kanker payudara yang langka.

Mengenai infeksi payudara

Penyebab infeksi payudara

Sebagian besar penyebab infeksi payudara adalah bakteri Staphylococcus aureus, penyebab paling umum kedua yang dikenal sebagai infeksi Streptococcus agalactiae.

Bagi ibu menyusui, kelenjar-kelenjar penghasil susu dapat tersumbat sehingga menyebabkan aliran susu kembali dan terjadi infeksi pada jaringan payudara. Puting payudara yang pecah juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi payudara. 

Bakteri dari mulut bayi juga dapat masuk dan menyebabkan infeksi pada payudara. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi juga biasanya ditemukan pada kulit, bahkan ketika tidak ada infeksi yang terjadi. Jika bakteri masuk ke jaringan payudara, maka bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan gejala yang menyakitkan.

Ibu menyusui dapat terus menyusui bahkan ketika mengalami infeksi mastitis karena bakteri tersebut tidak berbahaya bagi bayi Anda. Kondisi ini biasanya terjadi pada beberapa minggu pertama menyusui, tetapi juga dapat terjadi di kemudian hari.

Mastitis non-laktasi atau infeksi yang terjadi pada wanita tidak menyusui dapat juga terjadi pada wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk wanita yang menjalani operasi pengangkatan jaringan payudara dengan terapi radiasi dan wanita dengan risiko menderita diabetes.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. GRATIS ongkir untuk minimal pembelanjaan Rp50.000!

Beberapa gejala mirip infeksi adalah tanda kanker payudara, tetapi hal ini sangat jarang terjadi. Jika Anda curiga mengalami hal tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis.

Subareolar abscesses adalah suatu kondisi di mana kelenjar di bawah puting menjadi terhambat dan infeksi berkembang di bawah kulit. Hal ini dapat membentuk benjolan yang keras dan berisi nanah yang mungkin perlu disedot agar kering. Abses tipe ini biasanya hanya terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan tidak diketahui faktor risiko yang menyebabkan hal ini.

Gejala infeksi payudara

Gejala infeksi payudara dapat terjadi secara tiba-tiba dan gejalanya dapat meliputi:

  • Pembengkakan yang abnormal, menyebabkan satu payudara menjadi lebih besar dari yang lain
  • Payudara yang mengeras dan nyeri bila disentuh
  • Sensasi nyeri atau terbakar saat menyusui
  • Terasa gatal pada payudara
  • Payudara terasa hangat
  • Demam
  • Cairan dari puting yang mengandung nanah
  • Kulit pada permukaan payudara yang kemerahan dengan tekstur seperti kulit jeruk
  • Pembesaran kelenjar getah bening di daerah ketiak atau leher
  • Demam lebih dari 38,3 ° C
  • Tubuh menggigil 
  • Mual dan muntah 
  • Merasa tidak enak badan secara keseluruhan

Anda mungkin mengalami gejala seperti flu sebelum adanya perubahan apapun di payudara Anda. Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki kombinasi dari gejala-gejala di atas.

Diagnosis infeksi payudara

Pada wanita menyusui, dokter biasanya dapat mendiagnosis mastitis berdasarkan pemeriksaan fisik dan ulasan tentang gejala yang dialami. Dokter juga akan ingin mengesampingkan apakah infeksi telah membentuk abses yang perlu dikeringkan melalui pemeriksaan fisik.

Jika infeksi terus kambuh, ASI dapat dikirim ke laboratorium untuk menentukan bakteri apa yang mungkin menjadi penyebab infeksi payudara.

Tes lain mungkin diperlukan untuk menentukan penyebabnya termasuk mammogram atau bahkan biopsi jaringan payudara untuk menyingkirkan kanker payudara. 

Mamogram adalah tes pencitraan yang menggunakan sinar X berenergi rendah untuk memeriksa payudara. Biopsi payudara melibatkan pengambilan sampel jaringan kecil dari payudara untuk pengujian laboratorium untuk menentukan apakah ada perubahan sel kanker atau tidak.

Pencegahan infeksi payudara

Jika Anda sedang menyusui, gunakan tips ini untuk mengurangi kemungkinan Anda terkena infeksi payudara:

  • Kosongkan setidaknya satu payudara dengan baik setiap menyusui, begitupun pada payudara pengganti. Jika Anda tidak ingat payudara mana yang terakhir, gunakan klip pengingat menyusui pada bra
  • Hindari perubahan jadwal menyusui yang tiba-tiba
  • Hindari penggunaan sabun dan pembersih puting secara intensif. Areola memiliki kemampuan membersihkan dan melumasi secara alami
  • Tambahkan sedikit lesitin atau lemak jenuh ke dalam diet Anda setiap hari untuk membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan dengan mengonsumsi susu, daging (terutama hati) dan kacang.
  • Pijat payudara secara lembut dan perlahan, terutama jika Anda merasakan terjadinya penebalan atau benjolan
  • Coba posisi menyusui yang berbeda. Oleskan handuk basah hangat ke payudara sebelum menyusui untuk meningkatkan aliran ASI
  • Hindari penggunaan bra ketat yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran susu alami
  • Jika Anda merasakan saluran yang tersumbat, cobalah menyusui, memijat payudara, menerapkan rasa hangat, dan mengubah posisi bayi ketika menyusui

Infeksi payudara sebenarnya bisa dicegah jika Anda memperhatikan segala aspek kebersihan dalam proses menyusui. Tetapi segala hal dapat terjadi, sehingga segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami gejala infeksi payudara di atas.

Pengobatan infeksi payudara

Pemberian antibiotik selama 10-14 hari umumnya adalah bentuk penanganan yang paling efektif untuk jenis infeksi ini. Sebagian besar wanita akan merasakan perbaikan gejala dalam 48-72 jam. Penting untuk mengonsumsi semua obat sesuai resep untuk memastikan infeksi tidak terjadi lagi. 

Anda dapat terus menyusui saat mengonsumsi antibiotik, tetapi jika merasa tidak nyaman saat menyusui, Anda dapat menggunakan pompa payudara untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah hilangnya suplai ASI pada bayi.

Jika Anda mengalami abses karena infeksi parah pada payudara, mungkin perlu dibedah (diinduksi secara klinis) dan dikeringkan. Ini akan membantu infeksi payudara cepat sembuh. Anda dapat terus menyusui, tetapi Anda perlu berkonsultasi mengenai laktasi tentang cara merawat abses.

Jika dokter Anda mengatakan bahwa penyebabnya adalah kanker payudara yang menyebabkan gejala infeksi, maka Anda harus memulai perawatan berdasarkan stadium (tingkat keparahan) kanker Anda. 

Perawatan biasanya melibatkan kemoterapi (menggunakan bahan kimia secara intravena untuk membunuh sel kanker), terapi radiasi (menggunakan sinar X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker), atau operasi untuk mengangkat payudara dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Tetapi muncul benjolan saat menyusui biasanya jarang disebabkan oleh kanker, melainkan disebabkan oleh penyumbatan saluran ASI.

Apakah saya bisa merawat infeksi payudara di rumah?

Saat menerima pengobatan untuk infeksi, Anda juga dapat mengambil langkah-langkah untuk meredakan gejala tidak nyaman ketika berada di rumah, hal yang dapat Anda lakukan contohnya:

  • Kompres air hangat dapat meredakan nyeri dan membantu laktasi. Coba aplikasikan handuk hangat dan basah ke area yang terinfeksi selama 15 menit dan sebanyak 4 kali sehari
  • Selesaikan proses menyusui dengan satu payudara sampai tuntas dan gunakan payudara yang lain secara bergantian
  • Minum obat anti peradangan, seperti ibuprofen (Advil, Midol) yang dapat membantu meredakan nyeri

Tak hanya itu, ketika Anda masih harus menyusui, gunakan berbagai posisi untuk menyusui agar risiko pembengkakan payudara berkurang.


Referensi

Ali, RA. WebMD (2018). Breast Infection.

American Cancer Society (2017). Mastitis.

Baby Center. Thrush in breastfeeding moms.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit