Mengenal Asal Kanker Payudara, dari Faktor Risiko Hingga Penyebab

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jan 26, 2022 Tinjau pada Mei 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Asal Kanker Payudara, dari Faktor Risiko Hingga Penyebab

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara tumbuh secara abnormal dan membelah lebih cepat daripada sel-sel normal;
  • Gen penyebab kanker payudara yang dapat diwariskan adalah gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2);
  • Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara adalah usia, ada riwayat kanker payudara dalam keluarga, hingga terapi hormon pasca menopause;
  • Jika Anda termasuk kelompok berisiko, segera konsultasikan ke dokter untuk menentukan upaya pencegahan kanker payudara yang sesuai dengan kondisi Anda;
  • Klik untuk mendapatkan obat kanker ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD;
  • Dapatkan paket tes darah atau medical check up dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Kanker payudara merupakan jenis kanker mematikan nomor satu yang mengincar kaum hawa. Sayangnya, penyebab kanker payudara masih belum tahu pasti. Ada kemungkinan kanker payudara disebabkan oleh interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan lingkungan.

Apa penyebab kanker payudara?

Para ahli masih belum tahu pasti penyebab kanker payudara. Namun, yang jelas, kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara tumbuh secara abnormal dan membelah lebih cepat daripada sel-sel normal.  Sel-sel abnormal ini berkumpul membentuk tumor, lalu menyebar (metastasis) ke kelenjar getah bening maupun bagian tubuh lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Kanker payudara paling sering dimulai dari sel pada saluran penghasil susu (ductus), yang kemudian disebut sebagai jenis kanker payudara duktal karsinoma invasif. Kanker payudara juga dapat dimulai dari kelenjar susu (lobulus) dan disebut sebagai invasive lobular carcinoma.

Baca selengkapnya: Ciri-Ciri Kanker Payudara yang Sudah Menyebar ke Tulang

Keturunan kanker payudara 

Dokter memperkirakan bahwa hanya 5-10%dari kanker payudara yang berhubungan dengan mutasi gen dalam keluarga. Sejumlah gen rusak yang diwariskan yang dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Gen paling umum adalah gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Keduanya dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker lain, dianjurkan untuk tes darah guna membantu mengidentifikasi BRCA atau gen lain. Mintalah rujukan dokter untuk ke konselor genetik guna meninjau riwayat kesehatan keluarga Anda.

Seorang konselor genetik akan menginformasikan manfaat, risiko, hingga keterbatasan pengujian genetik. Sangat penting untuk diingat bahwa tes genetik membantu mengidentifikasi individu yang berisiko tinggi, tetapi dapat memprediksi secara pasti siapa yang akan atau tidak akan mendapatkan kanker payudara.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Faktor risiko kanker payudara

Faktor risiko adalah hal-hal yang membuat seseorang lebih berpotensi mengalami penyakit tertentu. Akan tetapi, jika ditemukan satu atau bahkan beberapa faktor risiko tak lantas membuat orang tersebut akan terkena kanker. Begitu juga sebaliknya, tidak sedikit pula perempuan yang terkena kanker payudara meskipun tidak memiliki faktor risiko sebelumnya.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara meliputi:

1. Faktor jenis kelamin

Perempuan lebih mungkin mengalami kanker payudara dibanding pria.

Baca juga: Bisakah Pria Terkena Kanker Payudara Seperti Wanita?

2. Usia

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Wanita yang lebih tua atau berusia 55 tahun ke atas memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang lebih muda.

Hal tersebut karena pada usia tersebut, jumlah hormon estrogen yang menjadi pelindung penyebab kanker payudara mulai berkurang pasca menopause. 

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

3. Sudah pernah kena kanker payudara

Jika Anda sudah pernah menderita kanker payudara pada satu payudara, Anda berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker pada payudara satunya.

4. Riwayat kanker payudara pada keluarga

Jika Anda memiliki seorang ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan dengan kanker payudara, artinya Anda memiliki kesempatan lebih besar mengalami hal yang sama di kemudian hari. Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga.

5. Mewarisi gen yang meningkatkan risiko kanker

Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Mutasi gen yang paling umum disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2. Gen ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker lainnya.

6. Paparan radiasi

Jika Anda menerima perawatan radiasi di bagian dada sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari.

7. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara karena jaringan lemak memproduksi estrogen yang dapat membantu pertumbuhan kanker.

8. Mulai mens atau haid pada usia yang lebih muda

Mulai mens atau haid sebelum usia 12 tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

9. Mulai menopause pada usia yang lebih tua

Jika Anda mulai menopause setelah usia 55 tahun, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara.

10. Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua

Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

11. Terapi hormon pascamenopause

Wanita yang mengonsumsi obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda-tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

12. Minum alkohol

Minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli merekomendasikan tidak lebih dari satu gelas minuman beralkohol sehari untuk wanita.

13. Gaya hidup yang tidak sehat

Kurangnya aktivitas fisik serta makanan yang mengandung pengawet dan makanan cepat saji dapat mempercepat timbulnya keganasan pada seseorang yang memiliki genetik keganasan. 

Penyebab kanker payudara lainnya bisa disebabkan karena memiliki diabetes dan tekanan darah tinggi, ataupun mengidap kanker rahim atau kanker ovarium. Jika Anda termasuk kelompok berisiko, segera konsultasikan ke dokter untuk menentukan upaya pencegahan kanker payudara yang sesuai dengan kondisi Anda.

Baca selengkapnya: 6 Cara Mencegah Kanker Payudara untuk Wanita Berisiko

48 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Breast Cancer: Signs, Symptoms, Causes, Treatment, Stages & Survival Rates. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/breast_cancer_facts_stages/article.htm)
Breast Cancer Breast Cancer Health Center. WebMD. (https://www.webmd.com/breast-cancer/default.htm)
Breast Cancer: Symptoms, Stages, Types and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/breast-cancer)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app