Hati-hati, Konsumsi Pil KB Jangka Panjang Dapat Meningkatkan Risiko Infeksi Jamur Vagina

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Hati-hati, Konsumsi Pil KB Jangka Panjang Dapat Meningkatkan Risiko Infeksi Jamur Vagina

Salah satu metode untuk mencegah kehamilan yang paling praktis dan efektif adalah Pil KB. Banyak wanita yang memilih metode ini sebagai cara untuk mengontrol kehamilan. 

Namun, ternyata banyak pula wanita yang mengalami efek samping dari Pil KB, salah satunya adalah Candidiasis atau Infeksi Jamur Vagina.

Iklan dari HonestDocs
Beli Ketoconazole 200mg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Ketoconazole dexa 200mg tab 1

Vagina adalah tempat yang sangat ideal bagi bakteri Lactobacillus acidophilus. Apa itu bakteri Lactobacillus acidophilus? Lactobacillus adalah bakteri baik yang bertugas untuk menjaga keseimbangan populasi bakteri & jamur yang hidup di vagina. 

Keseimbangan populasi ini bisa terganggu oleh beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya infeksi.

Infeksi yang paling sering menyerang wanita salah satunya adalah infeksi jamur vagina. Sebuah penelitian dari  The National Women’s Health Resource Center yang dipublikasikan oleh Medical News Today, mengungkapkan bahwa sekitar 75% wanita pernah mengalami infeksi jamur vagina setidaknya sekali seumur hidup. 

Bahkan infeksi ini bisa terjadi berulang kali pada beberapa wanita.

Umumnya, Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan. Pertumbuhan jamur yang pesat ini akan menyebabkan vagina menjadi gatal, terasa panas, bahkan terasa sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks. 

Selain itu, vagina juga mengeluarkan keputihan yang abnormal (tekstur seperti bongkahan cair dan berbau busuk).

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Apa hubungan antara pil KB dan Infeksi Jamur Vagina?

Pil KB memiliki beberapa efek samping, salah satunya adalah meningkatkan risiko infeksi jamur vagina. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena pil KB mengandung ethinylestradiol, versi sintetis dari estrogen dan progestin yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita. 

Kombinasi hormon sintetis ini dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron alami di dalam tubuh Anda.

Jika kadar hormon tidak seimbang, gula darah pun akan meningkat dengan cukup drastis. Kelebihan gula ini tidak hanya terjadi pada darah Anda, tetapi juga terjadi di dalam keringat, urin, dan lendir tubuh Anda, termasuk lendir yang melapisi dinding vagina dan cairan vagina

Gula adalah makanan favorit jamur, oleh karena itu jamur akan tumbuh dengan subur di tempat-tempat yang mengandung banyak gula. Jika lendir yang berada di vagina mengandung banyak gula, maka jamur pun akan berkembang dengan pesat di vagina.

Bagaimana cara mengobati Infeksi Jamur Vagina?

Jika Anda mengalami infeksi jamur vagina, Anda tidak perlu khawatir karena infeksi ini dapat disembuhkan. Terdapat beragam obat infeksi jamur yang tersedia di pasaran, baik itu berupa salep maupun berupa obat yang diminum. 

Meski demikian, Anda harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum membeli dan mengonsumsi obat-obatan ini. Rata-rata infeksi jamur akan sembuh dalam waktu 1 – 2 minggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Beberapa krim atau salep anti jamur yang mampu bekerja secara efektif dalam mengobati infeksi jamur antara lain Clotrimazole (Gyne Lotrimin), Butoconazole (Gynazole), Miconazole (Monistat), Tioconazole (Vagistat-1) dan Terconazole (Terazol).

Selama menjalani pengobatan, Anda dihimbau untuk tidak berhubungan seksual terlebih dahulu guna mencegah penularan infeksi jamur kepada pasangan Anda. 

Tidak hanya itu, obat anti jamur juga dapat mengurangi efektivitas penggunaan kondom, sehingga lebih baik Anda menunda untuk tidak berhubungan seks selama perawatan.

Setelah minum obat anti infeksi jamur, jika Anda masih saja belum sembuh, segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Apalagi jika Anda adalah seorang wanita yang sedang hamil, sedang menyusui, mengalami diabetes, memiliki HIV atau jika Anda merasakan gejala lain seperti demam, sakit perut, dan timbul keputihan berbau tak sedap. 

Jangan ragu untuk segera meminta penanganan medis.

Guna mencegah terjadinya infeksi jamur, berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat Anda lakukan :

    • Pakai celana dalam berbahan katun
    • Pakai celana longgar, celana pendek, atau rok
    • Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, termasuk stocking
    • Jaga area vagina tetap bersih dan kering
    • Ganti pakaian renang sesegera mungkin sehabis berenang
    • Hindari konsumsi antibiotik yang tidak perlu dan gula berlebihan

    Sebelum terjadi infeksi jamur vagina yang dapat mengganggu aktivitas, lebih baik Anda mencegahnya dengan berbagai tips di atas. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

    10 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    Speer, Linda M. (n.d.) Diseases and conditions: Yeast infections (http://www.healthywomen.org/condition/yeast-infections)
    Mayo Clinic Staff. (2014, November 26). Minipill (progestin-only birth control pill) (http://www.mayoclinic.org/tests-procedures/minipill/basics/definition/prc-20012857)

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app