Lactobacillus-Acidophilus: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Mar 9, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Agu 23, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apa itu Lactobacillus-acidophilus?

Lactobacillus-acidophilus merupakan bakteri yang berada di saluran pencernaan, saluran kemih, dan genital dimana pada jumlah yang ideal memberikan efek baik pada kesehatan atau dikenal dengan istilah probiotik. Lactobacillus-acidophilus bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran cerna pada anak-anak maupun dewasa dan mencegah serta mengobati diare

Dalam makanan, Lactobacillus-acidophilus banyak dijumpai dengan bentuk makanan fermentasi, seperti youghurt, kefir, acar, susu sapi fermentasi, dan produk dari kacang kedelai. Bentuk sediaan Lactobacillus-acidophilus untuk pengobatan yang dapat dijumpai di pasaran berupa serbuk, kapsul, tablet, dan tablet kunyah. Setiap bentuk sediaan mengandung 500 juta – 10 miliar kultur organisme bakteri.

Lactobacillus-acidophilus juga banyak dikombinasikan dengan berbagai vitamin dan mineral lainnya. Contoh sediaan yang mengandung Lactobacillus-acidophilus adalah Lacto-B, L-Bio, dll.

Cara Kerja Lactobacillus-acidophilus

Lactobacillus-acidophilus bekerja dengan cara mendukung sistem kekebalan tubuh sehat dan mikroflora dengan penambahan bakteri flora normal di dalam saluran pencernaan, memerangi bakteri patogen atau organisme asing yang dapat menyebabkan penyakit diare, meningkatkan metabolisme, menekan infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti jerawat, eksim, dan infeksi pada vagina, dapat juga menangani gatal-gatal dan meningkatkan sistem imun. 

Lactobacillus-acidophilus dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan kolesterol dengan mengikat kolesterol pada permukaan sel di saluran pencernaan dan menggabungkannya ke dalam membrane sel, sehingga kolesterol tidak dapat diserap menuju aliran darah.

Manfaat dan Efek Samping                               

Lactobacillus-acidophilus bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran cerna pada anak-anak maupun dewasa dan mencegah serta mengobati diare. Lactobacillus-acidophilus juga memiliki potensi untuk menimbulkan efek samping, diantaranya seperti peningkatan gas dalam perut pasien (kembung), demam, ruam, pusing, sesak napas, serta pembengkakan pada wajah, tenggorokan atau lidah. 

Apabila merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter atau petugas medis terdekat. Lacto-B bermanfaat untuk mengobati diare dan mencegah intoleransi laktosa untuk anak-anak berumur 1-12 tahun. 

L-Bio bermanfaat untuk menjaga sistem penyernaah pada anak dan dewasa, membantu memulihkan fungsi normal saluran pencernaan, menjaga keseimbangan flora normal dan membantu fungsi fermentasi usus pada bayi.

Dosis Lactobacillus-acidophilus

Dosis Lactobacillus-acidophilus untuk menjaga kesehatan pencernaan yaitu 1-15 juta Colony Forming Units (CFUs)/hari. Dosis lactobacillus-acidophilus dalam bentuk sediaan untuk orang dewasa diberikan satu gram diminum tiga kali sehari, sedangkan dosis Lactobacillus-acidophilus untuk anak-anak diberikan satu gram diminum dua kali sehari. 

Pemberiannya dapat bersamaan dengan makan atau tanpa makanan. Setiap akan menggunakan Lactobacillus-acidophilus baca keterangan aturan pakai pada kemasan dan label obat. Lacto-B dapat diberikan 3 sachet/hari dengan cara dicampurkan dengan makanan, penyimpanannya pun sebaiknya di dalam kulkas bagian bawah. 

Dosis L-Bio untuk orang dewasa adalah 1 kapsul 1-3 kali sehari, untuk bentuk serbuk pada anak ≥ 12 tahun diberikan 3 sachet/hari, dan anak ≥ 2 tahun diberikan 2-3 sachet/hari dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.

Interaksi Lactobacillus-acidophilus

Lactobacillus-acidophilus juga dapat berinteraksi apabila digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Interaksi yang mungkin terjadi adalah Lactobacillus-acidophilus dengan antasida atau obat maag, sebaiknya obat mag dikonsumsi 30-60 menit sebelum mengonsumsi Lactobacillus-acidophilus. 

Antibiotik juga dapat berinteraksi dengan Lactobacillus-acidophilus, sebaiknya berikan jeda selama 2 jam antara kedua obat tersebut. Azulfidin yang diberikan bersamaan dengan Lactobacillus-acidophilus dapat mengurangi efek azulfidin tersebut. 

Immunosuppresan (misalnya siklosporin, takrolimus, azathioprine) atau antineoplastic sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Lactobacillus-acidophilus. 

Pemberian Lactobacillus-acidophilus dengan warfarin dapat mengingkatkan efek dari warfarin. Lactobacillus-acidophilus juga dapat menurunkan penyerapan bawang putih apabila dikonsumi secara bersama-sama, oleh karena itu berikan jeda waktu selama 3 jam ketika akan mengkonsumsi kedua obat tersebut. Berhati-hatilah penggunaannya pada obat-obat yang dapat berinteraksi dengan Lactobacillus-acidophilus.

Perhatian 

Lactobacillus-acidophilus hati-hati penggunaannya pada pasien yang mengalami intoleransi laktosa karena pasien dengan intoleransi laktosa disarankan untuk tidak menggunakan bentuk produk susu, pasien yang mengalami diare lebih dari dua hari atau memiliki gangguan lain pada perut, pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, pasien yang memiliki gangguan pada saluran kemih dan genital, pada wanita hamil dan menyusui disarankan penggunaannya harus melalui konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis.



9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedicineNet (2018). Lactobacillus Acidophilus Probiotic Supplement Side Effect Dosage). (https://www.medicinenet.com/lactobacillus_acidophilus-oral/article.htm)
Halperin, K. Everyday Health (2015). What is Activated Acidophilus (Lactobacillus acidophilus)?. (https://www.everydayhealth.com/drugs/acidophilus)
Drugs.com (2018). Lactobacillus Acidophilus. (https://www.drugs.com/mtm/lactobacillus-acidophilus.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app