HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Gingivostomatitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 25, 2020 Waktu baca: 3 menit

Gingivostomatitis merupakan infeksi umum pada mulut dan gusi. Gejala utamanya adalah pembengkakan mulut atau gusi yang mungkin disertai oleh lesi mulut yang menyerupai sariawan. Infeksi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan sering dikaitkan dengan perawatan gigi dan mulut yang tidak benar.

Gingivostomatitis sangat umum terjadi pada anak-anak. Anak-anak dengan gingivostomatitis sering mengalami gejala mengiler dan menolak untuk makan atau minum karena ketidaknyamanan (sering parah) yang disebabkan oleh luka. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Gejala lain yang dapat dialami diantaranya demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Hubungi dokter Anda jika:

  • gejala memburuk atau bertahan lebih dari beberapa hari
  • anak Anda mengalami demam atau sakit tenggorokan
  • anak Anda menolak makan atau minum

Apa penyebab dari Gingivostomatitis?

Gingivostomatitis dapat terjadi karena:

  • virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1), virus yang menyebabkan luka dingin
  • coxsackievirus, virus yang sering ditularkan dengan menyentuh permukaan atau tangan seseorang yang terkontaminasi tinja (virus ini juga dapat menyebabkan gejala seperti flu)
  • bakteri tertentu (Streptococcus, Actinomyces)
  • kebersihan mulut yang buruk (tidak membersihkan gigi secara teratur)

Apa saja gejala-gejala Gingivostomatitis?

Gejala gingivostomatitis dapat bervariasi tergantung pada tahapan gejala. Gejala gingivostomatitis dapat meliputi:

Bagaimana Gingivostomatitis di diagnosis?

Dokter akan memeriksa luka di mulut yang umumnya merupakan gejala utama dari kondisi ini. Pemeriksaan lainnya juga akan dilakukan terutama jika disertai dengan gejala-gejala lain. 

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin mengambil biakan (swab) untuk memeriksa bakteri (radang tenggorokan) atau virus. Selain itu, pemeriksaan biopsi juga dapat dilakukan jika dicurigai adanya luka mulut lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

Perawatan untuk Gingivostomatitis

Luka gingivostomatitis biasanya hilang dalam dua hingga tiga minggu tanpa pengobatan. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik dan membersihkan daerah yang terinfeksi untuk mempromosikan penyembuhan jika bakteri atau virus adalah penyebab gingivostomatitis.

Ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan ketidaknyamanan.

  • Minum obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Kumur mulut dengan obat kumur obat yang mengandung hidrogen peroksida atau xylocaine atau dengan air garam.
  • Makanlah makanan yang sehat. Hindari makanan yang sangat pedas, asin, atau asam. Makanan ini bisa mengiritasi luka. 
  • Konsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan rasa nyeri

Perhatikan kebersihan serta perawatan mulut dengan rajin menyikat. Jika Anda tidak menjaga kebersihan mulut yang baik, gejala dapat memburuk dan akan lebih mungkin terserang gingivostomatitis lagi. 

Komplikasi Gingivostomatitis

Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1)

Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dapat menyebabkan gingivostomatitis. Virus ini biasanya tidak serius, tetapi dapat menyebabkan komplikasi pada bayi dan penderita yang memiliki sistem imun melemah.

Virus HSV-1 juga dapat menyebar ke mata, di mana dapat menginfeksi kornea. Kondisi ini disebut herpes simplex keratitis (HSK). Seiring dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan, HSK dapat menyebabkan kerusakan mata permanen, bahkan kebutaan. Gejala HSK termasuk mata berair, mata merah dan kepekaan terhadap cahaya.

HSV-1 juga dapat menyebar ke daerah kelamin melalui seks oral ketika terdapat luka mulut. Sebagian besar kasus herpes genital disebabkan oleh HSV-2. Luka genital yang menyakitkan adalah ciri khas HSV-2. 

Nafsu makan dan dehidrasi berkurang

Anak-anak dengan gingivostomatitis kadang-kadang menolak untuk makan atau minum, dimana pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi. Gejala dehidrasi meliputi:

Bagaimana mencegah Gingivostomatitis?

Merawat gigi dan gusi Anda dapat mengurangi risiko terkena gingivostomatitis. Gusi yang sehat berwarna merah muda tanpa luka atau lesi. Dasar-dasar kebersihan mulut yang baik meliputi:

  • menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, terutama setelah makan dan sebelum tidur
  • flossing setiap hari
  • memeriksa dan membersihkan gigi secara profesional oleh dokter gigi setiap enam bulan
  • menjaga kebersihan mulut (gigi palsu, retainer, alat musik) untuk mencegah pertumbuhan bakteri

Untuk menghindari virus HSV-1 yang dapat menyebabkan gingivostomatitis, hindari mencium atau menyentuh wajah orang yang terinfeksi. Jangan berbagi makeup, pisau cukur, atau alat makan. 


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedlinePlus, Gingivostomatitis (https://medlineplus.gov/ency/article/001052.htm).

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app