Infeksi Pada Usus - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 986.710 orang

Usus merupakan saluran pencernaan bawah yang membawa makanan yang telah dicerna dari lambung hingga menjadi tinja dan menuju anus untuk dikeluarkan. Usus yang bekerja sebagai penyerapan sisa makanan dan keseimbangan cairan elektrolit di dalam tubuh tidak luput dari munculnya penyakit akibat infeksi.

Peradangan pada usus dapat terjadi di semua bagian seperti usus kecil dan usus besar. Pengobatan infeksi usus diutamakan untuk mencegah keparahan penyakit dan mengurangi gejala.

Usus dikategorikan menjadi dua yaitu usus kecil dan usus besar. Usus kecil dibagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar merupakan organ kolon.

Infeksi pada daerah usus dapat menimbulkan gejala tergantung pemicu penyakit itu sendiri. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebebkan oleh infeksi pada usus.

  • Gastroenteritis
  • Gastroenteritis merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang terjadi di lambung hingga usus. Infeksi ini terjadi akibat paparan virus yang masuk ke organ pencernaan dari makanan atau minuman yang tidak bersih, Virus penyebab gastroenteritis yaitu rotavirus dan norovirus.

    Penyakit ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Gejala yang ditimbulkan antara lain diare, lemas, anak sering menangis, mata cekung, pada bayi ubun-ubun cekung. Pada beberapa kondisi ringan, penyakit ini dapat hilang sendiri selama 4 hingga 5 hari.

    Bila kondisi memberat maka perluu diberikan terapi cairan sehingga tidak mengakibatkan dehidrasi. Penggunaan oralit dan jus buah-buahan ampuh mengobati diare.
  • Necrotizing Enterocolitis
    Penyakit yang disingkat NEC ini terjadi pada saluran pencernaan pada bayi. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah (BBLR) atau sekitar di bawah 1500 gram dan bayi prematur.

    Penyakit ini terjadi akibat kolonisasi infeksi bakteri yang menyebabkan iskemik usus. Kondisi ini juga sering muncul pada bayi BBLR yang diberi susu formula. Gejala yang dialami bayi berupa adanya kesulitan minum, muntah hijau, bayi tampak lemas, demam, dan adanya darah pada tinja.

    Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan rontgen untuk melihat tampilan usus. Penanganan penyakit tersebut perlu dilakukan pemasangan pipa lambung sebagai alat drainase cairan.

    Antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri. Pada kondisi berat seperti penurunan kesadaran, maka perlu diberikan oksigen dan transfusi darah.

  • Kolitis Ulseratif
    Ini merupakan penyakit inflamasi kronis yang terjadi di usus besar. Banyak faktor yang menimbulkan penyakit ini, seperti genetik, lingkungan, dn gangguan daya tahan tubuh. Infeksi bakteri telah menjadi peran utama munculnya penyakit tersebut.

    Gejala yang timbul antara lain pendarahan pada lubang anus yang disertai nanah, demam, berat badan menurun, dan mual muntah. Kolitis ulseratif dapat hilang timbul selama bertahun-tahun. Nyeri pada perut bawah dapat terjadi dan akan mereda setelah buang air besar.

    Penatalaksanaan pada penyakit ini bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah kekambuhan. Obat yang digunakan yaitu kortikosteroid dan sulfasalazine untuk mengontrol inflamasi.

  • Divertikulitis
    Divertikulitis adalah penyakit peradangan pada kantung-kantung kecil disekitar lapisan usus besar. Peradangan pada divertikulum yang pecah menyebabkan inflamasi. Gejala yang ditimbukan adalah nyeri perut , kejang perut dan demam.

    Pendarahan akan timbul bila terjadi pecah kantung divertikulum. Kondisi ini sangat jarang ditemukan dan banyak terjadi pada anak-anak. Untuk pemeriksaan penunjang dokter melakukan pemeiksaan X-ray dengan cairan barium atau dengan kolonoskopi.

    Penanganan utama penyakit ini adalah dengan mengurangi gejala kejang otot. Serta pemberian antibiotik yang tepat untuk menghindari komplikasi.
  • Irritable Bowel Syndrome (IBS)
    Penyakit ini sangat umum terjadi pada usia remaja dan dewasa tua. Penyakit ini disebabkan adanya kontraksi pada usus besar yang menimbulkan rasa nyeri, sembelit, dan diare. Nyeri perut dapat membaik setelah buang air besar.

    Tetapi terkadang timbul dimana anda merasa ingin buang air besar tetapi tidak keluar. Gejala ini dapat hilang timbul selama berbulan-bulan. Penyakit IBS dipicu oleh faktor makanan, stres, dan perubahan hormon menstruasi.

    Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan kasus IBS dapat dilakukan pemeriksaan X-ray dan tes darah. Untuk memperbaiki kondisi usus, dapat diberikan suplemen penambah serat untuk meredakan rasa konstipasi, obat antidiare, atau diberikan tambahan obati antidepresan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Bagaimana cara mengatasi BAB keras dan besar
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit