Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Penyebab Gatal Anus dan Cara Mengobatinya

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.265.969 orang

Apakah Gatal Anus Itu?

Rasa gatal seringkali mengganggu, jika seseorang merasa gatal, maka otomatis akan digaruk, namun, jika gatal terjadi pada daerah lubang pantat (anus) apakah bolehgt;untuk digaruk? 

Menggaruk anus dapat menyebabkan masalah kesehatan baik pada lubang pantat itu sendiri karena luka digaruk dan juga tangan yang menggaruk. Tangan yang menggaruk dapat menyebarkan infeksi dari anus ke bagian tubuh lain. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa sebenarnya yang menyebabkan gatal pada anus? Dan apa yang sebaiknya dilakukan jika gatal pada anus muncul? Untuk lebih jelasnya, yuk disimak artikel yang satu ini.

Apa penyebab terjadinya Gatal Anus?

Penyebab Gatal Anus

Pruritis ani adalah istilah bahasa latin yang berarti "anus gatal" dan didefinisikan sebagai sensasi yang tidak menyenangkan dari kulit di sekitar anus (yaitu, pembukaan dubur) yang menghasilkan keinginan untuk menggaruk. 

Pruritis ani diklasifikasikan menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Pruritus ani primer adalah adalah sindrom klasik yang mungkin tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi (disebut sebagai "idiopatik") dan bentuk pruritus ani sekunder adalah gatal pada anus yang memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi, dan sering dapat diobati secara khusus.

Stimulasi minimal pada kulit bisa menyebabkan gatal. Sehingga jika digaruk dapat menyebabkan cedera pada kulit yang menyebabkan area kulit menjadi teriritasi lebih besar. Semakin Anda menggaruk, masalah akan semakin besar.

  • Tidak Higienis. Salah satu alasan utama di balik sensasi terbakar di anus yakni terdapat sisa-sisa kotoran yang mengiritasi kulit. Itu disebut bakteri yang mungkin bisa berkembang biak dengan cepat. Jangan sekali-sekali lalai menjaga kebersihan daerah anus jika tidak ingin tersiksa
  • Faktor Makanan. Faktor makanan juga dapat memainkan peran dalam terjadinya pruritis ani, meskipun tidak ada penelitian yang melibatkan makanan atau diet tertentu. Kopi, baik berkafein atau tanpa kafein, dianggap sebagai faktor utama. Konsumsi kopi dapat menurunkan kekuatan normal kontraksi otot pada anus saat istirahat dan oleh karena itu hal ini dapat menyebabkan kebocoran tinja melalui anus yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Beberapa makanan lain yang juga dapat menyebabkan pruritis ani termasuk teh, cola, minuman energi, coklat, buah jeruk, tomat, makanan pedas, bir, produk susu dan kacang-kacangan
  • Infeksi. Proses infeksi juga dapat menyebabkan pruritis ani. Contohnya termasuk infeksi kulit akibat bakteri, infeksi jamur (meskipun jamur seperti Candida albicans, dalam keadaan normal merupakan flora normal pada kulit di daerah pantat), infeksi parasit dengan cacing kremi atau kudis, dan infeksi virus dengan yang menyebabkan kutil pada dubur
  • Kondisi kulit lain. Banyak kondisi kulit juga menyebabkan pruritis ani sekunder. Kondisi yang berpotensi menyebabkan pruritus ani termasuk psoriasis, dermatitis seboroik, dermatitis atopik, dermatitis kontak, lichen planus, liken simpleks, dan sklerosis liken. Kanker lokal seperti penyakit Bowen atau penyakit Paget juga berpotensi menyebabkan pruritis ani
  • Penyakit kulit sistemik. Penyakit medis yang mempengaruhi seluruh kondisi tubuh juga dapat menyebabkan pruritis ani. Contohnya termasuk diabetes mellitus, leukemia dan limfoma, gagal ginjal, penyakit hati (ikterus obstruktif), anemia defisiensi besi, atau hipertiroidisme

Jika tidak segera ditangani, ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi, yaitu:

  • Iritasi dan luka pada kulit sekitar anus.
  • Penebalan kulit sekitar anus.
  • Infeksi.

Gejala Gatal Anus

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh kondisi ini adalah gatal pada anus, kemerahan, rasa panas, atau rasa nyeri di sekitar kulit anus. Gejala ini dapat berlangsung singkat atau lama, tergantung dari faktor penyebab yang mendasarinya. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala serius lain yang dapat timbul dengan gatal anus adalah:

  • Perdarahan
  • Adanya cairan dari anus.
  • Benjolan di sekitar anus.
  • Perubahan pola buang air besar.

Pengobatan Gatal Anus

Diagnosis Gatal Anus

Apabila gatal anus yang Anda alami sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan hasil diagnosis. Beberapa tes tambahan lain juga dapat dilakukan untuk membantu menegakan diagnosa, seperti:

  • Uji cacing kremi, dengan meneliti sampel kotoran pasien di laboratorium.
  • Anuskopi, untuk melihat kondisi bagian dalam anus.

Pengobatan Gatal Anus

Kunci pengobatan ini adalah perawatan diri dan menghindari hal-hal yang menyebabkan gatal-gatal. Jaga area yang gatal tetap bersih, sejuk, dan kering.

Salep atau krim hidrokortison atau dapat digunakan untuk mengontrol gatal pada kasus non-infeksi. Oleskan tiga kali sehari, gosok dengan lembut sampai menghilang. Hidrokortison tidak boleh digunakan selama lebih dari 5 hari, karena dapat menyebabkan iritasi dan merusak kulit. Jika obat tidak menolong, dokter dapat memberikan resep steroid topikal atau obat lain yang lebih kuat.

Jamur, herpes, kutil kelamin, dan infeksi cacing kremi dengan kutu jika ada harus diobati dengan obat-obatan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya seperti obat jamur, pbat cacing dan penanganan kutil.

Pakaian dalam longgar yang terbuat dari serat alami cenderung tidak menimbulkan iritasi anus dibandingkan dengan bahan sintetis. Penyakit anus gatal yang berlangsung lebih dari tiga hari seharusnya dinilai oleh dokter. Dokter akan memeriksa anus gatal dan menjadwalkan pemeriksaan untuk mencari penyebab yang perlu ditangani.


Referensi

Ansari, P. (2016). Pruritus Ani. Clinics in Colon and Rectal Surgery, 29(1), pp. 38-42.

ASCRS (2018). Pruritis Ani.

Balentinem J, eMedicine Health (2017). Anal Itching.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit