Efek Terhadap Janin Jika Ibu Terkena Kanker Usus Besar Saat Hamil?

Dipublish tanggal: Agu 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Efek Terhadap Janin Jika Ibu Terkena Kanker Usus Besar Saat Hamil?

Pada wanita, kanker usus besar merupakan kanker ketiga yang paling umum dan merupakan penyebab paling umum ketiga kematian akibat kanker, setelah paru-paru dan kanker payudara

Kanker usus besar umumnya jarang terjadi pada kehamilan, dengan insidensi 1 / 18.000 hingga 1 / 50.000 yang telah dilaporkan.

Kanker yang berhubungan dengan kehamilan biasanya mengacu pada contoh ketika diagnosis awal kanker dibuat selama kehamilan atau dalam waktu 12 bulan setelah melahirkan. 

Penting untuk menyadari bahwa kanker merupakan penyebab kematian utama medis pada wanita usia reproduksi. Dalam kehamilan, tingkat kejadian kanker yang dilaporkan dalam literatur telah berkisar 0,07-0,1%. 

Namun, studi hubungan berbasis populasi baru-baru menunjukkan tingkat kejadian yang lebih tinggi dari kanker terkait kehamilan, meningkat dari 112,3 menjadi 191,5 per 100.000 kehamilan antara tahun 1994 dan 2008, yang sesuai dengan peningkatan 13,2% menjadi 23,6% pada wanita berusia 35 dan lebih tua.

Selain dapat berdampak buruk bagi kondisi ibu, bagi ibu hamil dengan kanker usus besar juga dapat mengakibatkan dampak buruk pada janin yang di dalam kandungan. 

Lalu, bagaimana efeknya bagi janin jika ibu terkena kanker usus besar? Berikut penjelasannya.

Tanda dan gejala Kanker Usus Besar pada Ibu Hamil

Kanker usus besar umumnya jarang terjadi sebelum usia 40 tahun baik pada wanita maupun pria, dengan 90% kasus terjadi setelah usia 50 tahun. 

Mengingat usia median diagnosis, tidak mengherankan bahwa kanker usus besar dalam kehamilan jarang terjadi. Usia rata-rata diagnosis kanker usus besar selama kehamilan yaitu pada usia 31 tahun (kisaran 16-48 tahun).

Berikut tanda dan gejala pada ibu hamil dengan kanker usus besar:

Tanda kanker usus besar

Gejala Kanker Usus Besar

Karena perubahan fisiologis kehamilan, gejala kanker mungkin keliru dengan gejala kehamilan normal. Gejala kanker usus besar pada kehamilan umumnya tergantung pada lokasi utama tumor. 

Secara umum, gejala disebabkan oleh obstruksi kolon atau anemia sekunder akibat perdarahan gastrointestinal. Gejala-gejala umum yang muncul termasuk perdarahan dubur dengan atau tanpa anemia, nyeri perut dan perubahan fungsi usus.

Pengobatan yang Dapat Digunakan Selama Kehamilan

Beberapa pengobatan kanker dapat digunakan selama kehamilan yaitu:

  • Operasi. Selama operasi, dokter akan mengangkat tumor dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya. Ini menimbulkan sedikit risiko bagi bayi yang sedang tumbuh. Operasi juga dianggap sebagai pengobatan kanker teraman selama semua tahap kehamilan.
  • Kemoterapi. Dokter menggunakan kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker. Tetapi tim dokter Anda dapat memilih untuk menggunakan pengobatan kemoterapi hanya selama waktu-waktu tertentu dalam kehamilan.

Efek bagi Janin jika Ibu terkena Kanker Usus Besar saat hamil

Risiko pada janin dengan ibu yang memiliki kanker usus besar meliputi bayi yang lahir mati, keterbatasan pertumbuhan intrauterin, bayi lahir prematur, atau terminasi kehamilan. 

Bayi baru lahir tidak terpengaruh dan normal, tanpa bukti tumor pada usia 8 bulan. Efek pengobatan kemoterapi pada janin menyerupai efek yang sama pada ibu (mielosupresi, ototoxicity).

Ibu hamil yang menggunakan kemoterapi selama trimester pertama dapat meningkatkan risiko aborsi spontan, kematian janin, dan malformasi mayor. 

Efek langsung dari tumor terkadang dapat mengacaukan risiko kehilangan janin. Malformasi mencerminkan usia kehamilan saat terpapar, dengan kerentanan khusus dengan paparan pada usia kehamilan 2-8 minggu pasca konsepsi selama organogenesis (masa-masa pembentukan organ). 

Setelah organogenesis, mata, genitalia, sistem hemopoetik, dan sistem saraf pusat tetap rentan terhadap paparan lanjutan.

Persalinan dini untuk menghindari pajanan janin pada kemoterapi ibu merupakan hal dapat dilakukan jika kematangan paru janin dapat didokumentasikan dan janin mendekati masa aterm.

Persalinan harus dihindari selama masa nadir ibu, sekitar 2-3 minggu setelah pengobatan. 

Untuk memungkinkan ekskresi obat janin melalui plasenta, pemberian kemoterapi harus dihindari dalam waktu 3 minggu dari waktu persalinan yang diantisipasi dan tidak boleh diberikan setelah usia kehamilan 35 minggu karena risiko persalinan preterm spontan. 

Kemampuan janin / bayi baru lahir untuk memetabolisme obat masih kurang, terutama pada bayi prematur, di mana sistem hati dan ginjal belum matang. 


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Grothey A, et al. Duration of adjuvant chemotherapy for stage III colon cancer. New England Journal of Medicine. 2018;378:1177.
Warner KJ. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Oct. 10, 2019.
Dean PA, et al. Laparoscopic-assisted segmental colectomy: Early Mayo Clinic experience. Mayo Clinic Proceedings. 1994;69:834.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app