Peritonitis - Definisi, Gejala dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.167.430 orang

Definisi Peritonitis

Peritonitis adalah peradangan lapisan jaringan yang menutupi dinding perut (peritoneum), serta sebagian besar organ di perut. Ada dua jenis peritonitis, spontan dan sekunder:

  • Peritonitis spontan atau primer, disebabkan oleh infeksi cairan di peritoneum (rongga perut), biasanya berhubungan dengan penyakit hati atau ginjal.
  • Peritonitis sekunder terjadi ketika bakteri memasuki peritoneum dan menyebabkan infeksi. Seringkali hal ini terjadi karena ada kebocoran di saluran pencernaan. Hal ini bisa merupakan hasil dari usus buntu yang pecah, ulkus lambung yang berlubang, usus berlubang, atau cedera perut.

Apa itu Peritoneum?

Rongga perut berisi organ-organ tubuh seperti usus dan perut. Di dalam peritoneum juga terdapat organ lain seperti hati dan ginjal. Peritoneum tidak hanya melapisi dinding dalam perut tetapi juga membentuk lipatan sesuai dengan lipatan pada dinding perut. Dengan lipatan tersebut, peritoneum bersentuhan langsung dengan organ-organ perut, dan menyediakan membran yang melindungi dan menstabilkan organ-organ di perut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Apa yang menyebabkan terjadinya peritonitis?

Infeksi merupakan penyebab terbesar terjadinya kasus peritonitis. Dalam kasus yang jarang, infeksi berasal dari peritoneum itu sendiri, tetapi umumnya infeksi terjadi akibat infeksi dari tempat lain di dalam tubuh. Ruptur (bocornya isi usus ke dalam rongga perut) di usus sering menjadi sumber infeksi. Ruptur berasal dari usus buntu yang pecah atau lubang yang terbentuk akibat ulkus lambung yang parah. Orang-orang pada jenis dialisis ginjal yang melibatkan pertukaran cairan peritoneum, misalkan CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) juga bisa menyebabkan terjadinya infeksi. 

Penyebab lain yang yang dapat menyebabkan peritonitis mungkin termasuk:

Peradangan pada pankreas
Peradangan usus dengan kondisi seperti penyakit Crohn
Diverticulitis, atau radang kantung di dinding usus besar
Cedera yang menyebabkan trauma perut, seperti luka tusuk atau luka tembak

Peritonitis dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki kelebihan cairan di perut yang disebabkan oleh penyakit yang sudah lama ada (kronis), terutama penyakit hati. Walaupun penyakit hati adalah salah satu penyebab yang kurang umum. Selain itu meskipun jarang terjadi, peritoneum juga bisa diakibatkan oleh kanker.

Gejala apa saja yang dapat Anda temui pada peritonitis?

Gejala utama peritonitis adalah perut yang bengkak dan nyeri. Gejala-gejala peritonitis biasanya serius. Gejala-gejala tersebut membutuhkan perhatian medis segera di UGD terdekat. 

Gejala utamanya adalah nyeri perut yang mendadak dan parah. Biasanya nyeri perut pada peritonitis akan memburuk seiring berjalannya waktu. Beberapa komplikasi peritonitis yang dapat membahayakan jiwa meliputi syok dan dehidrasi. Gejala lainnya termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

demam
mual dan muntah
diare , rasa haus berlebihan
kehilangan selera makan
denyut jantung cepat
ketidakmampuan untuk buang air besar atau gas, dan kesulitan untuk buang air kecil

Penting untuk mendapatkan bantuan medis untuk gejala-gejala ini untuk memastikan apakah mereka berhubungan dengan peritonitis atau tidak. Dokter akan menyingkirkan kemungkinan terjadinya peritonitis atau mengobati kondisi yang berpotensi membahayakan jiwa lainnya.

Mendiagnosis Peritonitis

Jika Anda memiliki gejala peritonitis, segera cari pertolongan medis. Menunda perawatan Anda dapat membahayakan jiwa Anda. Dokter Anda akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik lengkap. Pemeriksaan ini termasuk menyentuh atau menekan perut Anda, yang mungkin akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Beberapa tes lain dapat membantu dokter Anda mendiagnosis peritonitis:

1. Tes darah, yang disebut hitung darah lengkap (CBC), dapat mengukur jumlah sel darah putih Anda (WBC). Jumlah WBC yang tinggi biasanya menandakan peradangan atau infeksi. Kultur darah dapat membantu mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi atau peradangan.
2. Paracentesis (Analisis Cairan Peritoneum), jika Anda memiliki penumpukan cairan di perut Anda, dokter Anda dapat menggunakan jarum untuk mengambilnya dan mengirimkannya ke laboratorium untuk analisis cairan. Budidaya cairan juga dapat membantu mengidentifikasi bakteri.
3. Tes pencitraan, seperti CT scan dan X-ray, dapat menunjukkan perforasi atau lubang di peritoneum Anda.
4. Jika Anda sedang menjalani dialisis, dokter Anda dapat mendiagnosis peritonitis berdasarkan tampilan cairan dialisis yang keruh.

Bagaimana penanganan yang tepat pada peritonitis?

Peritonitis dianggap sebagai keadaan darurat dan perawatan biasanya dilakukan di rumah sakit. Pilihan perawatan meliputi:

  • Obat antibiotik: antibiotik dapat diberikan secara langsung ke dalam pembuluh darah menggunakan injeksi intravena (IV). Dokter akan mulai dengan menggunakan antibiotik spektrum luas sambil menunggu tes untuk mengidentifikasi bakteri. Jika obat antibiotik yang lebih umum tidak memiliki efek yang diinginkan, dokter dapat memberikan obat yang lebih spesifik nantinya.
  • Bedah: Dokter akan mempertimbangkan operasi dalam kasus di mana penyebabnya misalnya, lubang di usus atau usus buntu. Operasi juga mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan peritoneum yang rusak.
  • Terapi penunjang yang lebih luas: Terapi-terapi ini dapat berkisar dari dukungan kehidupan intensif hingga bantuan diet.

Peritonitis tidak selalu dapat dicegah, dan dapat terjadi tanpa peringatan. Namun, beberapa kasus dapat dicegah. Kebersihan klinis yang baik sangat penting. Hal ini terutama berlaku untuk orang dengan penyakit ginjal yang melakukan terapi dialisis peritoneal. Infeksi dapat masuk ke perut dengan cara ini, sehingga persiapan kebersihan sebelum dialisis dapat menjadi pusat pencegahan peritonitis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit