Difluprednate : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.025.002 orang

Difluprednate merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk mencegah pembengkakan dan peradangan setelah tindakan operasi mata. Obat Difluprednate merupakan golongan kortikosteroid dalam bentuk tetes mata cair yang dapat menurunkan pembengkakan akibat terbentuknya proses peradangan.

Obat difluprednate merupakan obat baru yang pertama kali disetujui FDA atau Food and Drugs Administration pada tahun 2008 dan ditujukan untuk pencegahan peradangan pada terapi post operasi mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Agen Kortikosteroid yang terkandung dalam obat difluprednate ini bekerja dengan menghinduksi penghambar protein phospholipase A2. Protein ini bertugas mengatur mediator biosintesis pada proses inflamasi seperti prostaglandin dan leukotrienes dengan menghambat pengeluaran asam arachidonic yang menimbulkan peradangan.

Manfaat Difluprednate

Difluprednate digunakan untuk mencegah inflamasi dan nyeri pada bekas operasi mata. Obat ini biasanya dipakai setelah operasi mata seperti:

Uveritis anterior

Uveitis anterior adalah peradangan pada organ mata berupa pembengkakan pada lapisan uvea mata yang mengandung banyak pembuluh darah mata. Penyakit ini dapat beresiko berulang hingga hilangnya penglihatan apabila tidak ditangani secara maksimal.

Penyebab uveiitis anterior dikenal sebagai gangguan autoimun dimana sistem  kekebalan tubuh menyerang tubuh itu sendiri. Beberapa penyebab munculnya uveitis anterior antara lain:

  • Infeksi TB, HIV, sifilis, Toksoplasmosis, Herpes
  • Cedera pada mata
  • Adanya kanker
  • Psoriasis kulit
  • Arthritis rematik

Gejala uveitis anterior meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Pandangan kabur
  • Melihat floater
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Lapang pandang menyempit
  • Operasi Mata

Operasi mata atau bedah okular merupakan jenis pembedahan yang hanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada organ mata serta mencegah komplikasi akibat suatu penyakit.

Jenis operasi mata terdiri dari beragam jenis sesuai dengan lokasi kerusakan mata. 

Efek samping Difluprednate

Hampir semua jenis obat menimbulkan efek samping. Efek samping bergantung kepada kondisi kesehatan dan respon terhadap obat yang diberikan. Tidak semua rang dapat merasakan efek samping. Pada obat difluprednate, efek samping yang dapat timbul antara lain:

  • Peningkatan tekanan bola mata (intraokular)
  • Penurunan luas pandang mata
  • Kerusakan saraf optik akibat tekanan bola mata yang tinggi
  • Resiko paparan infeksi seperti herpes simplex

Efek samping mungkin muncul pada pemberian obat difluprednate setelah operasi mata yaitu:

  • Edema kornea
  • Nyeri mata
  • Fotofobia
  • Blefaritis atau peradangan kelopak mata
  • Peningkatan produksi air mata atau lakrimasi

Efek samping yang mungkin muncul pada pemberian obat fluprednate pada terapi uveitis anterior

  • Iritasi mata
  • Penglihatan menurun sementara
  • Sakit kepala
  • Nyeri mata
  • Fotofobia
  • Edema kornea
  • Sisa flare

Perhatian khusus pemberian Difluprednate

Beberapa informasi khusus yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi difluprednate

  • Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada mata dengan penggunaan kontak lens
  • Penggunaan jangka panjang dapat memicu glaukoma dan kerusakan saraf optik
  • Penggunaan obata pada terapi katarak mata dapat memperlambat proses penyembuhan dan penipisan kornea dan sklera
  • Penggunaan jangka panjang dapat beresiko meningkatkan respon infeksi bakteri dan virus
  • Obat ini tidak boleh digunakan pada anak-anak usia 0 hingga 3 tahun.

Dosis dan cara pemberian Difluprednate

Obat difluprednate tersedia dalam bentik optalmika tetes dengan sediaan 0,05% dan 1%.

Untuk penggunaan pada post operasi mata, 4 kali sehari dimulai sejak 24 jam pertama setelah operasi selesai. Obat dilanjutkan selama 2 minggu setelah masa post operasi dan dosis diturunkan sebanyak 2 kali sehari.

Untuk penggunaannya pada uveitis anterior, obat difluprednate digunakan pada lokai mata yang sakit sebanyak 4 kali sehari untuk dosis awal selama 14 hari. Dosis secara perlahan diturunkan hingga 2 atau 1 kali sehari dan dilihat perkembangannya.

Obat ini tidak boleh digabungkan dengan obat tetes lainnya. Simpan obat dalam kedaaan tertutup dan terhindar dari cahay matahari langsung. Setelah obat dibuka, oabt tidak boleh bertahan hingga 1 bulan. Apabila melewati masa waktu, segera minta resep dokter untuk pemberian dosis baru. 

 

 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp