Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Fotofobia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 10, 2019 Tinjau pada DEC 10, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.324.336 orang

Fotofobia adalah suatu kondisi di mana cahaya terang membuat mata Anda sakit sehingga secara otomatis Anda akan menutup mata atau menghindari cahaya terang. Nama lain untuk kondisi ini adalah sensitivitas cahaya. Hal ini merupakan gejala umum yang dikaitkan dengan beberapa kondisi berbeda, mulai dari iritasi ringan hingga kegawatdaruratan medis yang serius.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pada kasus yang ringan photophobia membuat Anda menyipitkan mata di ruangan yang terang atau saat berada di luar ruangan. Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup luas ketika mata Anda terkena hampir semua jenis cahaya.

Apa penyebab Fotofobia?

Migrain

Fotofobia adalah gejala umum dari sakit kepala migrain. Migrain adalah sakit kepala parah yang dapat dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan hormon, makanan, stres, dan perubahan lingkungan. 

Gejala lain termasuk berdenyut di satu bagian kepala Anda, mual, dan muntah. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, lebih dari 10 persen orang di seluruh dunia menderita migrain. Hal ini terjadi tiga kali lebih sering pada wanita daripada pada pria.

Kondisi yang Mempengaruhi Otak

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sensitivitas cahaya atau fotofobia umumnya dikaitkan dengan beberapa kondisi serius yang memengaruhi otak. Hal ini termasuk:

Radang otak

Ensefalitis terjadi ketika otak Anda meradang akibat infeksi virus atau penyebab lainnya. Kasus yang parah dapat mengancam jiwa.

Meningitis

Menigitis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan radang selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Bentuk bakteri dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan otak, gangguan pendengaran, kejang, dan bahkan kematian.

Pendarahan Subarakhnoid

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perdarahan subaraknoid terjadi ketika Anda mengalami perdarahan antara otak Anda dan lapisan jaringan di sekitarnya. Hal ini bisa berakibat fatal atau menyebabkan kerusakan otak atau stroke.

Kondisi yang Mempengaruhi Mata

Fotofobia juga sering terjadi pada beberapa kondisi yang memengaruhi mata. Hal ini termasuk:

Abrasi Kornea

Abrasi kornea adalah cedera pada kornea. Kornea adalah lapisan mata yang paling luar. Jenis cedera ini biasa terjadi dan bisa terjadi jika Anda terpapar pasir, kotoran, partikel logam atau zat lain di mata Anda. Hal ini dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut ulkus kornea jika kornea terinfeksi. Ketika kornea abrasi maka Anda akan merasakan rasa perih luar biasa ketika Anda bersinggungan dengan cahaya terang. Biasanya juga disertai dengan mengalirnya air mata terus menerus seperti orang menangis.

Skleritis

Scleritis terjadi ketika bagian putih mata Anda meradang. Hal ini terutama mempengaruhi orang-orang berusia antara 30 dan 50 tahun, khususnya wanita. 

Biasanya disebabkan oleh penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti lupus. Gejala lain termasuk sakit mata, mata berair, dan penglihatan kabur.

Konjungtivitis

Juga dikenal sebagai "mata merah muda," ini terjadi ketika lapisan jaringan yang menutupi bagian putih mata Anda menjadi terinfeksi atau meradang. Sebagian besar konjungtivitis disebabkan oleh virus. Penyebab lain termasuk bakteri dan alergi. Gejala lain termasuk gatal, kemerahan, dan sakit mata.

Sindrom Mata Kering

Mata kering terjadi ketika saluran air mata Anda tidak dapat membuat cukup air mata atau membuat air mata berkualitas buruk. Hal ini menyebabkan mata Anda menjadi sangat kering. Penyebabnya termasuk usia, faktor lingkungan, kondisi medis tertentu, dan beberapa obat tetes mata. Biasanya dokter mata setiap meresepkan obat mata tertentu akan disertai dengan resep tetes mata buatan (artificial tears).

Kapan harus mencari perawatan segera

Beberapa kondisi yang menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dianggap darurat medis. Jika Anda memiliki gejala dibawah ini dan gejala lain yang terkait dengan salah satu dari kondisi dibawah ini, Anda harus segera mencari perawatan medis.

Abrasi Kornea. Gejalanya meliputi:

  • Pandangan yang kabur
  • Rasa sakit atau terbakar di mata
  • Kemerahan
  • Sensasi bahwa ada sesuatu yang mengganjal di mata
  • Radang otak. Gejalanya meliputi:
  • Sakit kepala parah
  • Demam
  • Sulit bangun
  • Kebingungan

Meningitis. Gejalanya meliputi:

  • Demam dan kedinginan
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Mual dan muntah
  • Pendarahan Subarakhnoid. Gejalanya meliputi:
  • Sakit kepala mendadak dan parah yang terasa lebih buruk di bagian belakang kepala
  • Lekas marah dan kebingungan
  • Kesadaran berkurangl Mati rasa di bagian tubuh Anda

Cara mengobati Fotofobia

Perawatan di rumah

Jauhkan dari sinar matahari dan menjaga lampu tetap redup di dalam ruangan dapat membantu membuat fotofobia berkurang. Menjaga mata Anda tetap tertutup atau menutupinya dengan kacamata gelap juga bisa membantu.

Perawatan medis

Konsultasikan dengan dokter Anda segera jika Anda mengalami sensitivitas cahaya yang parah. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan mata. Dokter juga dapat mengajukan pertanyaan tentang frekuensi dan tingkat keparahan gejala Anda untuk menentukan penyebabnya.

Jenis pengobatan yang Anda butuhkan akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jenis pengobatan meliputi:

  • Obat-obatan dan istirahat untuk kasus migrain
  • Obat tetes mata yang mengurangi peradangan untuk skleritis
  • Antibiotik untuk konjungtivitis
  • Air mata buatan untuk sindrom mata kering ringan
  • Tetes mata antibiotik untuk lecet kornea
  • Obat antiinflamasi, tirah baring, dan terapi cairan untuk kasus ringan ensefalitis. Kasus yang parah membutuhkan perawatan suportif, seperti bantuan pernapasan.
  • Antibiotik untuk meningitis bakteri. Bentuk virus biasanya hilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.
  • Operasi untuk menghilangkan kelebihan darah dan mengurangi tekanan pada otak untuk perdarahan subaraknoid.

Tips mencegah Fotofobia

Meskipun Anda mungkin tidak dapat mencegah sensitivitas cahaya atau fotofobia, perilaku atau tindakan tertentu dapat membantu mencegah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan fotofobia.

  • Cobalah untuk menghindari pemicu yang menyebabkan Anda menderita sakit kepala migrain.
  • Cegah konjungtivitis dengan menjaga kebersihan yang baik, tidak menyentuh mata Anda, dan tidak berbagi make up atau riasan mata.
  • Kurangi risiko terkena meningitis dengan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, sering mencuci tangan, dan diimunisasi terhadap meningitis bakteri.
  • Bantu mencegah ensefalitis dengan mencuci tangan sesering mungkin.
  • Mendapatkan vaksinasi terhadap ensefalitis dan menghindari paparan nyamuk dan kutu juga dapat membantu. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda mengalami fotofobia berat atau untuk saran lebih lanjut untuk mengurangi gejala Anda.
  • Biasakan untuk menggunakan sunglasses ketika Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari untuk melindungi mata Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini