Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Uveitis dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.187.611 orang

Apa Itu Uveitis?

Dari begitu banyak penyakit mata, mungkin sepintas Anda pernah mendengar tentang Uveitis. Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata, yang disebut saluran uvea atau uveal. Jika bagian lapisan tengah mata ini mengalami peradangan, dapat menyebabkan sakit mata dan gangguan pada penglihatan Anda. Sebagian besar kasus membaik dengan pengobatan - biasanya peradangan pada uvea ini bisa diobati dengan steroid. Tetapi kadang-kadang uveitis dapat menyebabkan komplikasi pada mata seperti glaukoma dan katarak. Semakin cepat uveitis diobati, kemungkinan sembuhnya akan lebih besar.

Berdasarkan klasifikasinya, Ada 3 jenis Uveitis. Pembagian ini didasarkan pada lokasi dibagian mana terjadinya peradangan pada Uvea, meliputi: 

Iklan dari HonestDocs
Beli DEXTAMINE Kaplet via HonestDocs

DEXTAMINE digunakan untuk mengurangi reaksi alergi yang serius dan menekan proses peradangan yang terjadi pada tubuh. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Dextamine tab 1
  • Peradangan Uvea yang lebih dekat ke bagian depan mata disebut Uveitis Anterior. Uveitis Anterior terjadi secara tiba-tiba dan gejalanya bisa bertahan hingga 8 minggu. Uveitis Anterior mungkin akan hilang timbul.
  • Peradangan Uvea di tengah mata disebut Uveitis intermediet. Gejalanya bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bertahun-tahun.Siklus peradangan pada Uveitis intermediet biasanya menjadi lebih baik pada awalnya, lalu kemudian memburuk.
  • Pembengkakan Uvea ke bagian belakang mata disebut Uveitis posterior. Gejalanya dapat berkembang secara bertahap dan berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam kasus yang parah, semua lapisan Uvea mungkin terlibat.

Gejala Uveitis

Gejala uveitis meliputi: 

  • sakit mata - biasanya berupa nyeri tumpul di sekitar mata Anda, 
  • menyebabkan penglihatan sulit untuk fokus, 
  • mata kemerahan
  • terlalu peka terhadap cahaya (fotofobia), 
  • penglihatan kabur atau berawan, 
  • adanya bayangan-bayangan kecil bergerak melintasi penglihatan Anda (floaters), 
  • kehilangan penglihatan tepi (kemampuan untuk melihat objek di sisi lapang pandang Anda)

Gejala-gejalanya dapat timbul secara tiba-tiba atau bertahap selama beberapa hari. Satu atau kedua mata mungkin terpengaruh oleh uveitis.

Apa yang menyebabkan Uveitis?

Pada banyak kasus, uveitis terkait dengan masalah dengan sistem kekebalan tubuh (pertahanan tubuh terhadap penyakit dan infeksi). Untuk alasan yang tidak diketahui, sistem kekebalan tubuh dapat menjadi terlalu aktif di mata, sehingga menyerang jaringan mata yang sehat.

Pada beberapa kasus lainnya, uveitis dapat disebabkan oleh infeksi atau cedera pada mata, dan hal ini juga dapat disebabkan setelah operasi mata. Bahkan dalam beberapa kasus penyebabnya tidak dapat diidentifikasi.

Meskipun uveitis bukan merupakan penyakit keturunan, gen yang dikenal sebagai HLA-B27 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya Uveitis anterior (uveitis di bagian depan mata).

Sekitar setengah dari semua orang yang menderita uveitis anterior memiliki gen HLA-B27. Gen ini telah ditemukan pada orang dengan kondisi autoimun tertentu, seperti ankylosing spondylitis, kolitis ulserativa, psoriatic arthritis, penyakit Crohn dan artritis reaktif.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apakah Uveitis berbahaya?

Uveitis kadang-kadang dapat menyebabkan komplikasi, terutama jika tidak ditangani dengan cepat dan benar. Anda lebih mungkin mengalami komplikasi jika:

  • Anda berusia di atas 60 tahun
  • Anda memiliki uveitis jangka panjang (kronis)
  • Anda memiliki jenis uveitis yang mempengaruhi bagian tengah atau belakang mata (uveitis intermediate atau posterior)

Beberapa komplikasi uveitis secara umum adalah:

  • Glaukoma - dimana terjadinya tekanan pada bola mata yang sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini.
  • Katarak - di mana perubahan pada lensa mata menyebabkannya menjadi buram, sehingga menghasilkan penglihatan yang kabur atau berkabut
  • Edema makula cystoid - pembengkakan retina (lapisan tipis dan peka cahaya jaringan di bagian belakang mata): dapat terjadi pada orang-orang dengan uveitis jangka panjang atau uveitis posterior.
  • Retina yang terlepas - Terjadinya pelepasan bagian mata yang merupakan tempat cahaya berkumpul dan diteruskan ke sistem saraf pusat, sehingga akan mengganggu penglihatan.
  • sinekia posterior - peradangan yang menyebabkan iris melekat pada lensa mata: hal ini terjadi jika uveitis tidak diobati dengan cepat

Diagnosis Uveitis

Untuk menegakan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala-gejala yang dialami serta melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, beberapa pemeriksaan lanjutan juga perlu dilakukan untuk menunjang penegakan diagnosis, termasuk:

  • Pemeriksaan darah
  • Analisis cairan mata
  • Angiografi mata, yaitu pencitraan untuk mengevaluasi aliran darah mata
  • Pemeriksaan pencitraan fotografi fundus mata untuk mengukur ketebalan retina dan mengetahui ada tidaknya cairan di dalam retina

Bagaimanakah pengobatan Uveitis yang dapat dilakukan?

Penanganan Uveitis biasanya menggunakan obat steroid (kortikosteroid). Steroid dapat membantu mengurangi peradangan di dalam mata Anda. Berbagai jenis obat steroid digunakan tergantung pada jenis uveitis yang Anda derita, Sebagai contoh:

  • obat tetes mata sering digunakan untuk uveitis yang mempengaruhi bagian depan mata (anterior)
  • suntikan, tablet dan kapsul biasanya digunakan untuk mengobati uveitis yang mempengaruhi bagian tengah dan belakang mata (antara dan posterior)

Perawatan tambahan mungkin juga diperlukan. Seperti obat tetes mata untuk menghilangkan rasa sakit, sejenis obat yang dikenal sebagai imunosupresan atau, dalam beberapa kasus, mungkin dilakukan operasi. Tindak operasi yang dapat dilakukan adalah:

  • Vitrektomi - Bertujuan untuk mengambil cairan vitreus pada mata.
  • Penanaman alat pada mata - Operasi ini biasanya dilakukan untuk para penderita uveitis posterior yang sulit diobati. Prosedur ini membutuhkan sebuah alat yang akan ditanam di mata untuk menyalurkan obat kortikosteroid secara perlahan ke dalam mata.

Referensi

Boyd, K. American Academy of Ophthalmology (2018). What is Uveitis?

Cafasso, J. Healthline (2017). Uveitis.

Guly, CM. Forrester, JV. (2010). Investigation and Management of Uveitis. BMJ, doi: 10.1136/bmj.c4976.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini