Difloxin (Levofloxacin)

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.140.494 orang

Ini adalah review terhadap obat dengan merk difloxin. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan difloxin.

pabrik  

otto

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

golongan

obat keras

kemasan  

dos 1 x 10 tablet 500 mg

kandungan

levofloxacin hemihidrat setara levofloxacin 500 mg

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

levofloksasin (levofloxacin) adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. levofloksasin (levofloxacin) adalah levo isomer dari ofloksasina. seperti semua kuinolon, levofloksasin (levofloxacin) bekerja dengan cara menghambat dua tipe enzim II topoisomerase yaitu DNA Gyrase dan topoisomerase IV. topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Sedangkan DNA gyrase bertanggungjawab untuk supercoil DNA sehingga akan cocok di dalam sel yang baru terbentuk. kombinasi dari dua mekanisme di atas akan membunuh bakteri sehingga levofloksasin (levofloxacin) digolongkan sebagai bakterisida.

Indikasi difloxin    

difloxin (levofloxacin ) digunakan untuk :

  • infeksi maksilaris sinusitis akut
  • eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronik,
  • pneumonia komunitas
  • kulit dan struktur kulit yang kompleks
  • infeksi saluran kemih
  • pieloneritis
  • infeksi lain yang disebabkan kuman peka terhadap difloxin (levofloxacin ).

kontra indikasi 

  • difloxin (levofloxacin) harus dihindari pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap levofloxacin atau antibiotik golongan kuinolon lainnya.
  • difloxin (levofloxacin) juga kontra indikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya
  • dan pada pasien yang memiliki riwayat pemakaian kuinolon terkait tendon pecah .

Efek Samping difloxin

Kebanyakan efek samping difloxin (levofloxacin) bersifat ringan sampai sedang. Namun, efek samping serius kadang terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Efek samping yang paling umum seperti gangguan gastrointestinal : mual, muntah, dan sembelit.
  • difloxin (levofloxacin) juga menyebabkan intoksifikasi pernafasan, darah dan kelainan hormonal serta kardiovaskuler.
  • efek samping yang yang kadang terjadi meskipun jarang adalah tremor, kegelisahan, ansietas, sakit kepala ringan, kebingungan, halusinasi, paranoid, depresi, mimpi buruk, insomnia.

perhatian  

  • hati-hati pemberian difloxin (levofloxacin) pada pasien dengan penyakit hati.
  • efektivitas dan keamanan pemakaian pada anak-anak, wanita hamil dan menyusui belum terbukti.

Toleransi terhadap kehamilan

penelitian pada reproduksi hewan menunjukkan levofloxacin memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia , tetapi jika manfaat potensial terhadap ibu lebih besar daripada risiko pada janin maka obat ini bisa diberikan.

interaksi obat 

  • penggunaan difloxin (levofloxacin) bersama antasida yang mengandung magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida, menurunkan penyerapan difloxin (levofloxacin) oleh usus.
  • Hal yang sama terjadi jika diberikan bersamaan dengan suplemen zat besi dan multi-vitamin yang mengandung zinc.
  • difloxin (levofloxacin) menunjukkan potensi untuk memblokir pemecahan warfarin dan phenprocoumon. Hal ini dapat meningkatkan kerja obat seperti warfarin, sehingga menyebabkan efek samping yang lebih potensial, seperti perdarahan.
  • Dalam dosis tinggi, penggunaan difloxin (levofloxacin) bersamaan dengan anti inflamasi non steroid (NSAID) dapat menyebabkan kejang.

Dosis difloxin

  • difloxin (levofloxacin) diberikan dengan dosis :
  • dosis oral sama dengan dosis parenteral.
  • pemberian melalui infus dilakukan secara perlahan-lahan.
  • sinusitis maksilaris akut : 500 mg tiap 24 jam selama 10-14 hari.
  • eksaserbasi akut bronkitis kronis : 500 mg tiap 24 jam selama 7 hari;
  • community acquired pneumonia : 500 mg tiap 24 jam selama 7-14 hari.
  • infeksi saluran kemih terkomplikasi, pieloneritis akut : 250 mg tiap 24 jam selama 10 hari.
  • infeksi kulit dan struktur kulit tidak terkomplikasi : 500 mg tiap 24 jam selama 7-10 hari.

Terkait

merk-merk obat dengan kandungan levofloxacin

merk-merk obat yang termasuk antibiotik kuinolon, derivat

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp